Insentif Belum Cair, Kartu Prakerja Masih dalam Proses Evaluasi

ArtikelDigital.com, Banyak peserta program Kartu Prakerja mengeluhkan insentifyang tak kunjung cair meski telah menyelesaikan pelatihan.

Bahkan, banyak peserta yang sudah seharusnya mendapatkan insentif bulan kedua pada 10 Juni lalu, hingga kini insentif tersebut tak kunjung cair.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan saat ini pelaksanaan program tersebut masih dalam proses evaluasi oleh Komite Prakerja dan lembaga pengawas.

“Kalau sudah sama (NIK yang tercantum di program Kartu Prakerja dan pada nomor rekening) tapi kenapa belum dibayar? Itu termasuk di dalam kenapa kita belum membuka pendafataran gelombang IV. Ini karena sedang direview oleh komite bersama lembaga pengawas,” ucap  Denni dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (19/6/2020).

Itu juga kenapa teman-teman banyak yang mengatakan sudah dapat seharusnya insentif bulan kedua, tapi kenapa belum? Sama, karena ini tentang uang negara, saya hanya mengikuti kebijakan komite yang sedang review bersama dengan lembaga pengawas,” tambah dia.

Benni pun meminta kepada para peserta untuk memastikan telah melakukan proses verifikasi data rekening bank maupun e-wallet yang digunakan untuk pencairan insentif Kartu Prakerja.

Selain itu, peserta juga harus memastikan, peserta menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) yang sama antara yang tercantum dalam rekening dan ketika mendaftar Kary Prakerja.

Sebagai informasi, program Kartu Prakerja sudah meloloskan 680.918 peserta pada gelombang I hingga III. Pemerintah sendiri menargetkan pembukaan pendaftaran hingga November 2020 untuk menjaring 5,6 juta peserta.

Setiap peserta akan mendapatkan manfaat Rp 3,55 juta per peserta dengan total anggaran mencapai Rp 20 triliun.

Adapun rincian anggarannya, Rp 1 juta diberikan dalam bentuk voucer untuk membeli paket pelatihan. Selanjutnya, insentif sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan. Sisanya uang survei masing-masing Rp 50.000 untuk tiga kali survei.

Sumber: Kompas

 

 

RSS
Telegram