Jakarta: Lebih Dari 139.000 Orang Dihukum Karena Tidak Memakai Masker Sejak Juni

Spread the love

ArtikelDigital.com, Lebih dari 139.000 orang di Jakarta telah dijatuhi sanksi karena tidak mengenakan topeng di depan umum selama transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB) dari Juni hingga September, pemerintah kota mengumumkan pada hari Jumat.

Per 3 September, Badan Ketertiban Umum Jakarta telah mencatat 139.201 pelanggaran protokol kesehatan di ibu kota dan telah mengumpulkan denda sebesar Rp 2,1 miliar (US $ 142,507).

“Kami mendenda 14.291 orang [dari 139.201], sedangkan sisanya melakukan pengabdian masyarakat sebagai hukuman,” kata Arifin, ketua badan tersebut, Jumat.

Dia menambahkan, denda Rp 247 juta telah dikumpulkan dari bisnis dan Rp 764 juta telah dikumpulkan dari tempat-tempat umum untuk pelanggaran protokol selama PSBB transisi.

“Sebanyak 28 perusahaan ditutup, 38 perusahaan didenda dan 17 mendapat teguran,” kata Arifin.

Di bawah kebijakan transisi yang diterapkan pada awal Juni dan telah diperpanjang lima kali, Jakarta secara bertahap membuka tempat kerja, ruang publik, tempat ibadah, dan daerah lain dengan harapan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.

Kebijakan tersebut, bagaimanapun, tampaknya telah menjadi bumerang karena cluster COVID-19 tambahan telah muncul dan transmisi telah melonjak di ibu kota selama periode tersebut.

Jakarta, wilayah yang paling terpukul di negara itu, mencatat 1.359 kasus baru pada hari Kamis, rekor harian baru dan lompatan dari 1.053 kasus yang diumumkan pada hari sebelumnya.

Hingga Jumat, Jakarta mencatat total 44.280 kasus, dengan 33.260 pemulihan dan 1.252 kematian.