Jakarta Mengumpulkan Denda Rp 4 Miliar dari Pelanggar Protokol COVID-19

Spread the love

ArtikelDigital.com, Pemerintah Jakarta telah mengumpulkan sekitar Rp 4 miliar (US $ 271.000) denda dari penduduk yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 berdasarkan Peraturan Gubernur No. 51/2020, yang mulai berlaku pada 4 Juni.

Peraturan tersebut melonggarkan pembatasan sosial skala besar ( PSBB) diberlakukan lebih awal tetapi pada saat yang sama menetapkan denda untuk pelanggaran karena lebih banyak bisnis diizinkan untuk melanjutkan operasi.

Protokol kesehatan mengamanatkan penggunaan masker di depan umum, menghindari pertemuan dan menjaga jarak 1 meter dari orang lain.

Kepala Badan Ketertiban Umum DKI Jakarta Arifin mengatakan hampir separuh dari total denda yang dikumpulkan berasal dari orang yang tidak memakai masker di tempat umum, menjadikan pelanggaran ini dominan.

Dia mengklaim hukuman itu akhirnya meningkatkan kesadaran orang untuk melindungi kesehatan mereka. “Semakin banyak orang menggunakan masker wajah hari ini. Mereka semakin disiplin, ”kata Arifin, Rabu, seperti dikutip kompas.com.

Dalam kurun waktu pelonggaran PSBB, Jakarta secara bertahap membuka tempat kerja, tempat umum, tempat ibadah dan lainnya dengan harapan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.

Namun, langkah tersebut tampaknya menjadi bumerang setelah munculnya kelompok virus korona baru di ibu kota.

Hingga Rabu sore, Jakarta telah mencatat total 42.041 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, lebih banyak dari 34 provinsi lain di negara itu. Sementara korban tewas mencapai 1.231 orang.