Jakarta yang Tangguh

ArtikelDigital.com, Ini bukan waktu yang tepat untuk perayaan, tetapi dalam banyak hal warga Jakarta tidak pernah kekurangan alasan untuk berterima kasih kepada kota, terutama pada ulang tahun ke-493, yang jatuh pada hari Senin. Kota ini mengaum kembali ke semangat biasanya setelah sekitar tiga bulan terkunci sebagian. Orang-orang berbondong-bondong ke stadion olahraga dan bergabung dengan bersepeda di jalan-jalan dalam gerakan bersemangat untuk merebut kembali kehidupan yang telah diambil oleh coronavirus.

Perang melawan penyakit masih jauh dari selesai. Dan ketika orang mengganti waktu dengan keluarga dan teman-teman mereka, selalu ada ketakutan dan kecemasan bahwa akan ada lebih banyak infeksi. Apakah kita cukup berbuat untuk melindungi diri kita sendiri dan orang yang kita cintai?

Virus adalah sesuatu yang harus kita jalani sekarang. Untuk bertahan hidup, kita harus mengatasi rasa takut dan menghitung berkat kita.

Ini adalah saat yang tepat untuk mengingat bahwa kota ini telah ada selama hampir setengah milenium. Ini telah melalui perang, kerusuhan, wabah dan banjir rutin. Itu telah memburuk di sepanjang jalan. Tidak ada gubernur yang berhasil mengendalikan banjir dan polusi udara yang memburuk, atau menyediakan perumahan yang cukup untuk semua orang.

Tetapi kota ini masih merupakan pusat politik dan bisnis negara. Tantangan yang tampaknya tak tertahankan yang dihadapi kota mendorong Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk merencanakan relokasi ibukota ke Kalimantan Timur. Tetapi bahkan ketika Jakarta tidak lagi menjadi ibukota, kota ini akan mempertahankan peran strategisnya.

Dan tampaknya kota ini memiliki semua keberuntungan untuk mempertahankan percikannya selama berabad-abad.

Kemudian disebut Sunda Kelapa, Jakarta adalah pelabuhan penting yang bertujuan untuk dikendalikan oleh kerajaan lokal dan pasukan asing. Ketika Fatahillah memimpin pasukan Demak untuk menduduki daerah itu, ia memiliki salah satu pusat perdagangan terbesar di Jawa, tempat pedagang Eropa dan Cina datang untuk membeli rempah-rempah, emas, dan ternak.

Di bawah pemerintahan Belanda, Batavia, begitu mereka menyebutnya Jakarta, berubah tidak hanya menjadi pusat perdagangan dan bisnis, tetapi juga pusat pendidikan dengan pendirian Stovia, sekolah kedokteran pertama di koloni Belanda. Belakangan sekolah menjadi tempat belajar bagi beberapa bapak pendiri negara.

Maju cepat, ketika Laut Jawa semakin suram karena aktivitas industri besar-besaran dan limbah kota yang tidak terkendali, Jakarta modern mengembangkan peran barunya sebagai pusat perdagangan dan keuangan, dengan masa lalu kelautan yang dilupakan oleh banyak orang.

Memiliki infrastruktur paling canggih, Jakarta telah mengambil langkah untuk menjadi rumah bagi para pemain industri jasa utama di kawasan ini, dengan perusahaan, terutama yang berteknologi, mengandalkan kenyamanannya. Jakarta hanya satu setengah jam penerbangan dari Singapura, di mana modal ventura dan perusahaan strategis lainnya yang mengendalikan banyak sektor di Indonesia berada.

Ketika rencana relokasi ibukota terwujud, Jakarta akan terus berkembang dan tetap menjadi kota impian bagi banyak orang, dari artis hingga insinyur. Ketahanan kota yang telah diperlihatkan dalam hampir 500 tahun sejarahnya akan membantunya bertahan 500 tahun lagi.

Selamat ulang tahun, Jakarta. Tetap hidup dan menendang.

RSS
Telegram