Pengukuhan Anggota Dewan Kedokteran Indonesia Menuai Protes dari Asosiasi

ArtikelDigital.com, Presiden Jokowi melantik 17 anggota baru Dewan Kedokteran Indonesia (KKI), meskipun ada kekecewaan dari asosiasi pekerja medis yang mengklaim bahwa tidak ada nama yang dipilih termasuk di antara kandidat yang diusulkan oleh kelompok tersebut.

Jokowi melantik anggota baru KKI periode 2020-2025 secara terbatas di Istana Negara sembari mengumumkan 17 nama yang dilantik menjadi anggota sesuai dengan Perpres No.55 / M 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota KKI.

Ke 17 tokoh tersebut adalah Putu Moda Arsana dan Dollar, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI); Nurdjamil Sayuti dan Nadhyanto dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI); Pattiselanno Robert Johan dan Achmad Syukrul A dari Asosiasi Lembaga Pendidikan Dokter Indonesia (AIPKI); Vonny Naouva Tubagus dan Ni Nyoman Mahartini dari Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI); Bachtiar Murtala dari Medicinal Collegiate dan Andriani dari Dental Collegiate.

Perwakilan publik di lembaga negara yang bertugas sebagai regulator profesi kedokteran adalah Mohammad Agus Samsudin, Intan Ahmad Musmeinan dan Hisyam Said.

Empat lainnya adalah Taruna Ikrar dan Sri Rahayu Mustikowati, perwakilan dari Kementerian Kesehatan; dan Melanie Hendriaty Sadono dan Mariatul Fadilah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Surat protes tersebut ditandatangani oleh tujuh pimpinan asosiasi profesi kesehatan kepada Jokowi pada Selasa, yakni Ketua IDI Daeng M. Faqih, Ketua MKKI David S. Perdanakusuma, Ketua PDGI Sri Hananto Seno Fakultas Kesehatan Gigi Indonesia.

Ketua Asosiasi (AFDOKGI) Nina Djustiana, Ketua AIPKI Budu, Ketua ARSPI Andi Wahyuningsih Attas dan Ketua Majelis Perguruan Tinggi Gigi Indonesia (MKKGI) Chiquita Prahasti.

Asosiasi menyatakan telah mengajukan nama melalui Kementerian Kesehatan sesuai dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Asosiasi juga menuntut Jokowi mempertimbangkan kembali dan menunda pelantikan anggota KKI.

Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, pihaknya telah meminta asosiasi profesi untuk memasukkan nama anggota KKI baru pada Februari 2019.

 

RSS
Telegram