Jokowi Sendiri yang Bilang, Ternyata Masih Kecewa Kinerja Kabinet: Sudah Bergerak, tapi Belum…

Spread the love

ArtikelDigital.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan mengungkap kinerja Kabinet Indonesia Maju di masa pandemi Covid-19.

Orang nomor satu di Indonesia itu juga kembali mengungkap kekecewaannya lantaran kinerja para menter masih belum mencapai sepeti yang diharapkan.

Hal itu sebagaimana terekam dalam video rapat terbatas yang diunggah melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (7/7/2020) lalu.

“Saya melihat memang setelah kita rapat kabinet di sini ada pergerakan yang lumayan,” ungkapnya.

“Tapi belum sesuai dengan yang saya harapkan. Sudah bergerak lebih baik, sudah bergerak lebih bagus, tapi belum,” ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas yang ditayangkan di

‎Karena itu, Jokowi kembali menekankan agar kerja-kerja menteri tidak boleh biasa-biasa saja.

Jangan sampai, para menteri bekerja seolah tidak terjadi apa-apa.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, tekan Jokowi, dibutuhkan kerja-kerja yang cepat.

“Kembali lagi, jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja,” tekan Jokowi.

Jokowi menyatakan, pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap semua sektor.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan agar mempercepat belanja anggaran di kementerian agar perekonomian bisa kembali pulih.

“Mal ditutup, lifestyle anjlok, terganggu. Terus, dalam situasi seperti ini siapa yang bisa menggerakkan ekonomi?”

“Enggak ada yang lain kecuali belanja pemerintah,” ungkapnya.

Jokowi juga mengatakan, misalnya angaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp70,7 triliun, Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp104,4 triliun.

Kemudian Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perbubungan (Kemenhub)‎ anggarannya sebesar Rp32,7 triliun.

Sehingga dengan anggaran besar dari kementerian-kementerian tersebut bisa secepatnya melakukan belanja anggaran.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama anggarannya yang besar-besar ini,” ungkapnya.

Jokowi juga menekankan agar jangan lagi membelanjakan anggaran untuk produk dari luar negeri.

Jokowi juga mencontohkan, dalam hal medis untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa melakukan belanja di dalam negeri.

Tidak perlu melakukan impor terhadap kebutuhan medis di Indonesia.

“PCR cukup beli dalam negeri. Kita sekarang sudah bisa buat PCR. Rapid test beli dalam negeri,”

“Karena kita bisa membuat semuanya. Jangan ada lagi beli yang dari luar,” ujarnya.

Seperti maker saat ini sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Dengan banyak yang memproduksi masker tersebut tidak tepat jika pemerintah masih melakukan ekspor.

“Apalagi hanya masker, buanyak kita produksinya. APD, 17 juta produksi kit per bulan. Padahal kita pakainya hanya 4-5 juta,” katanya.