Jubir Gugus Tugas Corona Tanggapi Pendapat Anji soal Foto: Jangan Terpancing

Spread the love

ArtikelDigital.com, Jubir gugus tugas corona Achmad Yurianto tak ingin menanggapi terlalu banyak terkait komentar penyanyi Anji yang menganggap COVID-19 tak semengerikan yang dibayangkan. Anji mengatakan itu saat mengomentari foto pasien jenazah corona yang dibungkus plastik karya Joshua Irwandi di akun Instagramnya.

Komentar Anji ini dinilai sebagian pihak bisa mempengaruhi followersnya yang mencapai 2 juta orang.
“Biar saja. Apakah 2 juta followernya kanak-kanak yang enggak punya pertimbangan rasional?” kata Yuri di Jakarta, Senin (20/7).
Menurut Yuri, publik sudah mengerti bahwa COVID-19 adalah penyakit berbahaya. Apalagi jumlah pasien meninggal di Indonesia saja sudah lebih dari 4 ribu orang.
“Sakit itu pilihan. Makin dikomentari makin besar kepala,” tutur dia. Menurut Yuri, apa yang dilakukan Anji tak lebih dari sekadar mencari popularitasnya. Ia pun menyebut saat ini publik jangan sampai terpancing.
“Kita akan membantu popularitasnya. Kepancing semua. Coba pikir sekarang di saat mulai tidak populer, apa yang akan dilakukan?” ujar Dirjen P2p Kemenkes itu.
Yuri meyakini, masyarakat Indonesia sudah cerdas dan tak akan mudah terpengaruh ucapan Anji. Ia mencontohkan beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya.
“Apakah masyarakat kita sedemikian bodohnya? Apakah ini hal pertama terjadi? Kita masih ingat orang nyentrik dari Surabaya, terus influencer perempuan. Apa ada yang ngikuti?” tutup dia.
Sebelumnya, Anji memberikan komentar yang bernada mempertanyakan soal keabsahan foto Joshua Irwandi soal jenazah pasien corona yang dibungkus plastik di akun Instagramnya. Ia merasa ada beberapa yang janggal.
“Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata. Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak Agency atau influencer/buzzer pasti mengerti,” tulis Anji.
Anji juga mempertanyakan kenapa fotografer bisa masuk ke ruangan jenazah pasien corona. Padahal, kata dia, pihak keluarga tak ada yang boleh masuk.