KAMI di Surabaya Dibubarkan oleh Pihak Kepolisian

Spread the love

ArtikelDigital.com, Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Surabaya dibubarkan setelah mendapat penolakan keras dari warga Kota Surabaya tergabung dalam Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Penyelenggara pun sampai tiga kali berpindah tempat yang semuanya mendapat penolakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir menjelaskan, alasan pembubaran itu tidak lain untuk menjaga kondusivitas di Kota Pahlawan itu.

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo tahun 2017 itu menegaskan, tidak hanya kelompok KAMI saja.

Kelompok lain yang menamakan KITA (Koalisi Indonesia Tetap Aman) juga turut dibubarkan.

Jika dibiarkan salah satu tetap beraksi, pihaknya khawatir keamanan dan ketertiban hingga kondusivitas kota terganggu.

“Jadi itu memancing reaksi, dua-duanya (kelompok KAMI dan KITA) tidak ada izin kita bubarin semua,” ungkap Jhonny.

“Motivasinya apa itu KAMI, ini nggak jelas,” tandas Jhonny.

Acara yang dihadiri Gatot Nurmantyo itu dihadiri peserta kurang lebih 150 orang dengan pengurus KAMI Jatim yang menjadi penanggungjawab.

“Tapi kegiatan tersebut tidak mendapatkan izin dari pengelola gedung,” ungkapnya.

Selanjutnya, penyelenggara mengalihkan acara KAMI di Gedung Jabal Nur, Jambangan, Kota Surabaya.

Akan tetapi, pihak pengelola gedung juga tidak memberikan izin atas acara bertema ‘Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru’ itu.

Mendapat dua kali penolakan, acara KAMI akhirnya dialihkan ke Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari, Surabaya.

Lagi-lagi, kegiatan itu juga tidak mendapatkan izin dari pengelola Gedung Astranawa.

“Akhirnya acara dialihkan ke Gedung KADIN versi Alim Tualeka di Graha Jabal Nur Lantai 2 Jalan Jambangan Kebon Agung no.76 Surabaya dengan peserta 50 orang,” ungkapnya.

Pasalnya, acara dinilai tak dilengkapi assasmen dari Satuan Gugus Tugas Jatim atau Surabaya lantaran menggelar acara di tengah pandemi Covid-19.

Melihat kondisi yang tidak kondusif, Polisi, TNI dan Satpol PP akhirnya turun tangan dan membubarkan kegiatan.

“Untuk mengantisipasi gesekan di lapangan kegiatan unjuk rasa kelompok penolak KAMI tersebut juga dibubarkan secara persuasif,” tandasnya.