Kelompok Intoleran Membubarkan Dengan Paksa Pernikahan Adat di Surakarta

ArtikelDigital, Upacara pernikahan tradisional di Surakarta, Jawa Tengah berakhir dengan kekerasan setelah anggota kelompok agama setempat dilaporkan membubarkannya, yang menyebabkan perkelahian yang melibatkan beberapa personel polisi setempat.

Sekelompok orang yang membubarkan upacara yang berlangsung di sebuah kediaman pribadi di Kecamatan Pasar Kliwon pada hari Sabtu tersebut, mengaku bahwa prosesi adat tersebut telah melanggar prinsip-prinsip Islam tertentu.

Pelaku tiba di acara tersebut pada pukul 16.00. dan melanjutkan untuk menutup pintu masuk ke daerah pemukiman.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, para anggota grup terdengar meneriakkan perintah untuk membubarkan upacara.

Kapolres Surakarta Kombes. Andy Rifai mengatakan pihaknya menerima laporan adanya gangguan sekitar pukul 5 sore pada hari Sabtu.

“Kami menerima informasi malam itu bahwa kelompok intoleran telah menyergap kediaman pribadi,” kata Andy, Minggu.

Dia mengatakan situasi menjadi memanas ketika personel polisi dikerahkan ke tempat kejadian sekitar pukul 17:20. untuk bernegosiasi dengan grup tersebut.

Polisi mengawal para tamu pernikahan ke tempat yang aman saat jeda ketika anggota rombongan sedang melakukan sholat magrib. Namun, kelompok tersebut akhirnya mengetahui adanya evakuasi dan merespons dengan menyerang secara fisik para tamu, katanya.

Setidaknya tiga orang terluka selama konflik tersebut, katanya. Para korban sejak itu dirawat di RS Indriati Solo Baru Kabupaten Sukoharjo.

“Para korban mengalami luka di kepala,” kata Andy.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia juga diserang secara fisik oleh kelompok tersebut, tetapi tidak mengalami cedera serius.

“Saya dipukul anggota kelompok tersebut saat mengevakuasi korban. Tapi saya ngotot dan terus melindungi korban, ”ujarnya.

Selain penganiayaan fisik, kelompok tersebut juga dikabarkan melakukan pengrusakan terhadap properti pribadi di sekitarnya termasuk sebuah minivan.

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

RSS
Telegram