Kepulauan Riau: Mengenal Sultan yang Hadiahkan Pulau sebagai Mas Kawin

Spread the love

ArtikelDigital.com, Jika mendengar Kepulauan Riau, maka yang terbayang pertama di benak kita adalah kecantikan dan keindahan tempat wisata Kepulauan Riau yang beragam, mulai dari Gurun Pasir Telaga Biru Bintan, Ranoh Island, Batu Tepe dan berbagai tempat wisata yang menyajikan keindahan alam nan cantik.

Tetapi, pernahkah kamu mencari tahu, kira-kira siapa orang-orang yang telah berjasa hingga menjadikan Kepulauan Riau seperti sekarang?

Kepulauan Riau tidak hanya memiliki tempat wisata yang keindahan alamnya tidak perlu diragukan lagi. Kepulauan Riau juga memiliki beberapa Pahlawan Nasional yang berjasa besar bagi Indonesia.

Salah satu Pahlawan Nasional yang berasal dari Kepulauan Riau adalah Paduka Sri al-Wakil al-Imam Sultan Mahmud Riayat Syah Zilullah fil-Alam Khalifat ul-Muminin ibni al-Marhum Sultan Abdul Jalil Syah atau lebih dikenal dengan Sultan Mahmud Syah III . Beliau merupakan Sultan atau Raja berdarah melayu yang memimpin Kerajaan Lingga-Riau-Johor.

[COC Reg. Kepulauan Riau] Mengenal Sultan yang Hadiahkan Pulau sebagai Mas kimpoi

Sultan Mahmud Syah III merupakan anak dari Abdul Jalil bin Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah (Sultan Johor-Riau ke-14) yang menikah dengan Tengku Putih binti Opu Daeng Celak, Yang Dipertuan Muda (YDM) Kerajaan Riau II. Hingga kekuasaan milik Sultan Mahmud Syah III meliputi Lingga-Riau-Johor-Pahang.

Sebagai seorang Sultan, beliau dikenal sebagai Sultan yang bijaksana dan pantang menyerah. Kekalahan di Teluk Riau dan Ketapang tidak memadamkan semangat juang beliau, kekalahan yang bahkan merenggut nyawa Panglima Perang (Raja Haji Fisabillilah) tidak mengurangi tekad beliau mengusir Belanda.

Selain dikenal karena kebijaksanaan dan sifatnya yang pantang menyerah, Sultan Mahmud Syah III dikenal cerdas karena mampu mengindari politik devide et impera milik Belanda dengan cara mempererat hubungan kerajaan Lingga-Riau-Johor dan Pahang dengan kerajaan disekitarnya seperti Kerajaan Selangor, Jambi, Mempawah, Indragiri, Trenggono, Asahan, dan Kedah.

Selain kegigihan beliau dalam melawan penjajah, Sultan Mahmud Syah III juga dikenal sangat romantis, karena menjadikan Pulau Penyengat sebagai mahar pernikahan dengan Engku Puteri Raja Hamidah binti Raja Haji. Pulau Penyengat kini dikenal sebagai Pulau dengan warisan budaya melayu yang sangat kental.

[COC Reg. Kepulauan Riau] Mengenal Sultan yang Hadiahkan Pulau sebagai Mas kimpoi

Sebagai Sultan yang diangkat diusia Muda, Sultan Mahmud Syah III merupakan simbol eksistensi masyarakat suku melayu yang kuat di Kepulauan Riau.

Membaca sekilas tentang kegigihan Sultan Mahmud Syah III dalam menghadapi Belanda, karena kecerdasan beliau memimpin sebuah kerajaan dalam melawan belanda di usia yang masih sangat muda.

[COC Reg. Kepulauan Riau] Mengenal Sultan yang Hadiahkan Pulau sebagai Mas kimpoi

Sangat luar biasa ya? Bahkan nama beliau diabadikan sebagai nama Masjid megah.