Mahfud MD Berkata Nepotisme Tidak Selalu Buruk

ArtikelDigital.com, Menanggapi kontroversi seputar pencalonan pertahanan dan kerabat elit politik di Pilkada mendatang, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa nepotisme tidak bertentangan dengan hukum, juga tidak bertentangan dengan negara demokrasi.

Menurut Mahfud, praktik nepotisme tidak dapat dihindari dalam peristiwa politik besar mana pun, termasuk pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada 9 Desember.

“Banyak dari kita mungkin tidak menyukai nepotisme. Tapi harus kita akui, tidak ada alasan hukum atau konstitusional untuk mencegah seseorang mencalonkan diri berdasarkan nepotisme atau koneksi keluarga, “kata Mahfud saat diskusi online, Sabtu.

Ia mengatakan Indonesia tidak unik dalam hal itu, dan nepotisme belum tentu buruk.

Mahfud kemudian mencontohkan di Bakalang, Nusa Tenggara Timur, di mana saudara kandung seorang politikus lokal menawarkan untuk mengambil alih jabatan kerabatnya karena ketidakmampuannya.

“Jadi yang melakukan nepotisme tidak selalu niat buruk,” imbuhnya.

Wacana politik seputar pilkada yang akan datang belakangan ini marak dengan spekulasi terkait pencalonan beberapa anggota keluarga pejabat tinggi negara.

Di antara mereka adalah putra tertua Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu laki-laki Bobby Afif Nasution, yang masing-masing mencalonkan diri dalam pemilihan walikota di Surakarta, Jawa Tengah, dan Medan, Sumatera Utara.

Nama-nama penting lainnya termasuk putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah dan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo – keduanya mencalonkan diri dalam pemilihan walikota Tangerang Selatan.

RSS
Telegram