Menyamar Jadi Perwira TNI, Dosen UBL Tri Herlianto Dipecat

Menyamar Jadi Perwira TNI, Dosen UBL Tri Herlianto Dipecat

ArtikelDigital.com, Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Prof Dr Ir M Yusuf Sulfarano Barusman, MBA angkat bicara terkait penipuan yang dilakukan oleh Dr S Tri Herlianto.

Tri ditangkap karena diduga menipu kolega bisninya, PT Mitra Kosasih senilai Rp3 miliar.

Barusman mengakui Tri merupakan dosen tidak tetap di kampusnya. Namun penipuan yang dilakukan Tri merupakan masalah pribadi, tidak ada kaitannya dengan UBL.

Setelah kasus penipuan itu mencuat, kata Barusman, pihaknya langsung bertindak dengan memecat Tri.

“Dia dosen tidak tetap. Itu kan masalah pribadi. Tapi, langsung kita keluarkan sebagai dosen tidak tetap. Masalahnya, dia ini kan bukan dosen kita. Dia itu hanya part time saja,” kata Barusman, Sabtu (25/7).

Terkait kegiatan mengajar di UBL, Barusman mengaku tidak mengetahui secara pasti. Bahkan, dia mengaku tidak tahu mata kuliah apa yang diajarkan Tri di kampusnya.

“Itu saya kurang paham juga. Biasanyakan pihak fakultas atau dari unitnya,” ujarnya.

Barusman mengaku penasaran dengan kasus yang Tri. Karena itu, pihaknya tengah menyelidiki kebenaran gelar yang disandang Tri Herlianto.

“Ini sedang kita selidiki juga. Mudah-mudahan benar kalau gelarnya itu. Kita masih coba konfirmasi ke Undip (Universitas Diponegoro),” bebernya.

Tri Herlianto ditangkap setelah dilaporkan oleh kolega bisnisnya. Tri disebut-sebut terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Mitra Kosasih Kupang Tebak.

Dalam proses pembangunan tersebut, oknum dosen itu diduga melakukan penggelapan uang investasi sebesar Rp 3 miliar.

Namun saat ditagih atas kejelasan uang investasi tersebut, Tri Herlianto mengelak dan melakukan intimidasi dengan mengaku sebagai perwira TNI.

Kuasa hukum PT. Mitra Kosasih, Angga Revanda, Adi Gunawan, dan Cakra Biksa Surabaya akhirnya mengadukan Tri Herlianto.

Warga Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Tanjung Senang, Bandarlampung, itu diringkus di depan Hotel Grand Praba, Jalan Wolter Monginsidi.