Mou Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Belum Diperpanjang, DPR: Ini Bagian dari Perjuangan PMI

Spread the love

ArtikelDigital.com, Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani kembali mendesak Kementerian Luar Negri (Kemenlu) memperpanjang Memorandum of Understanding (MOU) Rekrutmen dan Penempatan Pekerja Domestik.

Menurutnya, hal ini merupakan kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia untuk memperjuangkan haknya.

Pasalnya, konsekuensi ketiadaan MoU akan menjadikan posisi tawar pekerja migran domestik kita menjadi sangat lemah.

Demikian disampaikan politisi Partai Golkar ini dalam keterangan tertulisnya kepada PojokSatu.id, Rabu (8/7/2020).

Aryani mengatakan MOU ini merupakan bagian dari jaminan kerja, seperti gaji, asuransi kesehatan dan framework.

Meskipun ini leading negiatiator Kementerian Ketenagakerjaan.

Tapi Kemenlu memiliki kewenangan langsung atas MoU ini karena sebagai prioritas politik Luar Negri Indonesia.

“Maka dari itu saya kembali mengingatkan Kemenlu agar segera menindaklanjuti pembaharuan MoU tersebut,” tuturnya.

Diketahui, Mou Rekrutmen dan Penempatan Pekerja Domestik berakhir semenjak tahun 2016.

“Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kepastian dari pemerintah terkait dengan draf MOU tersebut,” tuturya.