Nasib Pelaku Pelecehan Seksual di Soetta Makin Tragis, Polisi Bakal Usut Tuntas Kasus Bawa Kabur Anak Orang

Spread the love

ArtikelDigital.com, Oknum petugas medis yang melakukan pelecehan seksual dan pemerasan saat rapid test di Bandara Soetta ternyata pelaku juga pernah dipolisikan ke Polda Sumut sejak 2018 lalu terkait kasus membawa kabur anak orang untuk dinikahi.

Kasus tersebut terungkap saat pihak Polresta Bandara Soetta berkordinasi dengan penyidik Polda Sumut.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polresta Bandara Soetta, Senin (28/9/2029).

“Pada saat kita lakukan penangkapan (di Balige, Toba, Sumut) yang tersangka ini kita temukan anak kecil dan seorang wanita inisila E diakui itu istri dan anaknya. Setelah kita kroscek bahwa memang dia pernah dilaporkan 2018,” kata Yusri.

Pelaku dilaporkan, kata Yusri, oleh orang tua yang wanita yang saat ini menjadi istri pelaku.

Namun, karena pelapor meninggal dunia kasus tersebut saat ini masih ditangguhkan.

“Jadi laporan itu membawa lari anaknya. Kasus ini masih terus berjalan. Karena kemudian pelapornya meninggal dunia,” ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Yusri, pihaknya akan berkordinasi dengan polda Sumut untuk melanjutkan dua kasus yang berbeda itu.

Hanya saja, Yusri belum bisa membeberkan apakah kedua kasus tersebut akan digabungkan menjadi satu.

“Itu di Polda sumut, kalau ini tetap jalan. Nanti akan kita kordinasi dengan Polda Sumut (digabung satu atau tidak),” tandas Yusri.

Diketahui, terjadi dugaan kasus pelecehan seksual dan pemerasan oleh salah seorang petugas rapid test yang disediakan oleh PT Kimia Farma Diagnostika.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan petugas rapid test terungkap bermula dari twitter korban dengan inisial LHI.

LHI mengaku mengalami tindak pelecehan seksual dan pemerasan oleh pelaku pada 13 September 2020 lalu dan sempat mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Atas kejadian itu, korban LHI pun resmi melapor Polres Bandara Soetta. Tak butuh waktu lama EFY ditangkap di sebuah kos-kosan di Balige, Toba, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9/2020). Kini yang bersangkutan telah resmi ditahan 20 hari ke depan di Rutan Polresta Bandara Soetta.