Pasar Jaya bersiap untuk Larangan Kantong Plastik di Pasar Jakarta

Pasar Jaya bersiap untuk Larangan Kantong Plastik di Pasar Jakarta

ArtikelDigital.com, Operator pasar milik pemerintah Kota Jaya bersiap-siap untuk memberlakukan larangan kantong plastik sekali pakai di semua pasar Jakarta, mengingatkan penyewa dan pembeli untuk menggunakan alternatif ramah lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jakarta No. 142/2019, kantong plastik sekali pakai tidak lagi diizinkan di pusat perbelanjaan, toko grosir dan pasar tradisional mulai 1 Juli.

Direktur Pasar Jaya Arief Nasution mengatakan pada hari Selasa bahwa manajer dan kepala pasar di semua bidang akan mengawasi pelaksanaan larangan tersebut, menambahkan bahwa perusahaan – yang mengoperasikan 153 pasar di seluruh ibukota – telah mengedukasi para penyewa dan pengunjung tentang kebijakan tersebut.

Perusahaan telah, antara lain, mengadakan diskusi dengan penyewa dan memberikan tas belanja gratis yang dapat digunakan kembali.

“Kami berharap bahwa pembeli dan penjual di pasar siap untuk larangan plastik mulai Juli,” kata Arief dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kebijakan itu terutama diarahkan pada pasar tradisional, karena mereka menyumbang jumlah limbah terbesar di ibu kota.

“Setiap hari, pasar tradisional di ibukota menghasilkan 600 ton limbah, dan peraturan ini dapat secara signifikan mengurangi itu,” katanya.

Pada bulan Oktober, wakil pemerintah Jakarta untuk gubernur untuk pencatatan sipil dan permukiman, Suharti, mengatakan modal menghasilkan 7.700 ton limbah per hari, atau sekitar 750 gram per orang.

Suharti mengatakan output limbah dari ibukota telah meningkat dari tahun ke tahun, naik 36 persen dalam lima tahun terakhir, sementara populasi selama periode yang sama hanya meningkat sebesar 4 persen.

Pengecer lain juga bersiap-siap untuk larangan kantong plastik, dengan PT Sumber Alfaria Trijaya, operator dari Alfamart Group, mengungkapkan dukungan untuk kebijakan tersebut.

Salah satu pengecer top negara ini, Alfamart saat ini mengoperasikan sekitar 290 cabang di Jakarta.

“Alfamart mendukung kebijakan itu karena ada niat baik di baliknya. Konsumen kami juga terbiasa membawa tas mereka sendiri ketika berbelanja di toko kami,” kata general manager komunikasi korporat Alfamart Nur Rachman pada 23 Juni.

Berdasarkan peraturan tersebut, pengecer yang masih menggunakan kantong plastik akan diberikan surat peringatan tiga kali sebelum didenda Rp5 juta (US $ 348) menjadi Rp35 juta. Pihak berwenang dapat mencabut izin usaha toko yang tidak membayar denda.

Menurut data Statistics Indonesia, Jakarta memiliki 158 pasar tradisional, 80 pusat perbelanjaan dan 52 toko modern pada 2018.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •