Pembunuh terpidana John Kei ditangkap karena dugaan serangan, pembunuhan setelah berbulan-bulan dibebaskan secara bersyarat

ArtikelDigital.com, Polisi Jakarta telah menangkap penjahat kejam John Kei karena diduga mendalangi serangan di dua tempat yang merenggut nyawa dan melukai dua lainnya, beberapa bulan setelah ia dibebaskan bersyarat karena pembunuhan.

John Kei, atau John Refra, ditangkap pada hari Minggu bersama dengan 24 anak buahnya di rumahnya di Jl. Tytyan Indah Utama X pada jam 8:15 malam pada hari Minggu, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Kata Yusri Yunus seperti dikutip tempo.co.

Orang-orang itu dituduh terlibat dalam dua serangan terpisah di Tangerang, Banten, dan Jakarta Barat.

Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Insp. Jenderal Nana Sudjana mengatakan John diduga memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Nus Kei dan anggota gengnya, yang diidentifikasi hanya sebagai ER, karena perbedaan dari penjualan tanah.

Perintah itu terungkap ketika simpatisan memeriksa ponsel salah seorang anak buahnya. John juga diduga mengirim pesan ancaman sebelum serangan.

“Setelah memeriksa ponsel pelaku, kami menemukan perintah dari John Kei kepada anak buahnya. Ada indikasi rencana untuk membunuh Nus Kei dan UGD, ”kata Nana dalam konferensi pers pada hari Senin seperti dilansir kompas.com.

ER meninggal setelah ditusuk oleh senjata tajam dalam serangan di Kosambi, distrik Cengkareng di Jakarta Barat pada hari Minggu.

“Kelompok John Kei, yang terdiri dari lima hingga tujuh orang, diduga menyerang kelompok Nus Kei di Kosambi, Jakarta Barat. Satu orang, yang diidentifikasi sebagai ER, meninggal karena luka tusuk ke beberapa bagian tubuh, ”kata Nana.

Pada hari yang sama, kelompok itu juga diduga menyerang sebuah daerah di Green Lake City di Tangerang, di mana dua orang dilaporkan terluka. Beberapa anggota kelompok itu diduga terlibat dalam insiden penembakan di gugusan Australia di kompleks perumahan.

Kompas.com melaporkan bahwa selama penggerebekan di rumah John, polisi menyita 28 tombak, 24 senjata tajam, dua panah, dua kelelawar bisbol, dan 17 ponsel.

John dibebaskan pada Desember 2019 dengan pembebasan bersyarat setelah menyelesaikan dua pertiga dari 12 tahun hukumannya setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2012 atas pembunuhan mantan direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono, yang juga dikenal sebagai Ayung. Korban ditemukan tewas di sebuah kamar di Swiss-Belhotel di distrik Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 26 Januari 2012.

John Kei dikatakan telah melanggar Pasal 340 sehubungan dengan Pasal 55 KUHP. Dia pernah mengajukan banding tetapi Mahkamah Agung meningkatkan hukumannya menjadi 16 tahun.

Setelah diberikan remisi, ia diharapkan akan dibebaskan pada tahun 2025, tetapi dilaporkan telah memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat sejak Desember tahun lalu.

Menanggapi insiden itu, Rika Aprianti, juru bicara Direktorat Jenderal Koreksi Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa John Kei telah dibebaskan bersyarat sejak Desember, di mana ia diawasi di bawah arahan departemen fasilitas pemasyarakatan kementerian.

Kementerian akan berkoordinasi dengan polisi mengenai kasus ini. Dia mengatakan sidang akan dilakukan sesudahnya.

“Dari persidangan, [kami] akan memutuskan ukuran apa yang [kami] akan terapkan pada John Kei,” kata Rika dalam sebuah pernyataan, Senin.

RSS
Telegram