Pemerintah Diingatkan Berhati-hati Terkait Pelebaran Defisit APBN

ArtikelDigital.com, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengingatkan pemerintah untuk tetap cermat dan berhati-hati terkait pelebaran defisit APBN.

Ecky Awal Mucharam juga berharap pemerintah dapat menjaga kesepakatan dengan DPR terkait dengan angka defisit yang telah dibahas bersama.

“Rentang angka defisit APBN tahun 2021 telah dibahas bersama antara Pemerintah dengan DPR. Angkanya sudah diusulkan oleh pemerintah dan dibahas bersama DPR. Jangan tiba-tiba sepihak dilakukan perubahan di luar rentang yang sudah disepakati,” kata politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dilansir dari Antara.

Ecky pun mengingatkan bahwa pelebaran defisit terkait dengan utang yang akan menjadi beban generasi ke depan. Pihaknya meminta pemerintah tetap hati-hati dan mempertimbangkan aspek kebermanfaatan, efisiensi dan efektivitas utang.

Dirinya menyampaikan, dalam Rapat Paripurna DPR terakhir, pemerintah dan DPR telah menyepakati kerangka asumsi makro untuk RAPBN 2021.

Adapun rentang yang disepakati untuk defisit anggaran adalah 3,21-4,17 persen terhadap PDB dan rasio utang di kisaran 37,64-38,5 persen terhadap PDB.

“Ini sudah dibahas cukup mendalam dan mempertimbangkan kebutuhan untuk pemulihan ekonomi yang memadai. Sehingga secara umum seharusnya sudah memadai dan jangan sepihak diubah,” katanya.

Lebih lanjur, ia menyatakan utang yang besar akan membebani APBN dalam jangka panjang karena beban bunganya akan sangat berat.

Seperti diketahui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk menaikkan defisit anggaran dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Itu guna mendukung pembiayaan program prioritas, termasuk penanganan dampak COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

RSS
Telegram