Pengamat: Jokowi Masih Ragu-Ragu Reshuffle Menterinya karena Tersandera Partai Politik

Spread the love

ArtikelDigital.com, Ancaman reshuffle dilontarkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu hingga sekarang belum ada tanda-tanda perombakan di Kabinet Indonesia Maju.

Banyak pihak yang menilai marah-marah Jokowi itu hanya sekedar gimmick untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Namun, lain halnya dengan Pegamat Politik Universitas Negeri Jakarta Ubaidillah Badrun mengatakan Jokowi masih dinilai ragu-ragu reshuffle menterinya.

Padahal, menurut Ubaidillah kinerja Menteri atau anak buah Jokowi di Kabinet Indonesia Maju sudah sepatutnya dirombak ulang.

Terutama Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri investasi, Perindustrian, Kesehatan, Kelautan, Pertanian.

“Mungkin keraguan Jokowi masih tersandera oleh beberapa partai politik dan oligarki ekonomi,” demikian Kata Ubaidillah saat dihubungi Pojoksatu, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Ia menjelaskan partai politik yang menyandra Jokowi. Diantaranya, Partai PDI-Perjuangan, Golkar, Gerindra.

“Beberapa partai itu tingkat pengaruhnya cukup besar mempengaruhi langkah Jokowi,” tutur Ubaidillah.

Oleh karena itu, lanjutya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak berdaya jika harus berhadapan dengan meraka.

Kendati demikian, tambah Ubaidillah soal reshuffle itu hanya Jokowi yang tau karena merupakan hak progratif Presiden.

Sebelumnya, Jokwi mengatakan akan mereshuffle Menterinya atau merombak Kabinet Indonesia Maju karena dinilai kinerjanya masih biasa-biasa saja, padahal sedang dalam kondisi darurat.

“Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya,” ujar Jokowi dalam video dari Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2020.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikannya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 18 Juni 2020. Dia berbicara dengan nada tinggi.