Pengamat: Tak Ada Reshuffle Kabinet, Rakyat Sulit Percaya Pak Jokowi

ArtikelDigital.com, Rencana reshuffle kabinet yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat marah-marah, hingga kini belum terwujud.

Pengamat politik dari Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan, rakyat akan sulit mempercayai pemerintahan Jokowi jika tak segera melakukan reshuffle kabinet.

“Kemungkinan besar rakyat tak akan percaya lagi kepada pemerintahan Jokowi,” ujar Ujang, Jakarta (12/7/2020).

Sebab, kata Ujang, mayoritas kinerja menteri Jokowi dinilai tidak becus dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Dan yang perlu dicatat Jokowi marah-marah mengancam reshuffle. Lalu tak ada reshuffle. Itu akan ada back fire atau rakyat tak akan percaya lagi,” tegasnya.

Kendati demikian, lanjut Ujang, soal ada atau tidaknya perombakan kabinet itu tetap hak mantan prerogatif Presiden Jokowi

Tapi, menurut Dosen Tetap Universitas Al-Azhar ini, sebagai kepala negara, Jokowi sepatutnya membuktikan ancaman amarahnya kepada publik.

“Kita tunggu saja, kalau dilakukan berarti dia serius,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jokwi marah-marah dan mengancam akan mereshuffle menterinya yang kinerjanya biasa-biasa saja.

“Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya,” ujar Jokowi dalam video dari Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2020.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikannya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.

RSS
Telegram