Penggalangan Dana Mendukung Veronica Koman untuk Mengembalikan Uang Beasiswa

ArtikelDigital.com, Kelompok masyarakat sipil Papua Itu Kita (Papua Is Us) dan publikasi berbasis di Jayapura Jubi telah memulai gerakan penggalangan dana untuk mendukung pengacara hak asasi manusia Indonesia Veronica Koman yang baru-baru ini diminta untuk mengembalikan dana beasiswa yang disponsori pemerintah untuk studinya di Australia.

“Penduduk Papua memulai penggalangan dana karena mereka berterima kasih kepada Veronica yang telah menjadi advokat vokal untuk masalah hak asasi manusia di Papua. Mereka juga ingin membantunya,” kata pengacara Veronica, Michael Hilman, Kamis.

Veronica diminta mengembalikan uang beasiswa sejumlah Rp 773,8 juta (US $ 52.760) dari Dana Abadi untuk Pendidikan (LPDP) yang diterimanya pada September 2016 untuk memungkinkannya menempuh pendidikan magister hukum di Australian National University.

Korea Utara Mencabut Lockdown di Kota Perbatasan Setelah Dugaan Kasus COVID-19 ‘Tidak Meyakinkan’

Hilman mengatakan Veronica telah membayar kembali Rp 64,5 juta dari beasiswa Rp 773,8 juta dari uangnya sendiri, tetapi dia berharap penggalangan dana dapat melunasi sisa dana yang diminta.

Pada hari Selasa, Veronica yang saat ini berdomisili di Australia memposting pernyataan yang mengklaim bahwa pemerintah Indonesia telah memaksanya untuk mengembalikan uang beasiswa sebagai bentuk “hukuman finansial” atas aktivitasnya dalam membela hak asasi manusia di Papua dan Papua Barat.

“Namun, pemerintah Indonesia menganggap pengabdian saya ke Papua sebagai bentuk makar karena tidak pernah menganggap Papua sebagai bagian dari NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia].

Veronica sebelumnya telah membantah klaim LPDP yang mengatakan bahwa dia kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Persatuan Pengacara Hak Asasi Manusia untuk Papua (PAHAM Papua) yang berbasis di Jayapura pada tahun 2018 dan dia juga memberikan layanan hukum pro-bono kepada aktivis Papua dalam tiga persidangan terpisah di Timika, dari April hingga Mei 2019.

Namun, LPDP mengklaim bahwa Veronica belum lulus ketika kembali ke Tanah Air.

RSS
Telegram