Pengusaha Batu Bara Indonesia Bermitra dengan Perusahaan China untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Mobil Listrik

Spread the love

ArtikelDigital.com, Perusahaan energi PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) telah menandatangani kesepakatan dengan dua perusahaan China untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berukuran sedang dan pabrik mobil listrik di Indonesia.

SESM, yang bisnis intinya adalah perdagangan batubara, pada Rabu menandatangani kesepakatan dengan multinasional tenaga surya yang berbasis di Hefei, Sungrow Power Supply Co Ltd untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 10,5 megawatt (MW) di Sumatera Selatan, salah satu jantung batubara negara itu. .

Hingga saat ini, pembangkit tenaga surya terbesar di Indonesia yang beroperasi adalah pembangkit Likupang 15 MW di Sulawesi Utara dan yang terbesar dalam pengembangan adalah PLTS Cirata 150 MW di Jawa Barat.

“SESM dan Sungrow akan memulai pembangunan pabrik pada September 2020 dan kami berencana mengoperasikannya pada Januari 2021,” kata presiden direktur SESM Zulfian Mirza dalam pernyataan bersama pada Rabu.

“Ini kesempatan bagi Sungrow untuk terus berkembang, melihat potensi lain di Indonesia ke depan,” kata Kepala Sungrow Indonesia Baggio Teng.

Sungrow memperkirakan bisa mengembangkan proyek pembangkit tenaga surya senilai 1,5 GW di penampungan air dan lubang tambang yang ditinggalkan di seluruh Indonesia, tambahnya.

SESM, anak perusahaan PT Exploitasi Energi Indonesia, pada Rabu juga menandatangani kesepakatan dengan produsen otomotif asal Zhejiang Today Sunshine New Energy Vehicle Industry Co Ltd untuk mengembangkan pabrik di Batam, Kepulauan Riau, yang merupakan kawasan industri dan bebas biaya. area perdagangan. Produk paling ikonik dari pembuat mobil adalah mobil listrik kecil, dua tempat duduk, dan kecepatan rendah.

Pengembang merencanakan pabrik untuk memproduksi 10.000 kendaraan listrik lima tempat duduk setiap tahun. Sejak didirikan pada tahun 2014 hingga saat ini, Today Sunshine telah memproduksi 50.000 kendaraan.

Kedua perusahaan menargetkan pembangunan pabrik di Indonesia mulai tahun depan.

“Kami akan menindaklanjuti kesepakatan dengan memproses izin terkait persyaratan kandungan lokal dan izin prinsip lainnya,” kata Direktur Energi Terbarukan SESM M. Hamzah.

Indonesia pada Agustus tahun lalu mengesahkan peraturan presiden yang menetapkan beberapa insentif fiskal untuk mengembangkan industri kendaraan listrik dan aki mobil dalam negeri.

Pemerintah menargetkan ekspor 1 juta kendaraan pada 2025, 20 persen di antaranya adalah listrik.