Pihak berwenang Bali membubarkan pengunjung pesta, menutup bar karena gagal mengikuti protokol kesehatan

Pihak berwenang Bali membubarkan pengunjung pesta, menutup bar karena gagal mengikuti protokol kesehatan

ArtikelDigital.com, Pemerintah setempat telah menutup sebuah bar di Kuta di Kabupaten Badung, Bali, karena mengadakan pesta yang gagal mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Personil Badan Urusan Umum Badung (Satpol PP) dan otoritas desa adat pertama-tama membubarkan partai, sebagian besar dihadiri oleh orang asing, pada Kamis malam setelah laporan dari penduduk setempat bahwa sebagian besar peserta tidak mengenakan topeng dan bahwa langkah-langkah jarak fisik tidak dikenakan .

“Kami menghentikan [pesta] pada jam 8 malam. Tidak mungkin seperti itu. Kita harus bekerja berdasarkan peraturan. Tidak ada penggunaan topeng atau jarak fisik, ”kata kepala desa adat Kuta Wayan Wasista seperti dilansir kompas.com, Jumat.

Kepala PP Satpol Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara mengatakan kantornya memanggil perwakilan manajemen bar untuk mendapatkan informasi. Bar, katanya, telah diminta untuk menutup operasi mulai Jumat.

“Jika mereka bersikeras tetap terbuka, kami akan melaporkannya ke Kepolisian Kuta,” katanya.

Menyusul rencana untuk secara bertahap membuka kembali perekonomian di Indonesia, banyak tempat peristirahatan dan hiburan di Bali telah menerapkan langkah-langkah menjaga jarak sosial dan protokol kesehatan lainnya untuk mencegah penularan COVID-19.

Namun, beberapa bisnis belum mematuhi langkah-langkah yang diperlukan. Peristiwa serupa terjadi di sebuah restoran di Canggu, Badung, pada Rabu malam.

Pihak berwenang membubarkan kerumunan di sana setelah dilaporkan bahwa sebagian besar pelanggan tidak mengenakan topeng.

Pertemuan yoga baru-baru ini di Ubud juga menarik perhatian publik setelah ditemukan bahwa banyak orang di sana gagal mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Bali telah mencatat 1.263 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan 11 kematian dan 730 pemulihan, menurut data satuan tugas COVID-19 nasional yang dirilis Jumat.

Dua dari sembilan kota dan kabupaten di Bali – Denpasar dan Karangasem – dianggap zona berisiko tinggi oleh pemerintah pusat, sementara enam daerah, termasuk Badung, adalah zona berisiko menengah.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •