Polisi Hukum Pengantin Pria di Pernikahan

ArtikelDigital.com, Peristiwa itu terjadi di acara resepsi pernikahan Solehudin dan Dian Masitha di Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Awalnya, suasana resepsi berjalan lancar. Tiba-tiba seorang anggota polisi datang. Polisi itu diketahui bernama Aipda Harid Kurniawan. Ia adalah Babinkamtibmas desa setempat.

Aipda Harid Kurniawan melihat mempelai tidak mengenakan masker. Ia pun langsung naik ke atas pelaminan dan menyuruh mempelai pria untuk push-up.

Pengantin dihukum push up lantaran mengabaikan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Pengantin pria, Solehudin pun hanya bisa pasrah. Ia tak bisa menolak sanksi dari Aipda Harid Kurniawan.

Solehudin push-up di depan Aipda Harid Kurniawan. Istri Solehudin, Dian Masitha tampak tersipu menyaksikan suaminya dihukum polisi di depan para tamu dan undangan.

Gelak tawa para tamu undangan pun mewarnai kejadian tersebut. Bahkan, tamu undangan bertepuk tangan ketika polisi memberikan masker kepada Solehuddin.

Aipda Harid mengaku memberikan hukuman kepada pengantin pria lantaran tidak mengenakan masker.

“Saya ke acara hajatan untuk cek protokol kesehatan yang diberlakukan. Ternyata Pengantinnya gak pakai masker. Ya, itu kejadiannya,” ujarnya, Jumat (28/8).

Ia mengatakan, sanksi tersebut diberikan sebagai pembelajaran bagi masyarakat terutama yang sedang menggelar hajatan di tengah pandemi Covid-19 untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

RSS
Telegram