Polisi Sulawesi Selatan Diperiksa Atas Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Tiga Petugas Wanita

ArtikelDigital.com, Polda Sulsel telah melakukan proses hukum terhadap Kapolres Kepulauan Selayar karena diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anggota polisi wanita yang merupakan anak buahnya.

“Pelecehan itu tidak fisik tetapi verbal melalui kata-kata yang tidak pantas. Itu menyinggung martabat dan kehormatan para korban, oleh karena itu pelaku harus menjalani proses hukum dan etika, ”kata juru bicara Polda Sulsel Kombes. Ibrahim Tompo pada hari Sabtu.

Kasus ini terungkap setelah tiga petugas polisi wanita melaporkan petugas tersebut, yang diidentifikasi hanya sebagai Inspektur Pertama. AM, 47, untuk pelecehan seksual di bulan Juli.

“Awalnya, seorang polisi wanita menyebutkan pelecehan itu kepada sesama petugas wanita. Ternyata dia bukan satu-satunya korban. Dua petugas wanita lainnya diganggu pada 2017 dan 2020, ”kata Ibrahim.

Ketiga wanita tersebut kemudian melaporkan kasus tersebut kepada atasan mereka, yang membuka penyelidikan terhadap AM. Dalam pemeriksaan pendahuluan di mana tiga perempuan dan enam saksi diperiksa, Kapolsek Kepulauan Selayar Kombes. Temmangnganro Machmud memutuskan untuk menghapus AM dari posnya.

Ibrahim mengatakan Temmangnganro awalnya mencoba menengahi kasus tersebut, tetapi setelah ketiga korban bersikeras untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan, Polda Sulawesi Selatan setuju untuk memulai proses hukum.

Kasus tersebut ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polda Sulsel, sedangkan kasus dugaan pelanggaran etik ditangani oleh Divisi Dalam Negeri. Investigasi masih berlangsung, kata Ibrahim.

“Pelaku mengaku hanya bercanda, tapi bagi korban yang dia lakukan adalah pelecehan,” imbuhnya.

Ketiga perempuan tersebut melanjutkan tugasnya di Polres Kepulauan Selayar sekaligus mendapatkan pendampingan trauma healing.

Selain kasus pelecehan seksual, Polres Selayar juga menetapkan AM sebagai tersangka kasus illegal logging.

RSS
Telegram