• Sel. Agu 4th, 2020

Politisi PKS Pertanyakan 30 Perusahaan Eksportir Benih Lobster: Kita Khawatir Kuota Ini Diperdagangkan

Byadmin

Jul 17, 2020

ArtikelDigital.com, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal mempermasalahkan izin ekspor benih lobster, karena dinilai masih banyak perlu dipertanyakan.

Salah satunya, terkait perushaan eksportir benih lobster yang banyak bermunculan pasca diberlakukannya Peraturan Pemerintahan Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 tahun 2020.

Ia mengatakan, dalam Permen KP tersebut mengatur tentang pengelolaan lobster.

Demikian disampaikan Andi Akmal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Politisi Partai Keadila Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, untuk menjadi perusahaan eksportir ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Minimal pernah dua kali panen dalam enam bulan, baru bisa mendapatkan izin ekspor,” kata Andi Akmal.

Sayangnya, Permen KP ini diikuti dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan eksportir yang dinilainya sangat tiba-tiba.

“Namun, ada perusahaan yang diduga sengaja mengambil kuota ekspor, kita khawatirkan kuota ini diperdagangkan. Padahal sudah jelas didalam Permen KP Nomor 12 itu,” tegasnya.

Anak buah Sohibul Iman ini menambahkan, saat ini sudah ada 30 perusahaan ekportir lobster yang mendapat kuota.

“Apakah 30 perusahaan ini sudah punya lahan dan bekerja sama dengan nelayan kecil?” tanya Andi.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengatakan, keputusan yang diambilnya sudah berdasarkan kajian ilmiah dan mengikuti semua prosedur.

“Alasan utama saya mengeluarkan izin (ekspor lobster) tersebut ingin menghidupkan kembali puluhan ribu nelayan penangkap benih yang kehilangan pekerjaan,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, bisa mendorong budidaya lobster di dalam negeri tanpa mengabaikan keberlanjutan.

“Saya tidak peduli di-bully, yang penting saya berbuat yang terbaik untuk masyarakat saya. Saya enggak takut dikuliti, karena yang saya perjuangkan bagaimana masyarakat kita bisa makan, dan itu sesuai perintah Presiden,” pungkasnya.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •