• Sel. Agu 4th, 2020

Prabowo Diingatkan Jokowi, Arief Poyuono Langsung Bereaksi

Byadmin

Jul 10, 2020

ArtikelDigital.com, Presiden Jokowi memberikan peringatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Momen itu terjadi pada rapat terbatas tentang Percepatan Penyerapan Anggaran di 6 Kementerian dan Lembaga di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Selain Prabowo, peringatan juga ditujukan kepda sejumlah menteri, Kapolri, serta kepala lembaga lainnya.

Jokowi meminta agar cepat membelanjakan anggaran masing-masing untuk mendongkrak ekonomi tanah air.

Rapat terbatas itu sendiri kemudian disiarkan secara luas melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Banyak yang menilai bahwa itu adalah kemarahan Jokowi kepada Prabowo.

Namun, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono tidak sependapat bila arahan Presiden Jokowi itu dimaknai sebagai bentuk kemarahan.

“Saya rasa sih enggak marah ya Kang Mas Joko Widodo sama Mas Bowo,” ujarnya kepada JPNN, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, itu hanya permintaan agar mengutamakan membeli produk dalam negeri.

“Kang Mas (Jokowi) hanya mengingatkan agar belanja negara lebih diutamakan untuk belanja di dalam negeri,” tuturnya.

Tujuan dari arahan presiden itu menurutnya jelas agar anggaran ratusan triliun di sejumlah kementerian itu duitnya berputar di dalam negeri.

Selain itu, dengan membelanjakan anggaran tersebut di dalam negeri, perusahaan nasional juga bisa menyerap lapangan kerja baru serta berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Misalnya anggaran beli senjata dan alutsista baik di Kemenhan dan Polri yang memang sebaiknya dibelanjakan ke dalam negeri saja.”

“Seperti di Pindad, PAL , IPTN atau swasta yang punya pabrik di Indonesia. Itu jauh lebih bagus,” jelasnya.

Dalam rapat itu Presiden Jokowi meminta 6 kementerian dan lembaga dengan anggaran besar secepatnya membelanjakan uangnya.

Seperti di Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kemenhub Rp 32,7 triliun.

“Saya rasa Mas Bowo ngerti banget dengan arahan Kang Mas Joko Widodo untuk lebih baik belanja di dalam negeri,”

“Apalagi Mas Bowo itu sangat suka made in Indonesia dari dulu untuk perlengkapan militer,” tandas ketum FSP BUMN Bersatu ini.

Jokowi saat rapat itu meminta para menteri dan kepala lembaga negara lainnya memiliki rasa krisis yang sama mengenai dampak ekonomi saat ini.

Apalagi negara harus berkejaran dengan waktu dalam mengatasi dampak pandemic COVID-19.

Oleh karena itu, Presiden ketujuh RI tersebut meminta para menteri untuk menyetop belanja anggaran ke luar negeri.

Dia minta Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan belanja di PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad atau PT PAL.

“Yang bayar di sini, ya, yang cash, cash, cash APBN. Beli produk dalam negeri, saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,”

“Kepolisian juga sama. Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, rem dulu,”

“Beli belanja yang produk-produk kita agar apa? Ekonomi kena trigger bisa memacu growth kita, pertumbuhan kita,” tegasnya.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •