Rencana Biodiesel B40 Indonesia Kembali Ke Jalurnya Setelah Harga Minyak Sawit Membaik

Spread the love

ArtikelDigital.com, Pemerintah telah menghidupkan kembali rencana untuk meningkatkan program biodiesel Indonesia setelah jeda selama lima bulan yang disebabkan oleh harga minyak sawit yang lemah dan krisis kesehatan global yang sedang berlangsung.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini memerintahkan raksasa bahan bakar milik negara Pertamina untuk menghidupkan kembali program tersebut beberapa hari setelah perusahaan tersebut memproduksi batch eksperimental biodiesel baru dan menandatangani kesepakatan untuk membangun pabrik katalis biodiesel.

Menteri memerintahkan Pertamina untuk memproduksi 40 persen biodiesel campuran (B40) pertama kali yang terdiri dari 30 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME), 10 persen solar hijau dan 60 persen solar berbahan bakar fosil.

“Saya menginginkannya pada Juli 2021,” katanya dalam webinar yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia pada 30 Juli.

Program biodiesel adalah salah satu dari banyak strategi Indonesia untuk mengurangi impor minyak dan menurunkan emisi karbon dioksida. Program tersebut telah ditingkatkan sejak 2016 dimulai dengan biodiesel B20, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12/2015.

Perintah menteri itu juga mengikuti keberhasilan uji coba tiga hari milik negara Pertamina dengan produksi 1.000 barel per hari (bph) diesel hijau D100 di kilangnya di Dumai, Riau, yang merupakan jantung kelapa sawit Indonesia.

Menteri Airlangga pertama kali mengumumkan rencana B40 pada bulan Februari tetapi tetap diam setelah harga minyak sawit mulai jatuh pada bulan-bulan berikutnya dan ketika Indonesia mengalihkan sumber dayanya untuk mengatasi COVID-19.

Harga minyak sawit global mencapai level terendah tahun ini pada 2.000 ringgit (US $ 476,47) per ton pada 6 Mei, tetapi sejak itu telah pulih menjadi 2.780 ringgit per ton pada 30 Juli, menurut patokan global Bursa Malaysia Derivatives.

Pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Airlangga juga mulai membuka kembali perekonomian yang diharapkan dapat mendongkrak konsumsi minyak sawit dalam negeri.

Direktur energi terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sutijastoto juga mengatakan pihaknya sedang mengerjakan peraturan baru untuk mengakomodasi bahan bakar nabati B40, karena peraturan yang ada tidak mengharuskan Indonesia untuk melampaui B30.

“Kami akan mendorongnya. Tapi bisa keluar tahun ini atau tahun depan, ”ujarnya, 28 Juli.

Gabungan Pengusaha Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum memberikan dukungan atas rencana pemerintah B40 tersebut.

“Gaikindo meminta diberikan waktu untuk mempersiapkan penerapan B40,” kata ketua asosiasi Jongkie Sugiarto kepada The Jakarta Post, Senin.

Pembuat mobil membutuhkan waktu untuk mendesain ulang kendaraan agar sesuai dengan bahan bakar baru, jelasnya. Bahan bakar dengan emisi rendah terkenal di antara asosiasi kendaraan komersial karena merusak mesin dan membutuhkan perawatan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Indonesia masih terus mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap larangan Uni Eropa atas bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Komisi Eropa menyimpulkan pada 2019 bahwa budidaya kelapa sawit menyebabkan deforestasi yang berlebihan dan mengeluarkan undang-undang untuk menghentikan penggunaannya sebagai bahan bakar transportasi antara tahun 2023 dan 2030.

“Kami tidak perlu takut dengan LSM asing yang negatif itu,” kata ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Master Parulian Tumanggor.

Memproduksi diesel hijau tetap jauh lebih mahal daripada memproduksi B30, kata Budi Santoso Syarif, wakil direktur anak perusahaan kilang PT Pertamina Kilang International, juga pada hari Kamis.

“Kami butuh insentif agar produknya kompetitif,” ujarnya.

Pertamina juga menandatangani pada 29 Juli kesepakatan dengan produsen pupuk milik negara PT Pupuk Kujang dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membangun pabrik katalis biodiesel.

Pabrik pupuk tersebut diharapkan dapat memulai konstruksi pada tahun 2020 dan selesai pada kuartal kedua tahun 2021. Fasilitas tersebut akan dibangun di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Jawa Barat.

“Produksi sudah siap jadi langkah selanjutnya adalah pasar,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono.

5 Comments

  • Dưới một triệu 1 Triệu – 3 Triệu 3 Triệu – 5
    Triệu 5 Triệu – 8 Triệu 8 Triệu – 12 Triệu Trên 12
    Triệu

  • I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was good.
    I do not know who you are but definitely you are
    going to a famous blogger if you aren’t already 😉 Cheers!

  • Your way of explaining the whole thing in this article is really nice, all can without difficulty understand it, Thanks a
    lot.

  • WOW just what I was looking for. Came here by searching for i want a life coach

  • Highly energetic post, I loved that a lot. Will there be a part 2?

Comments are closed.