Risma dan Bima Arya Wali Kota Terbaik Tangani Covid-19

Risma dan Bima Arya Wali Kota Terbaik Tangani Covid-19

ArtikelDigital.com, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dinilai publik sebagai kepala daerah di tingkat kota/kabupaten berkinerja terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Itu tergambar dalam hasil survei terbaru yang dirilis Charta Politika, Rabu (22/7).

Ada 14 nama kepala daerah yang dinilai berkinerja terbaik dalam penanganan Covid-19, baik gubernur maupun bupati/wali kota.

Sementara Risma dan Bima Arya, menduduki posisi lima dan enam dengan penilaian 2,2 persen dan 1,3 persen.

Keduanya dikuntit Azwar Anas (1,1 persen), Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (1,0 persen) serta Bupati Bogor Ade Yasin (0,5 persen).

Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menduduki posisi teratas dengan 15,6 persen.

Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (13,4 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (11,8 persen) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (5,1 persen).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menjelaskan, survei sengaja dilakukan secara terbuka tidak dibatasi gubernur, walikota atau bupati saja.

“Silahkan mereka jawab karena terbuka undecided-nya. Angka tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) sangat besar memang di angka 34,6 persen,” ujar Yunarto Wijaya.

Di sisi lain, berdasarkan tingkatan, pemerintah provinsi mendapat penilaian paling rendah dibanding kabupaten/kota atau pusat.

Tercatat, sebanyak 63,6 persen publik cukup puas dengan pemerintahan kabupaten/kota dalam penanganan pandemi Covid-19.

Disusul di bawahnya pemerintah pusat 56,3 persen dan pemerintah provinsi 52,5 persen.

Sedangkan yang menjawab tidak puas, pemerintah provinsi mendapatkan 37,3 persen, pemerintah pusat 32,2 persen dan pemerintah kabupaten/kota 24,8.

“Salah satu hipotesanya adalah dari otoritas yang dimiliki pemerintah provinsi dalam konsep otonomi daerah kita, termasuk bagaimana otoritas yang dimiliki ketiganya dalam penanganan covid,” jelasnya.

Untuk diketahui, survei Charta Politika ini dilakukan pada 6-12 Juli 2020 dengan jumlah sampel 2.000 responden secara nasional.

Metode wawancara melalui telepon dengan metode simple random sampling.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sampai 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,19 persen.