RUU Cipta Kerja Dinilai Bisa Atasi Tantangan Bonus Demografi

Spread the love

ArtikelDigital.com, Pengamat Ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at Law (IClaw), Hemasari Dharmabumi menilai kehadiran RUU Cipta Kerja bisa menjawab tantangan bonus demografi atau potensi pertumbuhan ekonomi.

Pasalnya, RUU Cipta Kerja yang pembahasannya diusulkan pemerintah kepada DPR merupakan sebuah terobosan hukum untuk menghadapi bonus demografi.

“Pemerintah melihat ada potensi ancaman dari bonus demografi. Karenanya, RUU Cipta Kerja dibuat oleh pemerintah untuk ciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Hemasari dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7).

Menurut Hemasari, bonus demografi akan membuat angkatan kerja di Indonesia meningkat tajam.

Dengan membludaknya angkatan kerja, lanjut Hemasari, akan menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan politik jika tidak disertai ketersediaan lapangan kerja yang cukup.

“RUU Cipta Kerja ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja, bukan secara khusus mengatur keternagakerjaan,” ungkapnya.

“Kenapa pemerintah membuat RUU Cipta Kerja ini? Karena tingkat pengguran di Indonesia ini masih sangat tinggi. RUU Cipta Kerja akan mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja,” tutur Hemasari.