• Sel. Agu 4th, 2020

RUU PKS Ditarik dari Prolegnas, Kekerasan Seksual Bakal Terus Terjadi

Byadmin

Jul 6, 2020

ArtikelDigital.com, Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) hingga sekarang masih menjadi polemik.

Padahal, kekerasan seksual kerap terjadi di kalangan wanita. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepada semua fraksi secepatnya mengesahkan RUU PKS.

Menurut Sahroni, kehadiran RUU PKS di tengah masyarakat sangat ditunggu untuk menjadi payung hukum bagi korban pelecehan seksual.

“Kami dari Fraksi Nasdem siap memperjuangkan mereka. Kita harus memberikan perlindungan hukum yang maksimal pada mereka,” kata Syahroni, Senin (6/7/2020).

Politisi Partai Nasdem ini mengaku sering mendapatkan laporan terkait dengan kekerasan seksual.

“Saya juga sedang mendampingi korban kekerasan seksual yaitu anak perempuan yang dicabuli oleh ayahnya sendiri, dia mengatakan butuh perlindungan hukum,” sambungnya.

Menurutya, selama RUU PKS belum disahkan, maka angka kekerasan seksual di Indonesia masih akan terus terjadi secara masif.

“Jika pengesahan terus ditunda, dan para fraksi talik ulur RUU PKS, selamanya kekerasan seksual akan terjadi kepada anak bangasa ini,” tuturnya.

Untuk diketahui, Komisi VIII DPR RI pada Kamis (30/6) lalu, menarik RUU PKS dari prolegnas prioritas 2020 dengan alasan keterbatasan waktu.

Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang mengatakan, tidak ada cukup waktu bagi Komisi VIII menyelesaikan pembahasan RUU PKS tahun ini.

Usulan ini lantas ditindaklanjuti dengan kesepakatan antara pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada Kamis (2/7) dalam Rapat Evaluasi Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2020.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •