Sisi Gelap Pinggiran Kota Dubai

ArtikelDigital.com, Mendengar kata Dubai pasti yang ada dalam pikiran kalian semua merupakan kota sumbernya orang-orang kaya.

Dan mungkin banyak yang menganggap tidak ada orang miskin sama sekali Dubai.

Jika melihat di dunia sosial media seperti Instagram atau Facebook, banyak sekali masyarakat Dubai memamerkan kekayaannya dengan menggunakan berbagai macam perhiasan.

Bukan hanya itu saja, tak jarang mereka berpose dengan mobil sport berlatar belakang rumah megah.

Tapi siapa sangka, dibalik keindahan Dubai ternyata menyimpan sisi gelap.

Apa yang orang pikirkan tapi faktanya tidak demikian, kota sekelas Dubai saja masih terdapat banyak orang-orang miskin.

Gambaran itulah yang tersirat dalam hasil jepretan fotografer asal Iran Farhad Berahman yang mendokumentasikan kehidupan buruh Asia Selatan yang bekerja di Dubai.

Jepretan yang Farhad ambil merupakan lokasi di Sonapur.

Sonapur adalah sebuah kamp kerja di pinggiran Dubai yang jauh dari kemewahan dan gedung-gedung pencakar langit.

Sonapur memiliki arti “Kota Emas” dalam bahasa Hindi.

Daerah ini merupakan tempat bagi 1.500 pekerja yang sebagian besar berasal dari Pakistan, China dan Bangladesh.

Fotografer berusia 33 tahun itu menjelaskan kalau ada tiga golongan orang di Dubai, yakni emirat, ekspatriat, dan golongan bawah.

Dia juga menceritakan kalau buruh banyak yang dipaksa bekerja ekstra di bawah terik panas matahari yang mencapai 50 derajat Celcius.

Jahatnya lagi, paspor para pekerja harus ditahan oleh majikannya agar mereka semua tidak kabur.

Hal itu justru sangat berbanding terbalik dengan hukum yang ada di Dubai. Hukum mengatakan tempat kerja harus tertutup ketika suhu sangat tinggi.

Agar para buruh tidak kepanasan dan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga, namun keadaannya justru berbanding terbalik dengan hukum yang berlaku.

Bangunan tempat buruh tinggal pun tidak semewah seperti yan gada di pusat kota. Biasanya buruh tinggal bersama empat orang lainnya dalam satu ruangan yang sempit.

Tanpa ada fasilitas yang memadai mereka harus rela hidup dengan kekumuhan yang ada.

RSS
Telegram