Studi Menemukan: Indonesia Paling Yakin Kedua di Asia Tenggara Tentang Membuka Kembali Pariwisata

ArtikelDigital.com, Indonesia adalah negara paling percaya diri kedua di Asia Tenggara tentang membuka kembali sektor pariwisata dengan 71 persen orang Indonesia mengatakan negara mereka sudah siap, sebuah survei terbaru menunjukkan.

Hasilnya adalah bagian dari survei bersama yang dilakukan oleh lembaga penelitian sosial Blackbox Research, penyedia data Dynata, dan perusahaan terjemahan Language Connect, berjudul Unravel Travel: Fear & Possibility in a Post Coronavirus (COVID-19) World, yang meneliti sentimen, preferensi, dan ekspektasi sekitar 10.000 orang di 17 negara terkait perjalanan di dunia pasca-COVID-19.

Secara keseluruhan, skor kepercayaan perjalanan Indonesia berada di angka 65 dari 100, lebih tinggi dari rata-rata global yang sebesar 61. Indonesia berada di belakang negara tetangga Thailand.

Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terpukul oleh wabah virus korona karena orang tinggal di rumah dan membatasi perjalanan untuk menghindari tertular virus. Pandemi sejauh ini telah merenggut sekitar Rp 85 triliun (US $ 5,87 miliar) dari pendapatan pariwisata Indonesia sepanjang tahun ini, menurut data dari Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Dalam upaya membantu pemulihan pariwisata selama pandemi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 19 Juni menandatangani keputusan tentang pedoman kesehatan untuk fasilitas umum, antara lain hotel, restoran, dan tujuan wisata.

“Studi kami memperkuat fakta bahwa pariwisata internasional adalah pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Sebagian besar operator siap untuk memulai kembali, dengan protokol keselamatan dan kebersihan yang diberlakukan dengan tegas, “kata kepala operasi Blackbox Research Saurabh Sardana dalam pernyataan resmi pada hari Kamis.

Optimisme masyarakat Indonesia terkait perjalanan juga memberikan prospek yang baik untuk destinasi pariwisata negara seperti Bali, yang baru-baru ini membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan domestik pekan lalu dan berencana untuk menyambut wisatawan asing pada 11 September.

Saat Bali dibuka kembali untuk wisatawan domestik pada 31 Juli, diperkirakan 4.000 penumpang dilaporkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Perwakilan Kantor Otoritas Bandara Area IV Puguh Lukito mengatakan bandara Ngurah Rai melayani 28 kali take off dan 28 pendaratan pada hari itu.

Dengan penurunan pariwisata yang sangat besar, mayoritas masyarakat Indonesia berharap pemerintah meningkatkan upaya promosinya untuk menarik wisatawan karena mereka memahami pentingnya pariwisata bagi perekonomian negara secara keseluruhan, data survei menunjukkan.

Menurut survei, 96 persen responden Indonesia menganggap pariwisata sebagai kontributor penting bagi perekonomian lokal, persentase tertinggi secara global.

Namun, meski sentimen lokal tentang memulai kembali pariwisata telah menggembirakan, Indonesia dapat menghadapi tantangan dalam mendapatkan kembali kepercayaan wisatawan mengingat Indonesia telah mencatat jumlah kasus COVID-19 tertinggi yang dikonfirmasi di Asia Tenggara, menurut Sardana.

“Pembukaan kembali Bali akan menjadi ujian stimulus bagi Indonesia, dan akan sangat mempengaruhi upaya negara untuk menghidupkan kembali pariwisata secara keseluruhan,” kata Sardana.

“Pemerintah Indonesia perlu memainkan peran kunci dalam meyakinkan wisatawan dari seluruh dunia bahwa bepergian ke tujuan yang mereka inginkan aman.”

Hingga Rabu, Indonesia telah mencatat 116.781 kasus COVID-19, dengan 73.889 pemulihan dan 5.452 kematian.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan pada hari Selasa bahwa Bali aman untuk dikunjungi dan pemerintah daerah serta bisnis mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencegah penularan COVID-19.

“Meskipun kita harus tetap waspada terkait virus tersebut, kita tidak boleh paranoid. Aman untuk mengunjungi Bali, tapi harap patuhi protokol kesehatan yang diterapkan di pulau itu, ”katanya dalam diskusi online yang diadakan oleh kementerian.

Ia juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti uji polymerase chain reaction (PCR) sebelum berkunjung ke Bali, meski pulau tersebut menerima hasil rapid test sebagai syarat untuk masuk.

RSS
Telegram