Tingkat Perceraian Melonjak di Bandung saat New Normal

Spread the love

ArtikelDigital.com, Tingkat perceraian telah meningkat secara signifikan di Bandung, Jawa Barat, ketika pemerintah melonggarkan pembatasan COVID-19 dalam apa yang disebut periode normal baru, setelah angka tersebut turun secara signifikan selama periode pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Kantor Pengadilan Agama Bandung menerima 433 permintaan cerai pada bulan Maret. Pada bulan April, jumlahnya turun menjadi hanya 103, meskipun naik lagi menjadi 207 pada bulan Mei.

Jumlah itu melonjak pada Juni, karena 706 pasangan telah mengajukan cerai pada hari Rabu, kata kepala pengadilan agama Acep Saifuddin.

Dia mengatakan penurunan permintaan perceraian mungkin disebabkan oleh pembatasan yang diberlakukan oleh pengadilan, seperti memungkinkan orang untuk mengajukan perceraian dengan cara online saja.

“Setelah dimulainya kebijakan normal baru, kami membuka kembali meja pendaftaran kami sebagaimana diatur dalam peraturan Mahkamah Agung. Ini memungkinkan lebih banyak pasangan untuk mengajukan perceraian, ”kata Acep pada hari Jumat

Kepala pengadilan melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasangan telah mengutip berbagai alasan perceraian mereka, mulai dari masalah keuangan hingga perselisihan rumah tangga.

Beberapa negara telah melaporkan peningkatan angka perceraian di tengah pembatasan sosial dan karantina di wilayah yang dilanda COVID-19. China Global Times sebelumnya melaporkan bahwa terjebak di rumah menyebabkan konflik pada banyak pasangan, menyebabkan janji perceraian menjadi berdetak cepat.