Gadgetbahn

Monorel (pada gambar Metro São Paulo Jalur 15) sering dianggap sebagai gadgetbahn. [1]

Gadgetbahn adalah neologisme yang merujuk pada konsep atau implementasi transportasi umum yang digembar-gemborkan oleh pengembang dan pendukungnya sebagai futuristik atau inovatif, tetapi dalam praktiknya kurang memadai atau dapat diandalkan, serta lebih mahal daripada moda transportasi tradisional seperti bus, trem, dan kereta api. Istilah ini merupakan gabungan dari kata bahasa Inggris "gadget" dan kata bahasa Jerman "bahn", yang berarti "kereta".[2][3]

Sejarah

Istilah ini berasal dari abad ke-21,[4][5] dan sering digunakan dalam ranah transportasi umum daring di Twitter dan YouTube.[6][sumber lebih baik diperlukan]

Stasiun Bhakti Park Mumbail Monorail
Stasiun Kandarpada Mumbai Metro

Masalah efektivitas biaya dan keandalan dapat dianalisis dengan sistem yang telah dibangun sebelumnya. Laporan Heathrow Ultra Pods menunjukkan bahwa jalur guideway layang sepanjang 3,8 kilometer menelan biaya £30 juta, jauh melampaui proyeksi awal sebesar £3 juta per kilometer. Sementara itu, studi mengenai Detroit People Mover menunjukkan bahwa biaya operasional per mil penumpang melebihi $3, dibandingkan dengan layanan bus Detroit yang hanya $0,82 per mil penumpang. Dari aspek keandalan, kendala umumnya muncul pada masalah awal yang berkepanjangan dan terbatasnya ketersediaan suku cadang khusus. Studi terkait permasalahan Monorel Mumbai berakhir pada penghentian semua proyek monorel lainnya di India.

Ketika sistem jalur layang khusus diusulkan sebagai alternatif untuk menghindari tingginya biaya pembangunan bawah tanah, gagasan tersebut kerap dilabeli sebagai gadgetbahn, dengan anggapan bahwa rel layang dengan sepur standar atau kereta api ringan sebenarnya sudah memadai.[7] Perbandingan antara Mumbai Monorail dengan Mumbai Metro layang menunjukkan bahwa metode konstruksinya tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama memanfaatkan pilar yang ditempatkan di median tengah jalan utama, sebuah pendekatan yang dipilih untuk mempermudah pembangunan di lingkungan perkotaan.[8][9]

Contoh

Moda transportasi yang termasuk sebagai gadgetbahn meliputi:

Referensi

  1. ^ Weekes, Tim (February 16, 2023). "Does Bristol need a gadgetbahn?". Friends of Suburban Bristol Railways.
  2. ^ "Catbus» Blog Archive » What's a Gadgetbahn?" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-06.
  3. ^ "Gadgetbahn: seductive charms vs. the reality". Leonard, foresight and Innovation by VINCI (dalam bahasa American English). 2018-04-03. Diakses tanggal 2023-02-06.
  4. ^ "Personal Rapid Transit – Cyberspace Dream Keeps Colliding With Reality". Light Rail Now. March 2004. Diakses tanggal 2023-04-01.
  5. ^ "Heading into 2006...It's a Rail Transit World!". Light Rail Now. December 2005. Diakses tanggal 2023-04-01.
  6. ^ Martin, Reece, Trackless Trams: Yet Another Gadgetbahn (dalam bahasa Canadian English), diakses tanggal 2023-10-21
  7. ^ Michael D Setty, Leory W Demery jr (2002-11-25). "Conventional Rail vs. 'Gadgetbahnen'". Planetizen.
  8. ^ Himanshu Burte (February 2022). "Rethinking the space of infrastructure". Indian Institute of Technology Bombay.
  9. ^ "Failure of Mumbai's Monorail Holds Lessons for Urban Planners Everywhere". The Wire India.
  10. ^ Zumbrun, Josh. "Uphill Climb: Cities Push Gondolas on Skeptical Commuters". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-06.
  11. ^ Kovacs, Adam; Westbrook, Adam (2022-10-13). "Opinion | Elon Musk Has Some Bad Ideas for Mass Transit. We Have Solutions". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2023-02-06.
  12. ^ a b Setty, Michael; Demery, Leroy (2002). "Conventional Rail vs. 'Gadgetbahnen'". Planetizen. Diakses tanggal 2023-10-16.
  13. ^ "Why We Lost The World's Only Double-Sided Monorail". The Tim Traveller. 2025-05-01.
  14. ^ "Google gave the Shweeb $1,000,000". Tom Scott. 2023-02-06.
  15. ^ Avidor, Ken (2014). "Minnesota Gadgetbahn – When the Future of Twin Cities Transit Was Up in the Air". Streets mn. Diakses tanggal 2023-10-16.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.