Haipai

Dua wanita Tiongkok mengenakan cheongsam, dalam sebuah iklan tahun 1930-an.
Lukisan Dewi Sungai Luo (洛神) di antara tanaman subur di kedalaman berair yang menjadi wilayah kekuasaannya.

Haipai (Hanzi: 海派, bahasa Shanghai: hepha, [hē̞pʰä́], secara harfiah berarti Gaya (Shang)Hai) yang mengacu kepada avant-garde, tetapi sebenarnya merupakan budaya "Timur Bertemu Barat" yang unik dari Shanghai(上海) di abad ke 20 dan ke-21.

Etimologi

Istilah ini diciptakan oleh sekelompok penulis Beijing pada tahun 1920 untuk mengkritik beberapa sarjana Shanghai dan lapisan masyarakat Tiongkok yang mulai menyukai gaya kapitalisme dan budaya barat.[1] Menurut catatan dalam buku History of Chinese Painting,[2] nama "Haipai" awalnya berasal dari lukisan dan drama,[3][4] yang dipentaskan pada tahun 1937, "Pada masa pemerintahan Kaisar Tongzhi dan Kaisar Guangxu di masa Dinasti Qing, di saat itu sebagian besar pelukis Tiongkok yang tinggal dan hidup di Shanghai mencari nafkah dengan cara menjual lukisan mereka. Untuk mendapatkan keuntungan, pelukis meladeni cita rasa pembeli yang vulgar".

Lukisan mereka secara bertahap menunjukkan gaya yang disebut "Haipai". Selain dari lukisan, pemain opera Peking menganggap Beijing sebagai pusat otoritas Tiongkok dan mereka menyebut drama di kota-kota di luar Beijing beraliran "Haipai". Pada saat itu "Haipai" berkonotasi negatif, karena mewakili budaya vulgar dan tidak lazim untuk ukuran budaya Tiongkok, dampak pengaruh budaya Barat. Namun, makna Haipai kemudian berangsur-angsur berubah dalam tahun-tahun berikutnya seiring perkembangan zaman dan budaya Haipai kemudian menjadi salah satu gaya budaya paling menarik di Tiongkok. Haipai diistilahkan sebagai "pemberontak" sedangkan Jingpai (secara harfiah "gaya Beijing") adalah gaya budaya "tradisional" Tiongkok. Pada akhirnya, mereka mewakili dua jenis budaya Tiongkok yang berlawanan.[5]

Referensi

  1. ^ Xu, S.L. "The Culture of Shanghai. Beijing,". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-16.
  2. ^ 胡, 朴安 (1988). 中华全国风俗志(下编). 石家庄: 河北人民出版社.
  3. ^ 徐, 珂 (1986). 清稗类钞. 北京: 中华书局. hlm. 5027.
  4. ^ 俞, 剑华 (1937). 中国绘画史(下册). 上海: 商务印刷馆. hlm. 196.
  5. ^ Xu, S.L. "The Culture of Shanghai. Beijing,". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-16.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.