Kambing hitam
Artikel ini mungkin mengandung riset asli. |

Kambing hitam adalah seekor kambing yang dilepaskan ke padang gurun sebagai bagian dari upacara Yom Kippur, Hari Pendamaian, dalam Yudaisme pada masa Bait Suci di Yerusalem. Ritus ini dilukiskan dalam Kitab Imamat 16.
Kata ini lebih banyak digunakan sebagai metafora, yang merujuk kepada seseorang yang dipersalahkan untuk suatu kemalangan, biasanya sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari sebab-sebab yang sesungguhnya. Misalnya orang Yahudi yang dijadikan kambing hitam oleh pemerintah Jerman Nazi untuk krisis ekonomi dan politik saat itu. Atau pemain sepak bola Kolombia Andrés Escobar yang dikambing hitamkan karena gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994 dan ditembak mati saat ia kembali ke tanah air.
Latar belakang
Kitab suci Ibrani
Dua ekor kambing jantan yang tampak sangat mirip dibawa ke halaman Bait Suci di Yerusalem pada hari Yom Kippur sebagai bagian dari Ibadat Suci pada hari itu. Imam Agung kemudian melemparkan undian atas kedua kambing itu. Salah seekor kambing dipersembahkan sebagai korban bakaran. Yang kedua adalah kambing hitam. Imam Agung meletakkan tangannya pada kepala kambing itu dan mengakui dosa-dosa bangsa Israel. Kambing hitam itu kemudian dibawa pergi dan dilepaskan di padang gurun sesuai dengan Imamat 16:22, meskipun Talmud menambahkan bahwa kambing itu didorong jatuh dari sebuah tebing yang jauh.
Dalam bahasa Ibrani modern Azazel digunakan sebagai ejekan, seperti dalam lekh la-Azazel ("pergi ke Azazel"), seperti "pergi ke neraka". (Azazel adalah kata yang diterjemahkan menjadi "scapegoat" atau kambing hitam dalam Alkitab Versi Raja James.)
Istilah "scapegoat" atau kambing hitam - yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan warna hitam - adalah akibat kekeliruan terjemahan oleh William Tyndale (sekitar 1530). Ia mengacaukan kata 'azazel' (nama tebing yang daripadanya kambing itu didorong) dengan 'ez ozel' (harfiah berarti kambing yang pergi). Azazel muncul dalam kitab suci sebagai penerima dari kambing [kedua] yang memikul dosa-dosa di kepalanya.
Agama Kristen
Dalam teologi Kristen, kisah tentang kambing hitam dalam Kitab Imamat ditafsirkan sebagai perlambang pendahuluan dari pengorbanan diri Yesus, yang memikul dosa seluruh umat manusia, setelah digiring ke 'padang gurun' di luar kota berdasarkan perintah Imam Agung.
Antropolog Kristen kontroversial René Girard, pernah memberikan rekonstruksi terhadap teori kambing hitam. Menurut pandanganan Girard, manusialah, dan bukan Allah, yang mempunyai masalah dengan kekerasan. Manusia didorong oleh keinginan atas apa yang dimiliki atau diingini oleh yang lainnya (keinginan mimetik). Hal ini menyebabkan konflik antara pihak-pihak yang mengingininya. Penularan mimetik ini meningkat hingga suatu titik di mana masyarakat terancam. Pada titik inilah mekanisme kambing hitam dipicu. Pada titik inilah satu orang ditetapkan sebagai penyebab masalah dan diusir atau dibunuh oleh kelompok. Orang inilah si kambing hitam itu. Tatanan sosial dipulihkan ketika orang puas bahwa mereka telah memecahkan sumber masalah mereka dengan menyingkirkan individu yang dikambinghitamkan itu, dan siklusnya pun kembali lagi. Girard berpendapat bahwa inilah yang terjadi dalam kasus Yesus. Perbedaan dalam kasus ini, demikian Girard percaya, ialah bahwa ia dibangkitkan dari antara orang mati dan dibuktikan tidak bersalah. Dengan demikian umat manusia disadarkan akan kecenderungan-kecenderungannya untuk melakukan kekerasan dan siklusnya pun dipatahkan. Setan, yang dianggap sebagai perwujudan dalam penularan itu, disingkirkan. Dengan demikian karya Girard menjadi penting sebagai rekonstruksi tentang teori pendamaian Christus Victor (Kristus yang Menang).
Metafora
Bila digunakan sebagai metafora, kambing hitam adalah orang yang dipilih untuk dituduh sebagai penyebab atas suatu bencana. Pengambinghitaman adalah tindakan yang menyatakan seseorang, sekelompok orang, atau sesuatu itulah yang bertanggung jawab atas sejumlah besar masalah.
Lihat pula
Pranala luar
- 'The Scapegoat' (1854), lukisan oleh William Holman Hunt
- Kambing hitam dalam Teori Analitis Kelompok (file PDF)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.