Klampis
| Klampis | |
|---|---|
| Klampis, Acacia tomentosa di tengah hutan jati Jurangjero, Bogorejo, Blora | |
Tidak dievaluasi (IUCN 3.1)
| |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | A. tomentosa
|
| Nama binomial | |
| Acacia tomentosa | |
| Sinonim | |
|
Acacia chrysocoma Miq., 1855 | |
[[Kategori:Semua regnum plantae
|- style="vertical-align:top;" |klad:||tracheophyta
|- style="vertical-align:top;" |klad:||angiospermae
|- style="vertical-align:top;" |klad:||eudikotil]]
Klampis (Acacia tomentosa) adalah sejenis pohon dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan) penghuni sabana, hutan jati dan hutan musim di daerah kering atau agak kering. Pohon kecil ini ditemukan menyebar mulai dari India, Asia Tenggara, hingga Indonesia.
Nama-nama daerahnya antara lain klampis (Jw.); kolampis (Sd.); klampès, longghay (Md.); ai kendara, ai kĕndarĕ, manggalawa (Sumba).[2] Sedangkan di negara-negara lain dikenal sebagai krathin-phiman, khaya, nam khao (Thai), böröbu (Vietnam), dan lain-lain[3]
Pengenalan
Pohon kecil hingga sedang, tingginya 5–10(–18) m, dan gemang batangnya hingga 50 cm; menggugurkan daun. Tajuk serupa payung; ranting-ranting muda berambut kuning, rapat; dengan banyak duri berukuran besar dan panjang (Acacia: berduri, tomentosa: berambut padat). Pepagan cokelat gelap, memecah tak beraturan.[3]
Daun penumpu berupa duri, lurus, panjang hingga 4,5 cm. Daun-daun majemuk menyirip berganda, terletak berseling, dengan tangkai daun 0,6–1 cm dan rakis (2,5–)3–9 cm; dengan satu kelenjar tepat di bawah pertemuan sirip-sirip terbawah, bentuk jorong, lk 1–2,5 mm, rata atau sedikit melekuk; satu-dua kelenjar yang lain di dekat ujung rakis, membundar, lk 0,8 mm. Sirip-sirip (7–)12–25 pasang, 0,9–2,5 cm; beranak daun 12–50, yang tersusun berhadapan, duduk, helaiannya seperti kertas, seperti garis, 1–4 × 0,4–1 mm, pangkalnya asimetris, terpangkas, ujungnya menumpul, berambut halus di sisi bawah dan di tepinya, atau hampir gundul.[4]
Bunga majemuk berupa bongkol-bongkol bertangkai lk 2,5 cm, 1–7 bongkol berkumpul di ketiak daun dekat ujung ranting. Bunga duduk, putih atau putih kekuningan, berbilangan–4 atau –5. Kelopak lk 0,9–1,2 mm, tabungnya gundul kecuali pada ujung dan pada gigi-giginya yang berambut; gigi menyegitiga runcing, 0,1–0,2 mm. Mahkota 2,8–3,5 mm, gundul, taju bundar telur atau bundar telur-jorong, runcing, 0,5–1 mm. Benang sari banyak, panjang lk 5 mm; bakal buah gundul, 0,8–1 mm, duduk. Buah polong cokelat gelap, membelulang, tipis rata, sedikit membenjol pada biji, lurus atau membengkok, 9–18 cm × 0,8–1 cm, dengan urat-urat yang membujur memanjang buah, memecah pada kedua kampuhnya. Biji pipih, jorong atau lonjong, 6,5–9 × 4–5,5 mm.[4]
Ekologi dan agihan
Pohon ini biasa dijumpai tumbuh di sabana, hutan jati, hutan semak belukar, wilayah dekat pantai; juga ditanam di sepanjang tepi jalan, dan di pematang-pematang sawah; pada ketinggian hingga 500 m dpl.[4] Di Jawa Timur juga didapati di hutan musim.
Berbunga pada bulan-bulan Oktober hingga Juni.[4]
Klampis menyebar secara alami di India selatan, Srilanka, Benggala, Burma, Thailand, Vietnam, dan Indonesia; yakni di Jawa, Madura, Sumbawa, Sumba, dan Sulawesi.[4]
Manfaat
Klampis dipelihara untuk dimanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar.[2] Kayu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat gagang cangkul dan tangkai sabit.[2] Kayu A. tomentosa tergolong ke dalam kayu yang berbobot sedang, dengan densitas 580–670 kg/m³ pada kadar air 15%.[5]
Kulit batangnya pahit dan berbau tak enak, dimanfaatkan sebagai obat kuda. Serat dari pepagan ini sangat liat dan digunakan untuk membuat tali atau tambang. Getahnya dimanfaatkan untuk membuat tinta.[2]
Tunas dan daun-daun mudanya disenangi ternak, walaupun berduri.[2] Di samping itu, dedaunan ini dapat dijadikan pupuk hijau.[3]
Catatan kaki
- ^ Willdenow, C.L. 1806. Sp. Pl. ed. 4, vol. 4 (2): 1087
- ^ a b c d e Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia 2: 884. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.
- ^ a b c Sosef, M.S.M. & L.J.G. van der Maesen. 1997. Acacia tomentosa Willd. Diarsipkan 2021-10-20 di Wayback Machine. In: Faridah Hanum, I & van der Maesen, L.J.G. (Editors). Auxiliary Plants.: Plant Resources of South-East Asia 11: 266. PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. [Internet] Record from Proseabase. Accessed: 25-Jan-2013
- ^ a b c d e Nielsen, I.C. 1992. Mimosaceae (Leguminosae-Mimosoideae). Flora Malesiana ser. I, Vol. 11 (1): 46-47. Fig. 2
- ^ ICRAF Wood Database: Acacia tomentosa Diarsipkan 2011-09-11 di Wayback Machine., diakses pada 03/02/2013
Pranala luar
- (Belanda) BHL: Acacia tomentosa Willd. @ K. Heyne. De Nuttige Planten van Ned. Indie, II: 221 (1916)
- (Indonesia) FOBI: Acacia tomentosa[pranala nonaktif permanen] (foto bunga)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.