Lintong Mulia Sitorus

Lintong Mulia Sitorus
Informasi pribadi
Lahir1920
MeninggalTidak diketahui
Partai politikPartai Sosialis Indonesia
(1948–1960)
Partai Murba
Suami/istriRugun M. Tambunan
Pekerjaan
  • Politikus
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Lintong Mulia Sitorus (Ejaan Van Ophuijsen: Lintong Moelia Sitoroes, lahir 1920) adalah seorang intelektual Indonesia, penulis, penerjemah, pengacara, dan politisi Partai Sosialis Indonesia.[1][2] Dia adalah rekan dan pengikut setia dari Sutan Sjahrir pada tahun 1940-an hingga 1950-an.

Riwayat hidup

Kehidupan awal

Sitorus berdarah Batak dan lahir di Tapanuli atau kemungkinan di Pematangsiantar di Sumatera pada 1920.[1][2] Ia merantau ke Jawa untuk menempuh pendidikan menengahnya di MULO Bandung, sebelum lanjut ke AMS Yogyakarta.[2][3] Sitorus mengaku bahwa pada masa ini, ia sangat pro-Belanda.[3] Di masa remajanya pada 1930-an, ia seorang pemain catur profesional.

Menjelang akhir masa penjajahan Belanda, saat masih kuliah di RHS (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia, Sitorus sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh nasionalis kiri seperti Amir Sjarifuddin Harahap, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, dan Amir Hamzah.[4][2] Ia juga satu kelompok dengan pemuda terpelajar Batak lainnya yang berorientasi kiri di ibu kota, seperti Oloan Hutapea, T.B. Simatupang, dan Joseph Simanjuntak.[5] Sitorus dan kawannya, Simatupang, adalah anggota Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah perkumpulan pelajar radikal. Selain itu, ia juga anggota dari Unitas Studiosorum Indonesiensis (USI) yang apolitis.[4][6]

Masa pendudukan Jepang dan Revolusi Nasional Indonesia

Semasa pendudukan Jepang, Sitorus yang baru saja lulus dari RHS memperoleh pekerjaan berpangkat rendah di Departemen Kehakiman bersama dua bekas kawan sekolahnya, Ali Budiardjo dan Andi Zainal Abidin.[2] Pada masa ini pula ia menjadi kian dekat dengan Sutan Sjahrir yang baru saja dibebaskan dari kamp tahanan Belanda pada 1942.[7][8] Sitorus menyewa sebuah rumah bersama Simatupang dan Hutapea di kawasan Tanah Tinggi di Batavia.[9] Ketiga pemuda itu rajin membaca dan mengikuti kuliah-kuliah yang diberikan oleh Sjahrir sehingga dijuluki sebagai De Drie Musketiers (Tiga Musketir).[9] Selama masa pendudukan, Sitorus juga editor majalah sastra Poedjangga Baroe.[10]

Setelah Jepang menyerah dan Jawa diduduki oleh Sekutu, Sitorus menjadi penulis untuk Het Inzicht (Pencerahan), majalah berbahasa Belanda yang dipimpin oleh Sjahrir, bersama Chairil Anwar, Noegroho, dan Soedjatmoko.[11] Ia juga menjadi sekretaris bidang organisasi dari Partai Sosialis Indonesia (Parsi) pimpinan Amir Sjarifuddin sekaligus salah satu pendiri Barisan Tani Indonesia (BTI).[2][12]

Masa Kemerdekaan

Setelah berpisahnya kubu Sjahrir dari Partai Sosialis, dilanjutkan dengan pembentukan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada 12 Februari 1948, Sitorus mengikuti jejak Sjahrir dan menjadi salah satu tokoh kunci di dalam PSI. Meskipun partai ini kecil, ia memiliki pengaruh yang luas di Indonesia.[13][14][15] Perpecahan ini disebabkan oleh sikap Amir Sjarifuddin yang semakin mendekat kepada Uni Soviet dan cenderung terpengaruh oleh perjuangan kelas ala komunisme. Adapun Sjahrir sendiri menginginkan sebuah partai sosialis yang berfokus pada kepentingan nasional.[16] Namun, hingga 1949, PSI belum sepenuhnya aktif dan terorganisir karena Sjahrir sendiri ditahan oleh Belanda.[17] Pada 1950, Sjahrir mengangkat Sitorus sebagai anggota dewan pimpinan partai dan menugaskannya untuk menyusun anggaran dasar partai.[17]

Sitorus sangat giat menulis pada awal 1950-an. Sejak akhir 1940-an, ia menulis dan kadang-kadang menyunting majalah partai yang bernama Sikap. Peran ini dipegang sepanjang dekade kelima.[10][18] Selain itu, ia juga menulis dan menerjemahkan berbagai artikel dan buku. Ia menjaga kebiasaan membaca sejak masa mudanya dan berpendapat bahwa mempelajari sejarah sangat penting untuk bersikap realistis terhadap perubahan sosial.[19] Pada masa itu, jumlah bacaan ilmiah berbahasa Indonesia masih sedikit. Karenanya, penerbit Jajasan Pembangunan membiayai sejumlah besar upaya penerjemahan pada 1950-an, termasuk yang dilakukan oleh Sitorus. Ia sendiri menerjemahkan beberapa tulisan ilmu politik dan sosialisme dari bahasa Belanda dan Inggris ke bahasa Indonesia.[20] Sitorus juga menulis buku-buku sejarah mengenai kelahiran pergerakan nasional pada akhir masa penjajahan Belanda.[21][22]

Dalam Kongres Pertama PSI pada 1952, Sitorus terpilih menjadi anggota dewan pimpinan partai.[17][23][24] Di tahun yang sama, ia juga menjadi sekretaris jenderal partai tersebut.[25] Sitorus memandang dirinya lebih sebagai seorang organisator daripada teoritikus dan menghendaki pendekatan populis bagi PSI.[2] Dalam Kongres Kedua PSI pada 1955, ia kembali terpilih menjadi anggota dewan pimpinan partai.[26][27] Sebelum dan terutama setelah Pemilu 1955, Sitorus ingin agar PSI mendekatkan diri dengan Presiden Sukarno, berbeda dengan Sjahrir yang justru ingin menjaga jarak.[28][29] PSI mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri Konferensi Sosialis Asia Kedua di Mumbai pada 1956; Sitorus dan Sjahrir menghadirinya bersama dua anggota PSI lainnya, Subadio Sastrosatomo dan Soedjatmoko.[30] Seiring berjalannya waktu, PSI ternyata tidak mendekat pada Sukarno dan akhirnya dilarang olehnya pada 1960 semasa Demokrasi Terpimpin. Pada awal masa Orde Baru, Sitorus bergabung dengan Partai Murba.[31]

Kehidupan pribadi

Pada 16 Maret 1957, ia menikah dengan seorang wanita Batak bernama Rugun M. Tambunan.[32]

Karya

Karya sendiri

  • Sedjarah pergerakan kebangsaan Indonesia. 1951. OCLC 11943886.
  • Masalah organisasi. 1954. OCLC 21690038.
  • Sejarah pergerakan dan kemerdekaan Indonesia (Edisi 3). Jakarta: Dian Rakyat. 1988. OCLC 22004101.

Terjemahan

  • Sedjarah kemerdekaan berfikir. Terdjemahan [dari bahasa Inggris oleh] L.M. Sitorus. 1951. OCLC 942904507. (terjemahan dari buku John Bagnell Bury [en]).
  • Pengantar ilmu politik. 1952. OCLC 64286111. (terjemahan dari buku berbahasa Belanda karya J. Barents).
  • Masalah-masalah demokrasi. Suatu studi sosiologis dan psychologis. Terdjemahan [dari bahasa Belanda oleh] L.M. Sitorus. 1952. OCLC 942882099. (terjemahan dari buku Willem Adriaan Bonger [en]).
  • Ilmu politika: suatu perkenalan lapangan. 1953. OCLC 68029344. (terjemahan De wetenschap der politiek: een terreinverkenning karya J. Barents).
  • Pikiran sardjana2 besar ahli ekonomi. 1966. OCLC 63904258.. (terjemahan dari buku George Henry Soule Jr. [en]).

Rujukan

  1. ^ a b "Sekilas Kisah Lintong Mulia Sitorus - Koran Sulindo". Koran Sulindo. 5 September 2020. Diakses tanggal 24 November 2021.
  2. ^ a b c d e f g Legge, J. D. (1988). Intellectuals and nationalism in Indonesia: a study of the following recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta. Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project Publications. hlm. 49. hdl:2027/mdp.39015014731544. ISBN 978-0-87763-034-0.
  3. ^ a b Legge, J. D. (1988). Intellectuals and nationalism in Indonesia: a study of the following recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta. Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project Publications. hlm. 83–4. hdl:2027/mdp.39015014731544. ISBN 978-0-87763-034-0.
  4. ^ a b Mrázek, Rudolf (2018). Sjahrir: Politics and Exile in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press. hlm. 226–32. ISBN 9781501718816.
  5. ^ Simatupang, T.B. (1996). The fallacy of a myth. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. hlm. 53–4. ISBN 9794163589.
  6. ^ Legge, J. D. (1988). Intellectuals and nationalism in Indonesia: a study of the following recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta. Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project Publications. hlm. 44. hdl:2027/mdp.39015014731544. ISBN 978-0-87763-034-0.
  7. ^ Legge, J. D. (1988). Intellectuals and nationalism in Indonesia: a study of the following recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta (dalam bahasa Inggris). Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project Publications. hlm. 40. hdl:2027/mdp.39015014731544. ISBN 978-0-87763-034-0.
  8. ^ Mrázek, Rudolf (2018). Sjahrir : Politics and Exile in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press. hlm. 250. ISBN 9781501718816.
  9. ^ a b Simatupang, T.B. (1996). The fallacy of a myth. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. hlm. 96–9. ISBN 9794163589.
  10. ^ a b Anderson, Benedict R. O'G. (1959). Bibliography of Indonesian publications. Cornell University. Southeast Asia Program. Data paper no. 33. Ithaca: Southeast Asia Program, Dept. of far Eastern Studies, Cornell University. hlm. 33–6. hdl:2027/mdp.39015035409328.
  11. ^ Mrázek, Rudolf (2018). Sjahrir : Politics and Exile in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press. hlm. 296–7. ISBN 9781501718816.
  12. ^ Anderson, Benedict R. O'G. (1972). Java in a time of revolution; occupation and resistance, 1944-1946. Ithaca: Cornell University Press. hlm. 202–4. ISBN 0801406870.
  13. ^ Kahin, George McTurnan (2003). Nationalism and revolution in Indonesia. Ithaca, N.Y.: Southeast Asia Program Publications, Cornell University. hlm. 320. ISBN 9781501731396.
  14. ^ "Nationalistische partijen". De Locomotief (dalam bahasa Belanda). Semarang. 25 November 1954. hlm. 3.
  15. ^ Mrázek, Rudolf (2018). Sjahrir : Politics and Exile in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press. hlm. 419. ISBN 9781501718816.
  16. ^ Kahin, George McTurnan (2003). Nationalism and revolution in Indonesia. Ithaca, N.Y.: Southeast Asia Program Publications, Cornell University. hlm. 257–9. ISBN 9781501731396.
  17. ^ a b c Legge, J. D. (1988). Intellectuals and nationalism in Indonesia: a study of the following recruited by Sutan Sjahrir in Occupation Jakarta. Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project Publications. hlm. 127–9. hdl:2027/mdp.39015014731544. ISBN 978-0-87763-034-0.
  18. ^ Anderson, Benedict R. O'G. (1959). Bibliography of Indonesian publications. Cornell University. Southeast Asia Program. Data paper no. 33. Ithaca: Southeast Asia Program, Dept. of far Eastern Studies, Cornell University. hlm. 63–4. hdl:2027/mdp.39015035409328.
  19. ^ van Klinken, Gerry (2020). "The Origins of Indonesian Populism: Public Debate in Java, March–June 1945". Indonesia. 110 (1): 43–72. doi:10.1353/ind.2020.0024. S2CID 236818557.
  20. ^ van Nieuwenhuijze, C. A. O. (December 1952). "Broadening Indonesian Horizons". Pacific Affairs. 25 (4): 399–401. doi:10.2307/2753223. ISSN 0030-851X. JSTOR 2753223.
  21. ^ Nichterlein, Sue (1974). "Historicism and Historiography in Indonesia". History and Theory. 13 (3): 253–272. doi:10.2307/2504779. ISSN 0018-2656. JSTOR 2504779.
  22. ^ Kartodirdjo, Sartono (1962). "Some Problems on the Genesis of Nationalism in Indonesia". Journal of Southeast Asian History. 3 (1): 67–94. doi:10.1017/S0217781100000569. ISSN 0217-7811. JSTOR 20067368.
  23. ^ "Partijraad P. S. I." Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode (dalam bahasa Belanda). Bandung. 29 February 1952. hlm. 3.
  24. ^ "Samenstelling partijraad van de P.S.I." Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Batavia. 29 February 1952. hlm. 2.
  25. ^ "Tussen neus en lippen". Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Jakarta. 12 December 1952. hlm. 1.
  26. ^ "Besluiten". Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). Jakarta. 13 June 1955. hlm. 2.
  27. ^ "Sjahrir bepleit de "Derde Weg" Uiteenzetting van politieke koers der P.S.I. "Naar een nieuwe levensvorm voor net volk van Indonesië"". Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode (dalam bahasa Belanda). Bandung. 11 June 1955. hlm. 2.
  28. ^ Mrázek, Rudolf (2018). Sjahrir: Politics and Exile in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press. hlm. 430. ISBN 9781501718816.
  29. ^ Robinson, Geoffrey (2018). "8. The Struggle for the State, 1950-1965". The Dark Side of Paradise. Ithaca: Cornell University Press. hlm. 202. doi:10.7591/9781501732188-013. ISBN 9781501732188. S2CID 239444073.
  30. ^ "Tweede Aziatische socialistische konferentie". De Nieuwsgier (dalam bahasa Belanda). Batavia [Jakarta]. 30 October 1956. hlm. 2.
  31. ^ Nitimihardjo, Hadidjojo (Desember 2006). "Sosialisme Demokrat (yang religius): Kritik dan Masa Depannya". Internationaal Instituut voor Sociale Geschiedenis. Diakses tanggal 6 Juni 2026.
  32. ^ Suara Sosialis, Th. IX, No. 3, April 1957, hlm. 7.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.