Makkasan
Khwaeng (en) | |
|---|---|
| แขวงมักกะสัน (th) | |
| Tempat | |
Koordinat: 13°45′21.57″N 100°32′32.64″E / 13.7559917°N 100.5424000°E | |
| Monarki konstitusional | Thailand |
| Kota | Bangkok |
| Distrik di Bangkok | Ratchathewi (en) |
| Negara | Thailand |
| Penduduk | |
| Keseluruhan | 15.847 |
| Informasi tambahan | |
| Kode pos | 10400 |

Makkasan (bahasa Thai: มักกะสัน) adalah nama sebuah simpang susun dan kawasan permukiman di Distrik Ratchathewi, Kota Bangkok. Makkasan juga merupakan nama salah satu subdistrik di antara 180 subdistrik yang ada di Kota Bangkok. Keseluruhan Simpang Susun Makkasan terdiri atas dua simpang susun terpisah. Salah satu dari kedua simpang susun ini merupakan titik pertemuan Jalan Raya Ratchaprarop, Jalan Raya Chaturathit, dan Jalan Raya Si Ayutthaya, termasuk Soi Ratchaprarop 10 atau Soi Mo Leng (Jalan Ratchaprarop 10 atau Lorong Mo Leng); simpang susun ini dinamakan Simpang Susun Makkasan, Simpang Susun Mo Leng, atau Simpang Susun Ratchaprarop. Simpang susun yang satunya lagi adalah titik pertemuan Jalan Raya Ratchaprarop dan Jalan Raya Nikhom Makkasan; simpang susun ini dinamakan Simpang Susun Nikhom Makkasan. Simpang Susun Makkasan dianggap sebagai salah satu jalur paling macet di Kota Bangkok, terutama pada jam-jam sibuk.[1] Makkasan terletak tidak jauh dari kawasan-kawasan perbelanjaan utama dan pusat-pusat keramaian lalu lintas Kota Bangkok, misalnya kawasan perbelanjaan Pratunam dan monumen Tugu Kemenangan.
Kata "Makkasan" berasal dari nama suku bangsa Makassar, yang kini juga menjadi nama dari ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pada masa lampau, kawasan ini merupakan daerah perkampungan orang Makkasan (suku Makassar).
Orang Makkasan adalah warga Muslim pendatang dari Pulau Sulawesi yang sudah menetap di Negeri Siam semenjak zaman Kerajaan Ayutthaya, menjelang akhir masa pemerintahan Raja Narai. Orang Siam kala itu menyebut mereka Khaek Makkasan (แขกมักกะสัน). Dalam bahasa Thai, khaek secara harfiah berarti tamu, dan digunakan sebagai sebutan bagi warga pendatang yang bukan berasal dari Dunia Barat (bahasa Thai: ฝรั่ง, farang, Peringgi) atau orang-orang non-Kristen, yakni orang-orang yang sebagian besar beragama Islam seperti orang India, orang Melayu, orang-orang asal Timur Tengah, dan sebagainya.[2]
Dari catatan Claude de Forbin, Perwira Angkatan Laut Prancis yang pernah tinggal di Kerajaan Ayodya, diketahui bahwa orang Makkasan bangkit memberontak pada 14 Juli 1686. Para penguasa Ayutthaya bersama bangsawan-bangsawan asing semisal Konstantinos Gerakis harus bersusah payah menggunakan kekerasan untuk mengakhiri pemberontakan itu. Meskipun demikian, keganasan orang Makkasan selamanya membekas dalam kenangan orang Siam yang mengumpamakan mereka sebagai para Yaksa.[3] Peristiwa ini disebut "Pemberontakan Makkasan" (กบฏมักกะสัน, ขบถมักกะสัน).[3]
Ketika Raja Buddha Yodfa Culaloka (Raja Rama I) mendirikan Kerajaan Ratnakosindra (sekarang, Kota Bangkok) pada 1782, ia mengizinkan orang Makkasan dari Ayutthaya untuk berkampung di kawasan ini. Daerah hunian orang Makkasan ini juga dinamakan "Makkasan" sampai sekarang.[3] Kata "Makkasan" juga dijadikan nama sejumlah bangunan yang berada di kawasan ini, misalnya Stasiun Makkasan (stasiun transit angkutan cepat terbesar dalam Jaringan Kereta Api Bandara Suwarnabumi), Stasiun Kereta Api Makkasan (salah satu stasiun kereta api kelas 1), Bueng Makkasan (sebuah waduk di pusat Kota Bangkok yang dibangun pada 1931 oleh Jawatan Kereta Api Thailand), Simpang Susun Makkasan (bagian dari dua jalan bebas hambatan terkendali di Kota Bangkok, yakni Jalan Raya Chaloem Maha Nakhon dan Jalan Raya Sirat), dan lain-lain.[4][5]
Tempat
- Jawatan Pariwisata Thailand
- Museum Boneka Bangkok
- Soi Ratchataphan (Lorong Ratchataphan; dikenal pula dengan nama Soi Mo Leng)
Rujukan
- ^ "เย็นวันพุธ 'แยกมักกะสัน'รถมากเคลื่อนตัวช้า การจราจรติดขัด แนะเช็กเส้นทาง". Thai Rath (dalam bahasa Thai). 2015-04-29.
- ^ Kamus Lembaga Kerajaan. "แขก". Sanook (dalam bahasa Thai).
- ^ a b c "ความเป็นมาของยักษ์มักกะสัน". hathairat2011 (dalam bahasa Thai). 2015-04-17.
- ^ ""บึงมักกะสัน"พ่อฝากไว้...ช่วยฟอกไตคนกรุง". Kom Chad Luek (dalam bahasa Thai). 2016-10-23.
- ^ "วันนี้เมื่อวันวาน...ทางด่วนสายแรกของไทย". Nation TV (dalam bahasa Thai). 2015-10-29.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
