Metaphysical Society

Metaphysical Society adalah sebuah perkumpulan debat intelektual privat di London, Britania Raya, yang aktif dari 1869 hingga 1880. Perkumpulan ini didirikan atas prakarsa arsitek dan editor James Knowles untuk mempertemukan tokoh-tokoh yang memiliki pandangan agama, filsafat, politik, dan ilmu pengetahuan yang sangat berbeda dalam diskusi yang bebas tetapi teratur.[1] Sepanjang keberadaannya, Metaphysical Society memiliki 62 anggota, semuanya laki-laki, yang mencakup uskup Anglikan, seorang kardinal Katolik, teolog, ilmuwan, filsuf, sastrawan, editor, ahli hukum, dan politikus terkemuka era Victoria.[1][2]

Anggotanya antara lain Thomas Henry Huxley, William Ewart Gladstone, Walter Bagehot, Kardinal Henry Edward Manning, John Ruskin, Alfred, Lord Tennyson, John Tyndall, Henry Sidgwick, William Kingdon Clifford, dan Leslie Stephen. Para anggota memperdebatkan persoalan seperti dasar kepercayaan, keberadaan dan kepribadian Tuhan, mukjizat, jiwa dan kehidupan setelah kematian, evolusi, kausalitas, kehendak bebas, tanggung jawab moral, serta dasar etika.[1][3]

Perkumpulan tersebut mempunyai hubungan penting dengan sejarah agnostisisme. Huxley kemudian menjelaskan bahwa pengalamannya sebagai anggota Metaphysical Society—di tengah rekan-rekan yang masing-masing mempunyai label filosofis atau teologis—mendorongnya menciptakan istilah agnostic untuk menggambarkan posisinya sendiri. Ia menyatakan bahwa ia kemudian memperkenalkan istilah itu di perkumpulan tersebut.[4][5]

Latar belakang

Metaphysical Society lahir pada masa ketika masyarakat Britania sedang mengalami perubahan besar akibat perkembangan ilmu pengetahuan, kritik historis terhadap Alkitab, industrialisasi, perubahan politik, dan perdebatan mengenai implikasi teori evolusi Charles Darwin. Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan menjadi salah satu tema intelektual utama pada pertengahan era Victoria.[6]

Gagasan awal perkumpulan muncul dari percakapan di rumah James Knowles pada 1868. Alfred, Lord Tennyson dan astronom Charles Pritchard sedang menjadi tamunya ketika pembicaraan beralih kepada persoalan teologi dan kemungkinan membentuk perkumpulan yang memungkinkan isu-isu tersebut didiskusikan dengan kebebasan yang menyerupai perkumpulan ilmiah.[7]

Knowles mula-mula membayangkan nama Theological Society. Ia menghubungi tokoh-tokoh dari kalangan agama seperti Arthur Penrhyn Stanley, Henry Edward Manning, James Martineau, William George Ward, serta Richard Holt Hutton. Ia kemudian mengundang tokoh yang dianggap berada di pihak "oposisi", termasuk Huxley, Tyndall, James Anthony Froude, Bagehot, dan John Lubbock. Nama "Metaphysical Society" akhirnya dipilih karena dinilai memungkinkan pembahasan yang lebih luas daripada teologi semata.[7][8]

Pendirian

Pertemuan pembentukan berlangsung di Willis's Rooms, London, pada 21 April 1869. Pada pertemuan tersebut Metaphysical Society secara resmi dibentuk dan James Knowles menjadi sekretarisnya.[7][9]

Resolusi pertama perkumpulan menyatakan tujuan untuk menghimpun, menata, dan menyebarkan pengetahuan—baik objektif maupun subjektif—mengenai fenomena mental dan moral.[3] Pertemuan reguler pertama dilaksanakan pada 2 Juni 1869 di kediaman Dean Stanley di Westminster.[2]

Keanggotaan hanya dapat diperoleh melalui undangan dan persetujuan anggota. Tidak seperti perkumpulan ilmiah yang dibangun di sekitar satu disiplin atau mazhab, Metaphysical Society sengaja merekrut orang-orang yang tidak sepakat satu sama lain. Oxford University Press menggambarkan komposisinya sebagai campuran kaum liberal dan konservatif, empirisis dan intuisionis, Protestan, Katolik, serta mereka yang tidak beragama.[1]

Organisasi dan pertemuan

Perkumpulan umumnya bertemu sebulan sekali dari November hingga Juli, mengikuti pola musim sidang Parlemen Britania Raya. Pertemuan biasanya diadakan di hotel di London, termasuk Grosvenor Hotel, dan diawali dengan makan malam.[8][1]

Setelah makan malam, seorang anggota membacakan makalah yang sebelumnya telah dicetak dan diedarkan kepada para anggota. Makalah tersebut kemudian diperdebatkan secara bebas. Walaupun jumlah anggota keseluruhan mencapai 62 orang, semua anggota tidak pernah hadir secara bersamaan dan kebanyakan pertemuan dihadiri tidak lebih dari sekitar dua puluh orang.[8]

Diskusi bersifat privat dan pada umumnya tidak dilaporkan. Kerahasiaan ini dimaksudkan agar anggota dapat mempertahankan kebebasan berbicara mengenai isu-isu sensitif tanpa harus menyesuaikan diri dengan posisi resmi gereja, partai politik, profesi, atau lembaga yang mereka wakili.[7][6]

Ketua dipilih setiap tahun, meskipun beberapa orang menjabat lebih dari sekali. Di antara ketua yang tercatat adalah John Lubbock, Henry Edward Manning, Thomas Henry Huxley, William Ewart Gladstone, William George Ward, James Martineau, Lord Selborne, dan Lord Arthur Russell.[7]

Keanekaragaman pandangan

Ciri paling menonjol Metaphysical Society adalah keragaman intelektual anggotanya. Perkumpulan tersebut mempertemukan pemimpin Katolik ultramontan seperti Manning dan Ward dengan ilmuwan naturalis seperti Huxley dan Tyndall; teolog liberal seperti Martineau; filsuf dan ekonom seperti Bagehot; serta sastrawan seperti Tennyson dan Ruskin.[1]

Dalam sebuah surat tahun 1873, Uskup Peterborough William Connor Magee menggambarkan satu pertemuan yang mempertemukan Manning, dua uskup Protestan, imam Katolik John Dalgairns, seorang deis, pemikir bebas, editor, mantan rohaniwan, dan seorang ateis. Bagi sejarawan modern, konfigurasi semacam itu menunjukkan bahwa garis batas antara "agama" dan "ilmu pengetahuan" pada era Victoria tidak selalu membentuk dua kubu sederhana yang sepenuhnya terpisah.[5]

Paul White menggunakan Metaphysical Society untuk mengkritik gambaran sejarah yang terlalu sederhana mengenai konflik permanen antara kaum naturalis ilmiah dan tokoh agama. Para anggota memang sering berseberangan, tetapi mereka juga berbagi sejumlah praktik intelektual, termasuk penghargaan terhadap penyelidikan, keraguan yang hati-hati, argumen, dan tanggung jawab dalam membentuk keyakinan.[5]

Tema perdebatan

Makalah yang dibacakan di perkumpulan mencakup spektrum yang sangat luas. Edisi kritis Oxford tahun 2015 memuat 95 makalah yang bertahan dan menunjukkan bahwa topik diskusi mencakup keberadaan dan kepribadian Tuhan, jiwa, kesadaran, moralitas, kausalitas, pengetahuan, kebebasan manusia, serta hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama.[3]

Menurut daftar yang diterbitkan Knowles dan Hutton pada 1885, judul makalah antara lain membahas teori kausalitas, teori jiwa, apakah Tuhan dapat diketahui, kematian, kehendak dan tanggung jawab, dasar ilmiah moralitas, hakikat mukjizat, hubungan alamiah dan supranatural, etika kepercayaan, materi, kepribadian Tuhan, verifikasi kepercayaan, dan argumen tentang kehidupan setelah kematian.[7]

Mukjizat

Mukjizat menjadi salah satu tema berulang karena berada di persimpangan antara teologi, sejarah, kesaksian, dan ilmu pengetahuan. Perdebatan tidak hanya mempersoalkan apakah mukjizat mungkin terjadi, tetapi juga siapa yang mempunyai kompetensi untuk menilai kesaksian mengenai peristiwa luar biasa.[10]

Anne DeWitt menunjukkan bahwa anggota dari berbagai posisi sama-sama menggunakan gagasan keahlian untuk mendukung otoritas mereka dalam menilai bukti. Dengan demikian, perdebatan mukjizat sekaligus merupakan perdebatan mengenai standar kesaksian dan pembentukan otoritas disipliner pada akhir abad ke-19.[10]

Evolusi, ilmu pengetahuan, dan agama

Teori evolusi dan perkembangan naturalisme ilmiah memberikan latar penting bagi banyak perdebatan. Namun, anggota tidak terbelah secara sederhana antara "ilmuwan pro-evolusi" dan "rohaniwan anti-evolusi". Beberapa anggota Katolik, misalnya St. George Jackson Mivart, menerima suatu bentuk evolusi sambil berusaha menempatkannya dalam kerangka teisme.[11]

Manning, Ward, dan Mivart juga menggunakan strategi berbeda ketika menanggapi naturalisme ilmiah. Perbedaan internal di dalam komunitas Katolik tersebut memperlihatkan bahwa posisi agama dalam perdebatan sains era Victoria tidak tunggal.[11]

Etika kepercayaan

Pertanyaan mengenai kapan seseorang berhak mempercayai sesuatu menjadi isu penting. William Kingdon Clifford, salah satu anggota perkumpulan, kemudian terkenal melalui esainya The Ethics of Belief (1877), yang menekankan kewajiban memiliki bukti yang memadai sebelum mempercayai suatu klaim.

Perdebatan mengenai keyakinan di Metaphysical Society membantu menggeser fokus dari isi keyakinan semata kepada proses pembentukannya: bukti, intuisi, keraguan, kesaksian, dan kewajiban intelektual seseorang ketika menghadapi ketidakpastian.[5]

Hubungan dengan agnostisisme

Thomas Henry Huxley, yang menciptakan istilah agnostic dalam konteks keanggotaannya di Metaphysical Society.

Metaphysical Society memiliki tempat khusus dalam sejarah istilah agnostik. Dalam esai Agnosticism tahun 1889, Huxley mengenang perkumpulan tersebut sebagai komunitas yang menampung hampir setiap variasi pandangan filsafat dan teologi. Para anggotanya mempunyai berbagai label "-is", sedangkan ia merasa tidak mempunyai label yang sesuai.[4]

Huxley kemudian menciptakan istilah agnostic sebagai kebalikan dari "gnostik" dan mengambil kesempatan awal untuk memperkenalkan istilah tersebut di Metaphysical Society. Bagi Huxley, agnostisisme bukan sekadar pernyataan ketidaktahuan, tetapi prinsip bahwa seseorang harus mengikuti penalaran sejauh bukti membawanya dan tidak menyatakan kepastian apabila suatu kesimpulan belum dapat dibuktikan.[4]

Paul White menilai kemunculan agnostisisme dan sejarah Metaphysical Society berkaitan erat. Diskusi perkumpulan mengenai keyakinan, keraguan, dan metode penyelidikan menyediakan konteks sosial tempat posisi agnostik Huxley memperoleh bentuk dan identitas publik.[5]

Hubungan dengan pers dan ruang publik

Walaupun pertemuan bersifat privat, gagasan yang diperdebatkan di Metaphysical Society tidak tetap berada di ruang makan. Banyak anggotanya merupakan editor, penulis, atau kontributor jurnal terkemuka.

Knowles adalah editor Contemporary Review dan pada 1877 mendirikan The Nineteenth Century. Gaya editorial majalah baru tersebut sebagian dipengaruhi pengalaman Knowles mengelola perdebatan Metaphysical Society: penulis dengan pandangan berbeda diundang untuk menanggapi pertanyaan yang sama dalam forum cetak.[12]

Banyak anggota kemudian menjadi kontributor The Nineteenth Century. Dengan demikian, jaringan personal dan pola debat perkumpulan membantu membawa perdebatan tentang agama, ilmu pengetahuan, etika, dan filsafat dari forum privat kepada pembaca kelas menengah yang lebih luas.[12]

Kemunduran dan pembubaran

Menjelang akhir dekade 1870-an, energi perkumpulan mulai berkurang. Sejumlah anggota penting meninggal, jarang hadir, atau menemukan forum lain untuk memperdebatkan persoalan yang sama. Di samping itu, perbedaan antara beberapa kubu—terutama antara naturalis ilmiah dan kelompok Kristen konservatif—semakin sulit dijembatani.[13]

Pertemuan biasa terakhir dilaporkan berlangsung pada 16 Mei 1880. Perkumpulan kemudian dibubarkan secara formal pada 16 November 1880 dalam pertemuan di rumah James Martineau di Gordon Square, London.[2][13]

Hutton dan Knowles kemudian mengingat bahwa perkumpulan berakhir bukan karena pertengkaran terbuka, melainkan karena setelah hampir dua belas tahun banyak argumen mulai berulang. Huxley secara bercanda mengatakan perkumpulan itu mati "karena terlalu banyak cinta", sedangkan Tennyson dikaitkan dengan komentar bahwa setelah bertahun-tahun diskusi para anggota bahkan belum berhasil mendefinisikan metafisika.[7]

Warisan

Metaphysical Society dipandang sebagai salah satu forum intelektual khas Britania era Victoria karena secara sadar menciptakan ruang bagi orang-orang dengan keyakinan yang sangat berbeda untuk saling berdebat secara langsung. Kajian Oxford tahun 2019 menilai pengaruhnya tidak hanya terletak pada isi 95 makalah yang dibacakan, tetapi juga pada jaringan sosial, praktik debat, perkembangan jurnalisme, dan hubungan antara komunitas ilmiah dan keagamaan.[1]

Sejarawan Alan Willard Brown pada 1947 menggambarkan perkumpulan tersebut sebagai cermin "krisis" pemikiran Victoria. Penelitian yang lebih baru cenderung memberi gambaran yang lebih kompleks: bukan sekadar arena konflik antara agama dan sains, tetapi tempat liberalisme, empirisme, intuisionisme, Katolikisme, Protestantisme, ketidakpercayaan, dan naturalisme ilmiah saling berinteraksi.[2][6]

Penerbitan tiga jilid The Papers of the Metaphysical Society, 1869–1880: A Critical Edition oleh Oxford University Press pada 2015 membuka kembali 95 makalah perkumpulan sebagai sumber primer bagi sejarah filsafat, agama, ilmu pengetahuan, dan budaya Victoria.[3]

Anggota

Metaphysical Society memiliki 62 anggota sepanjang keberadaannya. Daftar keanggotaan berikut mengikuti daftar retrospektif yang diterbitkan oleh James Knowles dan Richard Holt Hutton serta kajian sejarah berikutnya.[7][2]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g Marshall, Catherine; Lightman, Bernard; England, Richard, ed. (2019). The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford: Oxford University Press. doi:10.1093/oso/9780198846499.001.0001. ISBN 978-0-19-884649-9.
  2. ^ a b c d e Brown, Alan Willard (1947). The Metaphysical Society: Victorian Minds in Crisis, 1869–1880. New York: Columbia University Press.
  3. ^ a b c d Marshall, Catherine; Lightman, Bernard V.; England, Richard, ed. (2015). The Papers of the Metaphysical Society, 1869–1880: A Critical Edition. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-964303-5. {{cite book}}:
  4. ^ a b c Huxley, Thomas Henry (1889). "Agnosticism". The Nineteenth Century. 25 (144): 169–194. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  5. ^ a b c d e White, Paul (2014). "The Conduct of Belief: Agnosticism, the Metaphysical Society, and the Formation of Intellectual Communities". Dalam Dawson, Gowan; Lightman, Bernard (ed.). Victorian Scientific Naturalism: Community, Identity, Continuity. University of Chicago Press. doi:10.7208/chicago/9780226109640.003.0009. ISBN 978-0-226-10950-3.
  6. ^ a b c Marshall, Catherine; Lightman, Bernard; England, Richard (2019). "Introduction: The Metaphysical Society in Context". The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford University Press. hlm. 1–16. doi:10.1093/oso/9780198846499.003.0001.
  7. ^ a b c d e f g h Hutton, Richard Holt (1885). "The Metaphysical Society: A Reminiscence". The Nineteenth Century. 18: 177–196. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  8. ^ a b c Metcalf, Priscilla (1980). James Knowles: Victorian Editor and Architect. Oxford: Clarendon Press. ISBN 978-0-19-817330-4.
  9. ^ Lee, Sidney (1912). "Knowles, James Thomas". Dictionary of National Biography, Second Supplement. Vol. 2. London: Smith, Elder & Co. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  10. ^ a b DeWitt, Anne (2019). "Expertise in the Miracles Debate". The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford University Press. hlm. 141–161. doi:10.1093/oso/9780198846499.003.0007.
  11. ^ a b Lightman, Bernard (2019). "Catholics and the Metaphysical Basis of Science". The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford University Press. hlm. 252–269. doi:10.1093/oso/9780198846499.003.0012.
  12. ^ a b Marshall, Catherine (2019). "The Editors of the Metaphysical Society, or Disseminating the Ideas of the Metaphysicians". The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford University Press. doi:10.1093/oso/9780198846499.003.0003.
  13. ^ a b England, Richard; Lightman, Bernard; Marshall, Catherine (2019). "Postscript". The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford University Press. hlm. 270–278. doi:10.1093/oso/9780198846499.003.0013.

Bacaan lebih lanjut

  • Brown, Alan Willard (1947). The Metaphysical Society: Victorian Minds in Crisis, 1869–1880. New York: Columbia University Press.
  • Marshall, Catherine; Lightman, Bernard V.; England, Richard, ed. (2015). The Papers of the Metaphysical Society, 1869–1880: A Critical Edition. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-964303-5. {{cite book}}:
  • Marshall, Catherine; Lightman, Bernard; England, Richard, ed. (2019). The Metaphysical Society (1869–1880): Intellectual Life in Mid-Victorian England. Oxford: Oxford University Press. doi:10.1093/oso/9780198846499.001.0001. ISBN 978-0-19-884649-9.
  • Metcalf, Priscilla (1980). James Knowles: Victorian Editor and Architect. Oxford: Clarendon Press. ISBN 978-0-19-817330-4.
  • Hutton, Richard Holt (1885). "The Metaphysical Society: A Reminiscence". The Nineteenth Century. 18: 177–196.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.