Muhammad Mahmud Al-Qabul

Datu Qabul
Kubah Muhammad Mahmud Al-Qabul (Datu Qabul) di Desa Baulin, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin
KebangsaanIndonesia
Dikenal atasTokoh penyebar agama Islam di Kabupaten Tapin

Datu Qabul, atau yang bernama lengkap Muhammad Mahmud Al-Qabul dan juga dikenal sebagai Datu Kabul, adalah seorang tokoh sejarah yang dihormati di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam di daerah tersebut pada masa lampau. Kisah hidupnya banyak beredar melalui cerita lisan dan catatan sejarah lokal, meskipun detailnya sering kali bercampur dengan elemen legenda. Datu Qabul diyakini berasal dari keluarga yang berpengaruh dan memainkan peran penting dalam perkembangan masyarakat setempat.[1]

Menurut catatan sejarah yang disampaikan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, Datu Qabul adalah seorang ulama yang aktif menyebarkan ajaran Islam di kawasan Tapin. Ia disebut-sebut sebagai keturunan dari tokoh-tokoh terkemuka di masa itu, dan peranannya membantu memperkuat fondasi keagamaan di masyarakat Banjar. Kisahnya sering dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan, yang membuatnya menjadi panutan bagi penduduk lokal hingga kini.[2]

Cerita yang beredar di kalangan masyarakat, seperti yang diceritakan oleh Guru Kulur—seorang tokoh adat di Tapin—menyebutkan bahwa Datu Qabul memiliki kehidupan yang sederhana namun penuh pengabdian. Ia dikatakan sering memberikan nasihat dan bimbingan spiritual kepada warga, yang membantu mempererat hubungan antar-komunitas. Beberapa versi cerita menyebutkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan atau memberikan berkah, meskipun hal ini lebih bersifat anekdotal dan tidak didukung bukti historis konkret.[3]

Makam Datu Qabul di Desa Baulin menjadi pusat perhatian bagi peziarah. Lokasi ini sering dikunjungi, terutama saat libur tahun baru atau hari-hari besar keagamaan. Peziarah datang untuk berdoa, mencari berkah, atau sekadar mengenang sosoknya. Beberapa pengunjung melaporkan pengalaman seperti mencium aroma wangi di sekitar makam, yang dianggap sebagai tanda spiritual oleh sebagian orang. Kunjungan ke makam ini juga mencerminkan bagaimana warisan Datu Qabul tetap hidup dalam budaya lokal, meskipun tanpa catatan historis yang lengkap.[4]

Referensi

  1. ^ "Sejarah Datu Kabul". Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 1 Januari 2026.
  2. ^ "Sejarah Datu Qabul Margasari, Begini Menurut Cerita Guru Kulur Tapin". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 1 Januari 2026.
  3. ^ "Sejarah Datu Qabul di Tapin, Warga Sering Cium Wangi Sekitar Makam". Pojokbanua. Diakses tanggal 1 Januari 2026.
  4. ^ "Libur Tahun Baru, Makam Datu Qabul Dipenuhi Peziarah". RRI. Diakses tanggal 1 Januari 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.