Pangkalan Brandan
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |

Pangkalan Brandan (atau Pangkalanbrandan, Pangkalan Berandan) adalah sebuah kota pelabuhan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia, 64 kilometer barat laut Medan, dekat perbatasan dengan Aceh. Populasi daerah tersebut diperkirakan mencapai 21.000 jiwa.
Pangkalan Brandan terkenal karena merupakan salah satu ladang minyak tertua di Indonesia dan telah dieksplorasi sejak zaman Hindia Belanda. Pada tanggal 13 Agustus 1947 terjadi peristiwa bersejarah di tempat ini. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Brandan Bumi Hangus yang mirip dengan Bandung Lautan Api.
Pangkalan Brandan adalah ibu kota Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kota Pangkalan Brandan ini terletak strategis karena dilalui oleh Jalan Raya Lintas Sumatera dan merupakan pintu gerbang provinsi Sumatera Utara relatif dari Aceh.
Beberapa referensi sejarah menyebutkan, awal pengeboran sumur minyak di Indonesia telah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Pada 1871, pengeboran sumur minyak pertama dilakukan di Cirebon. Namun, sumur produksi pertama adalah sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada 1883. Kemudian Royal Dutch Company melakukan pengeboran di Pangkalan Brandan pada tahun 1885.
Sejak itu, kegiatan eksploitasi minyak di Indonesia dimulai. Hasil eksplorasinya digunakan untuk kepentingan Belanda. Pada 1892, kilang minyak Royal Dutch di Pangkalan Brandan mulai melakukan eksploitasi dan produksi minyak secara massal. Sebagai sumber energi yang mendukung aktivitas perekonomian dan pertahanan kolonial Belanda.
Sejarah
Pada tahun 1880, Jan Zijlker dari East Sumatra Tobacco Company menemukan deposit ini mengandung hingga 62 persen minyak tanah. Penyerahan dari Kesultanan Langkat, dekat Sungai Babalan yang disebut Telaga Said, Perusahaan minyak bumi Zijlker's Provisional Sumatera Petroleum Company mengebor minyak pertama yang berhasil menghasilkan minyak dengan baik pada tahun 1885. Sumur minyak itu dinamakan "Telaga Tunggal No.1". Mencari modal pada tahun 1890, Zijlker menerbitkan saham minyak bumi di Royal Dutch Company (sekarang Shell) untuk Hindia Belanda, setelah raja Belanda William III memberinya lisensi untuk menggunakan gelar kerajaan. Setelah kematian mendadak Zijlker pada tahun 1890, Jean Baptiste August Kessler mengambil alih manajemen operasi pada tahun 1891. Di Sungai Babalan, ada sebuah kilang yang dihubungkan oleh pipa sepanjang 9 km ke lokasi sumur. Kilang itu beroperasi pada tahun 1892.
Ladang minyak
Pangkalan Brandan tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang mendukung pengembangan daerah lain yang kaya akan pasokan minyak. Sumurnya dapat ditelusuri sebagai asal mula raksasa minyak dunia Royal Dutch Shell. Diusulkan pula pemanfaatan limbah industri kelapa sawit lokal untuk pembangkit listrik. Maka dari itu Pangkalan Brandan terkenal dikarenakan merupakan salah satu ladang minyak tertua di Indonesia dan telah dieksplorasi sejak zaman Hindia Belanda.
Kronologi sejarah
- 1883 - Konsesi pertama eksploitasi minyak bumi diberikan oleh Sultan Langkat kepada Aeilko J. Zijlker, tepatnya di daerah Telaga Said.
- 1885 - Produksi pertama minyak bumi dari perut bumi Pangkalan Brandan.
- 1892 - Kilang minyak Royal Dutch Shell yang menjalankan usaha eksplotasi mulai melakukan produksi massal.
- 1947 - Tanggal 13 Agustus, peristiwa Brandan Bumi Hangus sebagai salah satu strategi pejuang sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi Belanda.
Sekarang ini, ada 5 Unit Operasi Daerah Produksi di bawah Pertamina, Unit I yang membawahi daerah Aceh dan Sumatera Utara berkantor pusat di Pangkalan Brandan.
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.