Pasar 45
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
Pasar 45 adalah salah satu pasar di kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia yang terletak di area Pelabuhan Manado. Keberadaan Pasar 45 merupakan titik penting di Kota Manado, dikarenakan semua angkutan umum akan melewati Terminal Pasar 45, yang merupakan jalur utama menuju Pulau Bunaken.[1]
Sejarah
Pada 1830-an, kawasan pasar 45 merupakan sebuah bandar penting yang merujuk pada pasar di pelabuhan dan menjadi tempat pertemuan pedagang dari wilayah sekitar Sulawesi, dan pedagang dari Tiongkok, Arab serta Eropa.[1]
Pada akhir 1980-an, Pasar tradisional ini mengalami masa kejayaannya dengan kedatangan para pedagang hasil bumi dan laut yang berasal dari sekitar Manado.[1]
Pada 1990-an, kerumunan pedagang kaki lima mulai menjamur dan menggantikan kios-kios pakaian dan berbagai produk lain yang telah tertata rapih. Reklamasi pantai dan proyek pembangunan pusat perbelanjaan modern serta hotel berbintang yang selesai pada 1993 membuat Pasar 45 dan sekitarnya menjadi pusat keramaian.[1]
Kawasan pasar
Pasar 45 merupakan saksi sejarah perkembangan kota Manado dan juga berfungsi sebagai tujuan wisata. Di sekitar pasar terdapat beberapa bangunan tua dan tengara penting seperti Tugu Titik Nol Manado dan empat klenteng yaitu Ban Hin Kiong, Kwan Kong, Altar Agung dan Kwan Im Tong yang lokasinya berdekatan.[1]
Selain itu juga terdapat Tugu Peringatan Perang Dunia ke-2, Gereja Sentrum, Volksraad kawasan pecinan dan Gedung eks-Kantor Bank Indonesia Manado.[2]
Jalan roda
Kawasan Jalan roda atau biasa disingkat menjadi jalrod atau DPRD tingkat IV adalah jajaran warung yang berada di gang di komplek pertokoan di Pasar 45. Di atas gang dipasang atap untuk kenyamanan pengunjung. Kawasan ini dikenal karena menjadi tempat nongkrong calon pejabat untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Menu yang dihidangkan untuk pengunjung adalah kopi setengah, pisang goroho dan balehe serta sambal roa.[3]
Referensi
- ^ a b c d e Sompotan, Henny (2024-08-04). "Pasar 45 Titik Nol Kota Manado". RRI. Diakses tanggal 2025-05-04.
- ^ "Bangunan Gaya Eropa Muncul di Pasar 45 Manado, Warga Sebut Pas Jadi Lokasi Wisata Kota Tua". Tribunmanado.co.id. Diakses tanggal 2025-04-05.
- ^ Hamid, Sadika (1 Desember 2014). Politik Cabai, Majalah Tempo Edisi Khusus Antropologi Kuliner Indonesia. Jakarta: PT Tempo Inti Media. hlm. 135. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.