Peni Ahmadi


Infobox orangPeni Ahmadi
Biografi
Data pribadi
PendidikanUniversity of the Ryukyus (en) Terjemahkan - Doktor (2014–2017)
University of the Ryukyus (en) Terjemahkan - Magister (2012–2014)
Universitas Lampung - sarjana (2005–2010) Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpeneliti Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, peneliti (2021–2022)
RIKEN, Peneliti pascadoktoral (2017–2021) Suntingan nilai di Wikidata

Facebook: peni.ahmadi Instagram: peni_ahmadi LinkedIn: peni-ahmadi-92a66186 Modifica els identificadors a Wikidata

Peni Ahmadi (lahir 1988) adalah seorang peneliti asal Indonesia yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia merupakan salah satu penerima pendanaan L'Oreal-Unesco for Women in Science National Fellowship 2021 untuk risetnya mengenai senyawa bioaktif dari invertebrata laut di Indonesia yang berpotensi untuk menjadi obat kanker payudara.[1]

Ketertarikannya pada penelitian ini berawal dari pengalaman pribadinya, di mana beberapa teman dekatnya menderita kanker payudara, bahkan ada yang harus menjalani operasi pengangkatan payudara atau kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut. Keprihatinan ini mendorongnya untuk mencari solusi berbasis sumber daya alam Indonesia.[2]

Pendidikan

Peni meraih gelar sarjana di bidang Marine Natural Product dari Universitas Lampung (Unila) pada tahun 2010 di bawah bimbingan Andi Setiawan, Ph.D. Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Peni melanjutkan pendidikan magister di University of the Ryukyus, Jepang, dalam bidang yang sama. Ia memperoleh gelar Master of Science (MS) pada tahun 2014 dengan bimbingan Prof. Junichi Tanaka. Penelitiannya selama program magister berfokus pada eksplorasi dan analisis senyawa alami dari organisme laut. Pada tahun 2017, ia menyelesaikan studi doktoralnya di University of the Ryukyus dengan spesialisasi Marine Natural Product di bawah supervisi Prof. Junichi Tanaka. Penelitiannya mencakup pencarian senyawa bioaktif baru dari invertebrata laut sebagai kandidat obat, serta mendalami sintesis senyawa dan biomolekuler.[butuh rujukan]

Penelitian

Peni Ahmadi merupakan seorang peneliti di bidang sains hayati dan non hayati yang telah menerima penghargaan dari L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2021 atas proposal penelitiannya yang berjudul Potent Drug-lead from Indonesian Marine Invertebrates to Suppress Breast Cancer.[3] Penelitiannya membahas tentang potensi alam Indonesia yang dapat menjadi obat untuk kanker payudara.[4] Penelitian ini didasari oleh tingginya jumlah pengidap kanker payudara di Indonesia, di mana menurut World Health Organization (WHO) tercatat di tahun 2002 ada sebanyak 25.000 kasus dan meningkat tajam pada tahun 2012 yakni sebanyak 50.000 kasus.[5] Selain itu, penelitian ini juga didasari oleh pengalaman orang-orang terdekatnya yang mengidap kanker payudara.[3]

Di dalam penelitiannya, Peni menguji sebanyak tujuh sampel biota laut secara acak untuk mengetahui potensi dari setiap biota untuk digunakan sebagai obat kanker. Peni berkolaborasi dengan Universitas Ryudai dan Institut Riken di Jepang dalam penyediaan alat NMR (Nuclear Magnetic Resonance) yang masih sulit diakses di Indonesia.[5] Hal tersebut dilakukannya untuk mengembangkan obat antikanker yang berasal dari biota laut.

Sebagai peneliti, Peni berpendapat bahwa pemanfaatan biota laut sebagai obat di Indonesia masih belum maksimal, hanya 3% dari 34.000 yang telah dikembangkan menjadi obat antikanker. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ketujuh sampel biota yang diuji dapat digunakan sebagai obat antikanker.[5] Proses penelitian ini juga mengalami beberapa hambatan, seperti sulitnya akses bahan-bahan kimia dan alat-alat krusial yang dibutuhkan unntuk mengembangkan obat antikanker.[5]

Kontribusi

Peni Ahmadi, peneliti perempuan Indonesia

Penlitian yang dilakukan oleh Peni Ahmadi telah berperan penting dalam pengembangan obat antikanker bagi Indonesia. Proses penelitiannya melibatkan eksplorasi biota laut yang memiliki potensi sebagai obat antikanker, diikuti dengan ekstraksi dan isolasi senyawa bioaktif dari organisme laut.[6] Setelah berhasil mengisolasi senyawa tersebut, tim penelitiannya melakukan analisis struktur kimia serta menguji efektivitasnya sebagai obat antikanker melalui targeted therapy.

Peni berkontribusi dalam upaya pemanfaatan sumber daya laut Indonesia terutama dalam bidang kesehatan. Penelitiannya tidak hanya berpotensi memberikan alternatif pengobatan bagi penderita kanker payudara, tetapi juga membuka peluang bagi eksplorasi bioteknologi kelautan di Indonesia.[7]

Referensi

  1. ^ "Sains untuk Kemanusiaan | Media Indonesia". EpaperMI (dalam bahasa Inggris). 2021-11-15. Diakses tanggal 2025-03-19.
  2. ^ Media, Kompas Cyber (2021-11-12). "Peni Ahmadi, Peneliti yang Temukan Potensi Obat Kanker Payudara dari Biota Laut". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-19.
  3. ^ a b "Ilmuwan perempuan Indonesia, mencari 'Spongebob' untuk penawar kanker". BBC News Indonesia. 2021-12-20. Diakses tanggal 2025-03-08.
  4. ^ Parapuan.co, Aulia Firaroh (2022-02-12). "Peni Ahmadi, Peneliti Perempuan yang Temukan Potensi Obat Kanker Payudara dari Biota Laut - Parapuan". Parapuan.co. Diakses tanggal 2025-03-08.
  5. ^ a b c d "Peneliti Perempuan Indonesia Mengungkapkan Kegunaan Biota Laut Sebagai Potensi Obat Kanker". Whiteboard Journal (dalam bahasa American English). 2021-11-15. Diakses tanggal 2025-03-10.
  6. ^ "Ilmuwan perempuan Indonesia, mencari 'Spongebob' untuk penawar kanker". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2025-03-19.
  7. ^ "BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional". BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. Diakses tanggal 2025-03-19.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.