Piso Karo
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Piso karo adalah senjata tradisional Indonesia khas Sumatera Utara yang cukup legendaris. Senjata ini menjadi senjata tradisional khas suku Batak. Jenis senjata ini nyaris sama dengan Piso Gading. Perbedaannya terletak pada bentuk gagangnya yang jika diperhatikan cukup signifikan. Perbedaannya terletak pada cara pembuatannya. Jika pisau gading dibuat dengan menggunakan gading gajah berukir[1], sedangkan mata pisau Karo menggunakan kayu dan tanpa ukiran. Posisi keunikannya terletak pada ujung pegangan yang mempunyai cabang dan sarungnya sudah dilengkapi dengan perak dan suasa sebagai pamornya.[2]
Pisau Karo merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang dibuat sekitar Abad 19 dengan dimensi panjang sekitar 31–55 cm. Pegangan pisau ini terbuat dari kayu, rotan dan gading. Sarungnya ditutupi perak dan suasa.[3]
Bentuk
Bentuk dari senjata Piso Karo ini hampir sama dengan Piso Gading, hanya ada beberapa perbedaannya salah satunya adalah pada bagian gagangnya. Jika pada Piso Gading, gagangnya terbuat dari ukiran gading gajah. Sedangkan untuk Piso Karo pada bagian gagangnya hanya terbuat dari kayu tanpa dilengkapi dengan ukiran. Ciri khas dari senjata tradisional ini adalah pada bagian ujung pegangannya yang bercabang, serta pada bagian sarung yang dilengkapi dengan suasa dan juga perak sebagai pamor.[4]
Fungsi
Piso Karo merupakan senjata tradisional dari Batak yang sangat berguna untuk pertarungan jarak dekat. Memiliki keunikan tersendiri berupa gagangnya yang bercabang. Senjata tradisional ini juga diperkirakan mulai dibuat pada abad ke 19 masehi.[5]
Karo digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, seperti berburu, bertani, dan melindungi diri dari serangan musuh. Senjata ini juga seringkali digunakan dalam upacara adat, seperti pesta panen, pernikahan, dan kematian. Dalam beberapa kasus, Karo juga digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan perselisihan atau menegakkan keadilan.[6]
Makna
Piso Karo adalah senjata tradisional yang menjadi identitas masyarakat Batak Karo. Senjata ini memiliki bentuk yang unik dan khas, dengan bilah yang melengkung dan tajam. Hulu Karo biasanya terbuat dari tanduk kerbau atau kayu keras, dan diukir dengan motif-motif yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan kesuburan.[6]
Galeri
-
Pisau Karo
Referensi
- ^ Poetri, Siti Alya Zikriena. "9 Senjata Tradisional Khas Suku Batak". detiksumut. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Senjata Tradisional Sumatera Utara Lengkap Penjelasan dan Gambarnya | Perpustakaan.id" (dalam bahasa American English). 2019-07-26. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "4_Piso Karo » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "10 Senjata Tradisional Sumatera Utara yang Perlu Anda Ketahui". www.indonesiana.id. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Senjata Tradisional Batak – MarketPlays". www.marketplays.id. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ a b developer, mediaindonesia com. "Senjata Tradisional Sumatera Utara yang Perlu Diketahui". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-11-03.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.