Roti zaitun

Roti zaitun adalah hidangan berupa roti yang adonannya dicampur potongan zaitun hitam atau hijau serta sedikit minyak zaitun. Kulitnya renyah, bagian dalamnya lembut dan berpori, dengan rasa asin khas zaitun yang meresap ke seluruh roti. Di kawasan Mediterania, terutama Italia selatan dan Yunani, roti serupa sudah menjadi bagian dari roti harian sejak lama.[1]

Bentuk dasarnya sederhana. Adonan terdiri atas tepung terigu protein sedang atau tinggi, ragi, garam, sedikit gula, air hangat, dan minyak zaitun. Setelah diuleni hingga kalis, zaitun yang sudah dicuci dan diiris kasar dimasukkan ke dalam adonan, kemudian didiamkan hingga mengembang dua kali lipat. Roti dibentuk bulat atau memanjang, dibiarkan mengembang lagi sebentar, lalu dipanggang pada suhu sekitar 190–200 °C hingga permukaannya kecokelatan. Di Italia, orang sering menambahkan rosemary segar atau oregano kering; di Indonesia, kadang ditaburi keju parut atau wijen.[2][3]

Di Liguria atau Puglia, roti zaitun biasa dipanggang dalam jumlah besar di oven kayu komunal. Zaitun yang dipakai biasanya dari pohon di kebun sendiri, sering masih agak pahit karena belum terlalu matang. Roti yang baru keluar oven langsung dipotong tebal, disiram minyak zaitun lagi, lalu dimakan dengan keju domba atau tomat segar. Di Indonesia, resep ini mulai populer sekitar awal 2000-an lewat buku-buku masak dan blog kuliner. Zaitun kalengan atau botolan yang mudah didapat di supermarket menjadi bahan utama, dan roti ini sering muncul sebagai roti isi sarapan atau camilan sore.[4]

Roti zaitun berasal dari kebiasaan memanfaatkan zaitun yang berlimpah di musim panen, dicampur ke adonan roti harian agar tidak membosankan. Roti zaitun biasanya ditemui dalam bentuk loaf atau roti bulat, kadang masih hangat dalam keranjang anyaman.[5]

Di meja makan Mediterania, sepotong roti zaitun tebal dengan feta dan segelas anggur putih sudah terasa lengkap. Di Indonesia, versi manisnya sering disantap dengan teh hangat atau kopi susu. Yang pasti, roti ini tetap setia pada asalnya: roti biasa yang diberi sedikit zaitun, tapi cukup untuk mengubah rasa seharian.[1][2]

Referensi

  1. ^ a b "Olive Bread". The Mediterranean Dish. Diakses tanggal 20 November 2025.
  2. ^ a b "Olive Bread". Celebration in My Kitchen. Diakses tanggal 20 November 2025.
  3. ^ "Olivenbrot". Home Baking. Diakses tanggal 20 November 2025.
  4. ^ "Olive Bread". Bread and Dreams. 18 April 2017. Diakses tanggal 20 November 2025.
  5. ^ "Golden Harvest - Rethymno's Olive Oil Tradition". www.rethymno.guide. Diakses tanggal 2025-11-20.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.