Ugrasena (raja Bali)
- Artikel ini adalah mengenai seorang raja Bali. Untuk tokoh mitologi Hindu, lihat Ugrasena
Sang Ratu Sri Ugrasena adalah seorang raja di Bali, yang diperkirakan memerintah antara 915-942 (atau 837-864 Saka).[1][2] Pusat pemerintahannya ialah di Singhamandawa.[1] Raja Ugrasena mengeluarkan prasasti-prasastinya tahun 837-864 Ç (915-942 M). Sedikitnya ada sembilan buah prasasti yang dikeluarkan, dan semuanya berbahasa bahasa Bali Kuno. Prasasti-prasasti yang dimaksud adalah prasasti Srokadan (837 Ç), Babahan I (839 Ç), Sembiran AI (844 Ç), Pengotan AI (846 Ç), Batunya AI (855 Ç), Dausa, Pura Bukit Indrakila AI (857 Ç), Serai AI (858 Ç), Dausa, Pura Bukit Indrakila BI (864 Ç), Gobleg, Pura Batur A.
Masa pemerintahan Raja Ugrasena kira-kira sezaman dengan Mpu Sindok dari Wangsa Isyana di Jawa Timur.[1] Ia tercatat mengeluarkan beberapa prasasti yang berhubungan dengan berbagai kegiatan rakyatnya, antara lain mengenai pemberian anugerah, perpajakan, upacara keagamaan, pembangunan penginapan dan tempat persembahyangan untuk peziarah.[1][2]
Raja Ugrasena disebutkan dalam prasasti, antara lain:
- Prasasti Sembiran A I
- Prasasti Babahan I
- Prasasti Srokadan A
- Prasasti Pengotan A I
- Prasasti Batunya A I
- Prasasti Dausa A I dan Prasasti Dausa B I
- Prasasti Serai A I
- Prasasti Gobleg Pura Batur A.[2]
Semua prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Bali Kuno, dan diawali dengan perkataan yumu pakatahu sarwa ('Ketahuilah oleh kamu sekalian') dan diakhiri dengan penyebutan tempat dikeluarkannya, yaitu panglapuan Singhamandawa (badan penasihat pemerintahan di Singhamandawa).[2][3]
Raja Ugrasena dicandikan di suatu tempat yang bernama Air Madatu, demikian disebutkan dalam prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Tabanendra Warmadewa yang memerintah sesudahnya.[1]
Lihat pula
Catatan kaki
- ^ a b c d e Poesponegoro & Notosusanto 2008, hlm. 320.
- ^ a b c d Setiawan 2008, hlm. 219.
- ^ Poesponegoro & Notosusanto 2008, hlm. 343.
Referensi
- Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman kuno. PT Balai Pustaka. hlm. 320. ISBN 9789794074084. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-21. Diakses tanggal 2014-02-02. ;
- Setiawan, I Ketut (2008). Brigitta Hauser-Schäublin, I Wayan Ardika (ed.). "Socio-Political Aspect of Julah". Burials, Texts and Rituals: Ethnoarchaeological Investigations in North Bali, Indonesia. Bali: Universitätsverlag Göttingen: 219. ISBN 9783940344120.
- Shastri, Narendra Dev. Pandit, 1963, Sejarah Bali Dwipa, Bhuana Saraswati, Denpasar, Bali
| Didahului oleh: Sri Kesari Warmadewa |
Raja Bali 915-942 |
Diteruskan oleh: Tabanendra Warmadewa |
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.