Betet batu
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2026) |
| Betet batu | |
|---|---|
| Di William Bay, Australia Barat | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Psittaciformes |
| Famili: | Psittaculidae |
| Genus: | Neophema |
| Spesies: | N. petrophila
|
| Nama binomial | |
| Neophema petrophila (Gould, 1841)
| |
| Persebaran betet batu | |
| Sinonim | |
|
Euphema petrophila, Gould, 1841 | |
Betet batu (Neophema petrophila) adalah spesies betet rumput asli Australia. Dideskripsikan oleh John Gould pada tahun 1841, burung ini merupakan betet berukuran kecil dengan panjang 22–24 cm (8+3⁄4–9+1⁄2 in) dan berat 50–60 g (1+3⁄4–2 oz), dengan bagian atas didominasi warna cokelat-zaitun dan bagian bawah yang lebih kekuningan. Kepalanya berwarna zaitun dengan pipi depan dan loral berwarna biru muda, serta garis pita dahi berwarna biru tua yang melintasi mahkota dengan warna biru yang lebih muda di bagian atas dan bawahnya. Kedua jenis kelamin memiliki penampilan yang serupa, meskipun betina cenderung memiliki pita dahi yang lebih kusam dan warna biru yang lebih sedikit di wajahnya. Suara panggilan betina juga cenderung jauh lebih keras dan melengking dibandingkan pejantan. Saat ini, terdapat dua subspesies yang diakui.
Pulau-pulau berbatu dan kawasan bukit pasir pesisir merupakan habitat yang disukai oleh spesies ini, yang tersebar dari Danau Alexandrina di tenggara Australia Selatan ke arah barat melintasi pesisir Australia Selatan dan Australia Barat hingga Teluk Shark. Berbeda dengan betet rumput lainnya, burung ini bersarang di dalam liang atau celah bebatuan, sebagian besar di pulau-pulau lepas pantai seperti Pulau Rottnest. Biji rerumputan dan tanaman sukulen merupakan bagian terbesar dari makanannya. Spesies ini terdampak buruk oleh keberadaan mamalia liar; meskipun populasinya menurun, burung ini dikategorikan sebagai Spesies risiko rendah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).
Taksonomi
Betet batu dideskripsikan oleh ahli ornitologi Inggris John Gould pada tahun 1841 sebagai Euphema petrophila,[2] nama spesifiknya petrophila berasal dari bahasa Yunani Kuno πετρος (petros) 'batu' dan φιλος (philos) 'pencinta'.[3] Spesimen milik penulis tersebut merupakan satu dari lima puluh spesies burung baru yang dipresentasikan di hadapan Perhimpunan Zoologi London.[2] Betet batu dimasukkan ke dalam volume kelima karya Gould, Burung-Burung Australia, menggunakan spesimen yang diperoleh di Port Lincoln di Australia Selatan dan dari kolektor John Gilbert di Australia Barat. Gilbert menyatakan bahwa pada masa kolonisasi Inggris, spesies ini umum ditemukan di tebing-tebing pulau lepas pantai, termasuk Pulau Rottnest, di dekat pelabuhan barat Fremantle, dengan sarang yang berada di lokasi yang hampir tidak dapat diakses.[4]
Ahli ornitologi Italia Tommaso Salvadori mendefinisikan genus baru Neophema pada tahun 1891, menempatkan betet batu ke dalamnya dan memberinya nama ilmiah yang digunakan saat ini, Neophema petrophila.[5] Di dalam genus betet rumput Neophema, burung ini merupakan satu dari empat spesies yang diklasifikasikan ke dalam subgenus Neonanodes.[6] Analisis DNA mitokondria yang diterbitkan pada tahun 2021 mengindikasikan bahwa betet batu berkerabat paling dekat dengan betet sayap-biru, dengan nenek moyang bersama mereka yang kemungkinan besar berpisah antara 0,7 dan 3,3 juta tahun yang lalu.[7]
Sebagai burung pembuat sarang di dalam liang, betet batu telah berevolusi dari garis keturunan nenek moyang yang bersarang di pohon. Ahli biologi Donald Brightsmith mengajukan teori bahwa beberapa garis keturunan betet dan luntur beralih bersarang di dalam liang untuk menghindari pemangsa berupa mamalia penghuni pohon yang berevolusi dan berkembang biak pada akhir periode Oligosen hingga awal Miosen (30–20 juta tahun yang lalu).[8]
Dua subspesies diakui oleh Persatuan Ornitologi Internasional: subspesies petrophila dari Australia Barat dan subspesies zietzi dari Australia Selatan,[9] subspesies yang terakhir dideskripsikan oleh Gregory Mathews pada tahun 1912 dari Grup Sir Joseph Banks di Teluk Spencer,[10] dinamai berdasarkan Asisten Direktur Museum Australia Selatan, Amandus Heinrich Christian Zietz.[11] Para penulis edisi daring dari Buku Panduan Burung-Burung di Dunia tidak menganggap ini sebagai subspesies yang terpisah.[12]
"Rock parrot" ("Betet batu") telah ditetapkan sebagai nama umum yang resmi untuk spesies ini oleh Persatuan Ornitologi Internasional (IOC).[9] Gilbert melaporkan bahwa para kolonis Sungai Swan menyebutnya parkit batu, dan dia menamainya parkit-rumput batu.[4] Burung ini juga dikenal sebagai betet elegan batu.[13]
Deskripsi

Berukuran kisaran panjang 22 hingga 24 cm (8+3⁄4 hingga 9+1⁄2 in) dengan rentang sayap 33–34 cm (13–13+1⁄2 in), betet batu adalah betet berukuran kecil dan bertubuh ramping yang memiliki berat sekitar 50–60 g (1+3⁄4–2 oz). Kedua jenis kelamin memiliki penampilan yang serupa, dengan bagian atas, termasuk kepala dan leher, didominasi warna cokelat-zaitun, serta bagian bawah yang lebih kekuningan. Garis pita berwarna biru tua membentang di bagian atas dahi di antara kedua mata, dibatasi di bagian atas oleh garis tipis berwarna biru muda yang memanjang hingga ke belakang mata dan di bagian bawah oleh pita berwarna biru muda yang lebih tebal melintasi dahi bagian bawah. Pipi depan dan loral berwarna biru muda. Pada betina dewasa, pita dahi berwarna biru tua tersebut tampak sedikit lebih kusam dan terdapat lebih sedikit warna biru di wajahnya. Sayapnya didominasi warna zaitun, dan menampilkan tepi depan sayap dengan dua rona warna biru saat dilipat. Bulu terbang primernya berwarna hitam dengan tepi berwarna biru tua, sementara bulu sayap bagian dalam berwarna zaitun. Ekornya berwarna pirus (hijau kebiruan) dengan tepi berwarna kuning di permukaan atasnya. Dada, sisi tubuh, dan perut lebih berwarna kuning-zaitun, menjadi makin kuning ke arah kloaka.[14] Pangkal bulu di kepala dan tubuh berwarna abu-abu, selain bulu di tengkuk, yang berwarna putih. Bagian ini biasanya tidak terlihat.[15] Paruhnya berwarna hitam dengan corak pucat pada kedua bagian rahangnya, sera berwarna hitam. Cincin mata orbitalnya berwarna abu-abu dan iris matanya berwarna cokelat tua. Tungkai dan kakinya berwarna abu-abu tua, dengan rona merah muda di telapak kaki dan bagian belakang tarsi.[14] Subspesies zietzi secara keseluruhan memiliki bulu yang lebih pucat dan lebih kekuningan, meskipun ukurannya serupa. Bulunya menjadi lebih gelap seiring keausan akibat usia, dan mungkin tidak dapat dibedakan dengan subspesies nominat saat sudah tua.[16]
Burung remaja memiliki warna zaitun yang lebih kusam dan lebih gelap di seluruh tubuhnya serta tidak memiliki atau memiliki pita dahi biru yang tidak jelas. Bulu terbang primer mereka memiliki tepi berwarna kuning.[17] Pada awalnya, mereka memiliki paruh berwarna kekuningan atau jingga, yang berubah menjadi cokelat pada usia sepuluh minggu.[14] Betina remaja memiliki bintik-bintik oval pucat di bulu terbang primer keempat hingga kedelapan.[17] Mereka mabung dari bulu remaja ke bulu belum dewasa (imatur) saat berusia beberapa bulan.[15] Jantan dan betina yang belum dewasa sangat mirip dengan individu dewasa, meskipun memiliki bulu terbang yang tampak usang.[17] Mereka kemudian mabung menjadi bulu dewasa saat berusia dua belas bulan.[15]
Betet batu dapat dikelirukan dengan betet elegan di Australia Barat, atau betet sayap-biru di Australia Selatan, yang keduanya memiliki bulu berwarna zaitun yang serupa (walaupun lebih cerah). Kedua spesies ini juga memiliki loral berwarna kuning dan spesies yang disebutkan terakhir memiliki sayap yang jauh lebih biru. Betet perut-jingga memiliki bulu hijau yang lebih cerah dan loral kuning kehijauan.[14]
Persebaran dan habitat

Betet batu terdapat di sepanjang garis pantai selatan Australia yang terbagi ke dalam dua populasi yang terpisah. Di Australia Selatan, burung ini ditemukan paling timur hingga Danau Alexandrina dan Goolwa, meskipun jarang ditemukan di Semenanjung Fleurieu. Burung ini pernah dilaporkan berada lebih jauh ke timur di Baudin Rocks dekat Robe, Australia Selatan, pada tahun 1930-an, meskipun tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu. Burung ini lebih umum dijumpai di sepanjang garis pantai timur laut Teluk St Vincent di antara Semenanjung Lefevre dan Port Wakefield, serta Semenanjung Yorke melintasi Selat Investigator hingga ke Pulau Kanguru, Kepulauan Gambier, dan Semenanjung Eyre dari Arno Bay hingga Ceduna serta Kepulauan Nuyts di dekatnya. Di Australia Barat, burung ini ditemukan dari Observatorium Burung Eyre di sebelah timur, di sepanjang garis pantai selatan dan barat hingga Taman Laut Teluk Jurien, dan makin jarang dijumpai lebih jauh ke utara menuju Kalbarri dan Teluk Shark. Secara historis, burung ini pernah dilaporkan keberadaannya di Houtman Abrolhos.[18]Betet batu pada umumnya bersifat sedenter (menetap), meskipun beberapa burung dapat menyebar lebih dari 160 km (100 mi) setelah berkembang biak. Beberapa di antaranya tetap berada di pulau-pulau lepas pantai tempat mereka berkembang biak sepanjang tahun.[19]
Betet batu hampir selalu ditemui dalam jarak beberapa ratus meter dari pantai hingga ke batas air pasang tertinggi, meskipun sesekali dapat mengikuti estuaria (muara) sejauh beberapa kilometer ke pedalaman. Habitat yang disukainya adalah tanah berbatu yang gersang atau semak belukar pesisir rendah yang terdiri dari tanaman seperti pigface (Disphyma crassifolium clavellatum), saltbush (Atriplex), atau nitre bush (Nitraria billardierei). Spesies ini juga ditemukan di bukit pasir dan rawa asin, serta di bawah penyiram rumput (sprinkler) di lapangan golf di Pulau Rottnest. Mereka cenderung menghindari lahan pertanian.[18]
Perilaku
Betet batu ditemui berpasangan atau dalam kelompok kecil, meskipun mereka dapat berkumpul menjadi kawanan yang lebih besar hingga 100 ekor. Mereka dapat membentuk kawanan campuran dengan betet elegan atau betet sayap-biru. Sebagian besar bersifat terestrial (beraktivitas di tanah), betet batu terkadang bertengger di bebatuan atau semak-semak, dan dapat berlindung di antara bebatuan besar. Umumnya pendiam dan tidak mencolok, mereka mengeluarkan suara panggilan kontak berbunyi 'zit' dua suku kata saat terbang atau saat mencari makan. Suara tanda bahayanya serupa tetapi lebih keras.[18]
Perkembangbiakan

Kebiasaan berbiak betet batu belum banyak diketahui.[20] Burung ini sebagian besar berbiak di pulau-pulau lepas pantai, termasuk Grup Sir Joseph Banks dan Kepulauan Nuyts di Australia Selatan, serta Kepulauan Recherche, Pulau Eclipse, Pulau Rottnest, dan pulau-pulau di Teluk Jurien. Di daratan utama, aktivitas bersarang telah dilaporkan di Point Malcolm dekat Teluk Israelite dan Sungai Margaret di Australia Barat.[18]
Betet batu bersifat monogami, dengan pasangan berbiak yang mempertahankan kesetiaannya sepanjang hidup mereka, meskipun seekor individu dapat mencari pasangan baru jika pasangannya mati.[21] Perkembangbiakan berlangsung dari bulan Agustus hingga Desember. Pada awal musim kawin, betet batu menjadi lebih aktif, dengan pejantan yang lebih sering bersuara. Pejantan merayu betina dengan bergerak ke arahnya dalam postur tegak, mengangguk-anggukkan kepala, dan bersuara. Betina merespons dengan mengeluarkan panggilan mengemis agar pejantan memberinya makan, yang dilakukan pejantan dengan memberikan makanan yang dimuntahkan. Perilaku ini diamati terus berlanjut sepanjang masa pengeraman di penangkaran.[21]Lokasi bersarangnya berada di bawah bebatuan atau di celah-celah maupun liang, yang mungkin ditutupi oleh tanaman seperti pigface,[18] atau heart-shaped noon flower (Aptenia cordifolia). Mereka dapat menggunakan kembali liang bekas sarang Penggunting-laut ekor-baji (Ardenna pacifica) atau Petrel-badai muka-putih (Pelagodroma marina). Terlepas dari lokasinya, sarang tersebut tersembunyi dengan baik dan sulit diakses; kedalaman sarang telah diukur sebesar 10–91 cm (4–36 in) di celah-celah bebatuan, sekitar 15 cm (6 in) di bawah langkan, dan 91–122 cm (36–48 in) untuk liang burung laut yang digunakan kembali.[20] Betet batu dapat bersarang dalam jumlah yang cukup besar di beberapa lokasi, dengan jarak antarsarang hanya beberapa meter.[21] Satu kumpulan telur terdiri dari tiga hingga enam telur berwarna putih kusam hingga mengilap yang berbentuk bulat atau oval, yang masing-masing umumnya berukuran panjang 24 hingga 25 mm (1,0 in) dengan lebar 19 hingga 20 mm (0,8 in).[22] Pemandu penduduk asli setempat yang menemani Gilbert melaporkan bahwa sarang pernah ditemukan berisi tujuh hingga delapan telur putih.[4] Telur diletakkan dengan selang waktu dua hingga empat hari, dan pengeraman kedua dapat terjadi pada tahun-tahun dengan kondisi cuaca yang mendukung. Hanya betina yang mengerami telur-telur tersebut, selama kurun waktu 18 hingga 21 hari, dan ia diberi makan oleh pejantan selama masa ini.[15]Anak burung menetas dalam kondisi lemah dan buta,[15] dengan kulit merah muda salem mereka yang ditutupi oleh bulu kapas berwarna abu-abu pucat.[17] Pada hari kedelapan mereka membuka mata, dan mulai ditutupi dengan baik oleh bulu kapas abu-abu dengan bulu jarum yang tumbuh dari sayap mereka pada hari kesembilan dan bulu kapas mereka berwarna abu-abu tua. Mereka memiliki bulu sayap dan ekor yang berkembang dengan baik pada hari ke-21 dan hampir sepenuhnya tertutupi oleh bulu pada hari ke-28. Mereka terampil terbang (meninggalkan sarang) pada usia sekitar 30 hari di alam liar dan pada usia hingga 39 hari di penangkaran. Tingkat keberhasilan berbiak di alam liar belum diketahui.[15]
Makanan

Aktivitas mencari makan dilakukan pada dini hari dan sore hari, dengan diselingi istirahat saat cuaca terik di siang hari. Burung-burung ini mencari makan berpasangan atau dalam kelompok kecil, meskipun kawanan hingga 200 individu dapat berkumpul di sumber makanan atau air yang melimpah.[21] Mereka umumnya mencari makan di tanah, dan dapat didekati dengan mudah saat sedang makan, serta akan berpindah agak menjauh ke balik rumput rumpun atau bebatuan apabila pengamat datang terlalu dekat.[18]
Betet batu memakan biji dari beberapa spesies rumput (Poaceae), termasuk haver liar biasa (Avena fatua), gandum (Triticum aestivum), ekor kelinci (Lagurus ovatus), dan bromus Australia (Bromus arenarius), serta mensiang (Cyperaceae), maupun semak-semak dan terutama tanaman sukulen dari famili Aizoaceae, seperti pigface, dan Carpobrotus rossii, serta spesies pendatang Carpobrotus aequilaterus dan Mesembryanthemum crystallinum. Biji spesies daisi yang dikonsumsi meliputi semak-daisi pesisir (Olearia axillaris), tempuyung variabel (Senecio pinnatifolius), dan spesies pendatang capeweed (Arctotheca calendula), daisi pantai Afrika Selatan (Arctotheca populifolia), serta sow-thistle berduri (Sonchus asper). Brassicaceae yang dikonsumsi meliputi selada-merica berdaun asli (Lepidium foliosum) dan selada-roket laut Eropa yang merupakan spesies pendatang (Cakile maritima). Spesies kenopod meliputi Atriplex, glasswort semak (Tecticornia arbuscula), saltbush rubi (Enchylaena tomentosa), saltbush beri (Chenopodium baccatum), serta spesies lain seperti krokot merah muda (Calandrinia calyptrata), spesies dari Acacia, Acaena dan Myoporum, beard-heath pesisir (Leucopogon parviflorus), sea heath biasa (Frankenia pauciflora), dan jugflower pesisir (Adenanthos cuneatus).[21]
Status konservasi
Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mendaftarkan betet batu sebagai spesies berrisiko rendah, meskipun populasi secara keseluruhannya mengalami penurunan. Burung ini terancam oleh hewan liar (utamanya kucing dan rubah) serta perubahan iklim.[1] Kucing liar disebut-sebut sebagai penyebab setelah spesies ini lenyap dari wilayah sekitar Albany, Australia Barat, pada tahun 1905, tetapi spesies ini ditemukan kembali pada tahun 1939.[19]
Di Pulau Rottnest, spesies ini umum dijumpai setidaknya hingga tahun 1929. Dalam sebuah survei di pulau tersebut pada tahun 1965, ahli biologi Australia Barat Glen Storr menemukan bahwa keberadaan burung ini telah menjadi langka dan menyimpulkan bahwa hal ini disebabkan oleh penangkapan burung muda untuk perdagangan hewan peliharaan.[23] Praktik ini terjadi terutama pada tahun 1940-an dan 1950-an sebelum akhirnya ditutup pada tahun 1970-an.[19] Populasi burung tersebut tidak dapat pulih,[23] dan pada tahun 2012 telah merosot drastis menjadi hanya tujuh ekor burung. Penggunaan lokasi sarang buatan dan program pengembangbiakan telah membuahkan sejumlah keberhasilan serta peningkatan jumlah individu.[24] Burung-burung di pulau tersebut sedang diberi cincin penanda dan masyarakat didesak untuk ikut terlibat.[25]
Seperti kebanyakan spesies betet, betet batu dilindungi oleh Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar Terancam Punah (CITES) dengan penempatannya dalam daftar Apendiks II untuk spesies rentan, yang menjadikan impor, ekspor, dan perdagangan hewan tangkapan liar yang terdaftar di dalamnya sebagai suatu tindakan ilegal.[26]
Avikultur
Spesies ini jarang dipelihara di penangkaran dan hanya terdapat sedikit catatan mengenai keberhasilan pengembangbiakannya. Bulu spesies Neophema ini lebih kusam dibandingkan spesies lainnya dan mereka memiliki reputasi sebagai spesimen sangkar yang pasif dan tidak menarik. Membedakan jenis kelamin menghadirkan kesulitan tersendiri bagi para penggemar betet, dengan tidak adanya cara yang dapat diandalkan untuk mengetahui jenis kelamin spesies ini dengan mudah. Betet batu, yang juga dikenal sebagai parkit-rumput batu dalam perdagangan burung, dapat menjadi spesimen yang lebih diminati apabila dipelihara sebagai bagian dari sebuah koloni, dengan disediakan batang kayu yang meniru rongga pohon dan diberi makan spesies Mesembryanthemum serta Carpobrotus.[27]
Burung betet ini dapat menjadi obesitas, sakit, atau tidak subur akibat terlalu banyak mengonsumsi biji bunga matahari, dan para pembudidaya burung menyarankan untuk mengurangi ketersediaannya di dalam kandang aviary.[27]
Referensi
- ^ a b BirdLife International (2016). "Neophema petrophila". 2016 e.T22685200A93063016. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22685200A93063016.en. ;
- ^ a b Gould, John (1841). "Proceedings of meeting of Zoological Society of London, Nov. 10, 1840". Proceedings of the Zoological Society of London. 1840: 147–151 [148].
- ^ Liddell, Henry George; Scott, Robert (1980) [1891]. A Greek–English Lexicon (Edisi Abridged). United Kingdom: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-910207-5.
- ^ a b c Gould, John (1848). The Birds of Australia. Vol. 5. London: Printed by R. and J. E. Taylor; pub. by the author.
- ^ Salvadori, Tommaso (1891). Catalogue of the Birds in the British Museum. Vol. 20: Catalogue of the Psittaci, or Parrots. London, United Kingdom: British Museum. hlm. 574–575.
- ^ Lendon 1973, hlm. 253.
- ^ Hogg, Carolyn J.; Morrison, Caitlin; Dudley, Jessica S.; Alquezar-Planas, David E.; Beasley-Hall, Perry G.; Magrath, Michael J. L.; Ho, Simon Y. W.; Lo, Nathan; Johnson, Rebecca N.; Grueber, Catherine E. (2021-06-26). "Using phylogenetics to explore interspecies genetic rescue options for a critically endangered parrot". Conservation Science and Practice. 3 (9) e483. Wiley. Bibcode:2021ConSP...3E.483H. doi:10.1111/csp2.483. ISSN 2578-4854. S2CID 237886232.
- ^ Brightsmith, Donald J. (2005). "Competition, predation and nest niche shifts among tropical cavity nesters: phylogeny and natural history evolution of parrots (Psittaciformes) and trogons (Trogoniformes)". Journal of Avian Biology. 36 (1): 64–73. Bibcode:2005JAvBi..36...64B. doi:10.1111/j.0908-8857.2005.03310.x. JSTOR 3677542.
- ^ a b Gill, Frank; Donsker, David, ed. (2017). "Parrots & cockatoos". World Bird List Version 7.1. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 28 January 2018.
- ^ Mathews, Gregory (1912). "A Reference-List to the Birds of Australia". Novitates Zoologicae. 18: 171–455 [278]. doi:10.5962/bhl.part.1694.
- ^ Jobling, J. A. (2019). del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J.; Christie, D.A.; de Juana, E. (ed.). "Key to Scientific Names in Ornithology". Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions. Diakses tanggal 20 August 2019.
- ^ Collar , N.; Boesman, P. (2019). del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J.; Christie, D.A.; de Juana, E. (ed.). "Rock Parrot (Neophema petrophila)". Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions. Diakses tanggal 18 August 2019.
- ^ Gray, Jeannie; Fraser, Ian (2013). Australian Bird Names: A Complete Guide. Collingwood, Victoria: CSIRO Publishing. hlm. 143. ISBN 978-0-643-10471-6.
- ^ a b c d Higgins 1999, hlm. 549.
- ^ a b c d e f Higgins 1999, hlm. 554.
- ^ Higgins 1999, hlm. 556.
- ^ a b c d Higgins 1999, hlm. 555.
- ^ a b c d e f Higgins 1999, hlm. 550.
- ^ a b c Higgins 1999, hlm. 551.
- ^ a b Higgins 1999, hlm. 553.
- ^ a b c d e Higgins 1999, hlm. 552.
- ^ Higgins 1999, hlm. 553–554.
- ^ a b Saunders, Denis A.; de Rebeira, C. P. (2009). "A case study of the conservation value of a small tourist resort island: Birds of Rottnest Island, Western Australia 1905–2007 ". Pacific Conservation Biology . 15 (1): 11–31. Bibcode:2009PacSB..15...11A. doi:10.1071/PC090011. ;
- ^ Sansom, James; Blythman, Mark; Dadour, Lucy; Rayner, Kelly (2019). "Deployment of novel nest-shelters to increase nesting attempts in a small population of Rock Parrots Neophema petrophila". Australian Field Ornithology. 36: 74–78. doi:10.20938/afo36074078. S2CID 196678923.
- ^ Acott, Kent (27 December 2017). "Rottnest Island's native rock parrot saved from brink of extinction". The West Australian. Diakses tanggal 6 August 2019.
- ^ "Appendices I, II and III". Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). 22 May 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 17 March 2010. Diakses tanggal 18 March 2010.
- ^ a b Shephard, Mark (1989). Aviculture in Australia: Keeping and Breeding Aviary Birds. Prahran, Victoria: Black Cockatoo Press. hlm. 72–73. ISBN 978-0-9588106-0-9.
Teks dikutip
- Higgins, P.J. (1999). Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds. Volume 4: Parrots to Dollarbird. Melbourne, Victoria: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-553071-1.
- Lendon, Alan H. (1973). Australian Parrots in Field and Aviary. Sydney, New South Wales: Angus & Robertson. ISBN 978-0-207-12424-2.
Pranala luar
Media terkait Neophema petrophila di Wikimedia Commons
Informasi terkait dengan Neophema petrophila dari Wikispecies.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.