Jalur kereta api lintas Surabaya

Lintas Surabaya
Emplasemen Stasiun Mesigit
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas utama
SistemJalur kereta api perkotaan
StatusBeroperasi
Operasi
DibukaBervariasi, lihat di bawah.
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya[a]
KAI Commuter
KAI Logistik[b]
Depo
  • Surabaya Pasarturi (kereta penumpang)
  • Sidotopo (lokomotif dan kereta penumpang)
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20–95 kilometer per jam (12–59 mph)
Peta rute
Stasiun kereta api di Kota Surabaya
Pelabuhan Tanjung Perak
Depo minyak Pertamina Bandaran
Kalimas/
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
Benteng
Stasiun Sidotopo
Depo lokomotif Sidotopo
Mesigit
Surabaya Kota S J P D
Jembatan KA Kali Mas
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
A B Surabaya Pasarturi
Tugu Pahlawan
Jalan Tol Surabaya–Gempol
Tandes
Jln. Prof. Dr. Moestopo
Kandangan
Surabaya Gubeng
ke Indro
Viaduk Kertajaya
A B Benowo
Ngagel
ke Semarang Tawang
Kali Jagir Wonokromo
Wonokromo S J A P D Terminal Joyoboyo
Ke Yogyakarta
Margorejo
Jemursari
Kertomenanggal
Jalan Tol Waru-Juanda
ke Bangil/Malang/Sidoarjo

Jalur kereta api lintas Surabaya adalah jalur kereta api yang mengitari wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur. Seluruh jalur kereta api ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter. Jalur ini dibina oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dalam Direktorat Jenderal Perkeretaapian.[1]

Jalur ini merupakan kumpulan dari banyak segmen jalur kereta api yang melayani kereta api antarkota, lokal, maupun komuter di lintas kereta api dalam kota Surabaya juga melayani kereta api lokal maupun komuter menuju berbagai tujuan di Gerbangkertosusila beserta Jawa Timur bagian utara, selatan, dan timur.

Sejarah

Awal pembangunan

Jalur awal menuju Kalimas

Pembangunan jalur kereta api lintas Surabaya tidak lepas dari kebutuhan angkutan barang menuju pelabuhan. Pada dekade 1880-an, kegiatan bongkar muat dilakukan di Stasiun Surabaya Kota, namun beriring waktu dianggap kurang ideal, dengan barang perlu diangkut melalui sungai menuju Pelabuhan Kalimas yang berada di kawasan Jembatan Merah sehingga merepotkan. Maka dari itu, muncullah gagasan dari Staatsspoorwegen (SS) untuk membangun sebuah jalur serta stasiun khusus angkutan barang menuju muara sungai Kalimas, serta integrasi dengan rencana pelabuhan baru di daerah yang disebut Ujung.[2]

Rencana proyek tersebut digagas pada 1883, bersama dengan jalur kereta api Cilacap–Yogyakarta dan rencana segmen Cilacap–Cicalengka. Berhubung masalah keuangan dan teknis, survei rencana jalur kereta api SS untuk rute Semarang–Willem I–Purworejo, serta calon jalur SS di timur Probolinggo, dihentikan berdasarkan perintah menteri, sementara Menteri Urusan Jajahan, Bloemen Waanders, memberitahukan Gubernur Jenderal pada Agustus 1883 bahwa ia telah menghapusnya dari APBN 1884, dan memilih menetapkan biaya untuk pembangunan jalur Surabaya–Ujung (semula anggaran untuk proyek-proyek ini dihapus pada APBN 1883 karena Perang Aceh, anjloknya harga kopi, dan upah pekerja proyek).[3]: 42 

Meski rencana ini sempat dibatalkan, pihak SS yang diwakili oleh David Maarschalk dan J. Groll tidak patah semangat. Pada 29 Januari 1884, di hadapan Indisch Genootschap, Maarschalk mengembangkan gagasan baru mengenai jalur kereta api tersebut. Hal ini memicu kontroversi panas di media, bahkan dibahas beberapa kali dalam sidang Tweede Kamer yang berlangsung alot. Namun, Van Bloemen Waanders, menolak berpartisipasi, dan memilih mengundurkan diri saat hendak melengkapi berkas-berkasnya agar disetujui oleh Tweede Kamer. Penggantinya, J.P. Sprenger van Eyk, justru mendorong agar SS segera melaksanakan proyek Surabaya–Ujung dan Cilacap–Yogyakarta. Setelah melalui perdebatan sengit dalam sidang Tweede Kamer, akhirnya disetujuilah dana tersebut, sehingga Menteri dapat memasukkan dalam Staatsblad No. 110 dan 111 tertanggal 20 Juli 1884 tentang pembangunan jalur kereta api Surabaya–Ujung dan Yogyakarta–Cilacap dengan cabang dari Kutoarjo ke Purworejo. Jalur Surabaya–Ujung ini kemudian berubah nama menjadi Surabaya–Kalimas, dan akhirnya selesai pada 1 Januari 1886 serta mulai beroperasi pada 20 Juli 1887 dengan panjang 5 km.[3]: 45 [2] Perubahan nama ini karena pelabuhan yang direncanakan (kelak menjadi Pelabuhan Tanjung Perak) belum terealisasikan, sehingga kegiatan angkutan barang tetap dilakukan di Pelabuhan Kalimas.[4]

Jalur menuju Stasiun Kalimas tidak melewati emplasemen Stasiun Surabaya Kota namun bercabang di sebelah timurnya, kemungkinan untuk mengurai kepadatan lalu-lalang kereta. Trase jalur ini pada awalnya merupakan jalur yang menapak tanah, dan melewati tepat di sisi Jalan Indrapura yang merupakan bekas tembok pertahanan Surabaya. Jalur ini juga terhubung dengan Stasiun Surabaya Pasarturi milik NIS ketika pembangunan jalur Gundih–Surabaya Pasarturi selesai pada tahun 1903.

Peta Kota Surabaya di tahun 1905. Terlihat jalur awal menuju Kalimas yang mengikuti Jalan Indrapura dan jalur menuju Kalimas Timur.

Jalur menuju Kalimas Timur

Sehubungan dengan perkembangan kawasan pelabuhan di Surabaya, disahkan undang-undang tanggal 22 Juli 1899 (Indische Staatsblad No. 272) yang memerintahkan pembangunan jalur kereta api pelabuhan di tepi timur Kalimas. Pembangunan jalur kereta api ini akan membangun stasiun barang terpadu yang diberi nama Station Fort Prins Hendrik (sekarang Stasiun Benteng), yang terletak di atas bekas Fort Prins Hendrik; panjangnya sekitar 4 km; juga membangun jalur menuju Bandaran (sekarang jalur tersebut mengarah ke depot minyak Pertamina Bandaran) Jalur ini selesai pada tanggal 1 Juli 1901.[3]: 58  Dalam perkembangannya, Madoera Stoomtram Maatschappij (Madoera Tram/MT) ikut mengembangkan Stasiun Fort Prins Hendrik.[5]

Pada tahun 1918, SS mulai membangun sebuah kompleks depo lokomotif dan stasiun barang di daerah Sidotopo. Pembangunan Stasiun Sidotopo diselesaikan terlebih dahulu pada tahun 1921 dan sudah beroperasi semenjak 30 April 1921, disusul dengan depo yang digunakan sejak tahun 1923.[6]

Jalur baru menuju Kalimas dan Viaduk

Menjelang pertengahan dekade 1920-an, kebutuhan akan kereta api di kawasan Surabaya semakin meningkat. Disaat yang sama, meski secara teknis jalur SS dan NIS terhubung melalui jalur Kalimas ini, pengguna kereta api menuju Semarang NIS tetap harus berpindah menggunakan moda angkutan lain menuju Surabaya Kota apabila hendak menggunakan layanan SS dan begitupula sebaliknya.[7][8] Selain itu, jalur tersebut melintasi tengah kota yang sering menimbulkan kemacetan.[8] Maka dari itu, SS dan NIS bekerja sama untuk menata ulang lintas tengah kota menjadi lintas layang (viaduk) dan sekaligus membangun sebuah stasiun sentral yang baru.[7]

Stasiun Mesigit yang baru, salah satu bagian dari proyek kerjasama NIS dan SS

Pembangunan lintas Kalimas yang baru akhirnya terwujud dengan dibangunnya viaduk dan jembatan kereta api di rute Sidotopo–Kalimas. Beberapa viaduk di sekitar Stasiun Surabaya Kota pun dibangun, mulai dari viaduk Ngaglik, Gembong, Undaan, Sulung, Kapasan, Tugu Pahlawan, dan Pasar Turi. Selain itu, juga dibangun Stasiun Mesigit yang baru (Nieuw Missigit) untuk melayani angkutan dan juga untuk pengendalian perjalanan kereta api, serta menggeser jalur kereta ke barat sebagaimana sekarang. Pada tahun 1926, dilaporkan bahwa proyek viaduk tersebut hampir rampung.[9] Pada 28 Oktober 1926, jalur viaduk ini resmi dibuka.[10] Jalur viaduk tersebut melewat diatas jalur lama menuju Stasiun Surabaya Kota yang akan dinon-aktifkan, dengan percabangan menuju Sidotopo dan Gubeng. Sayangnya, pembangunan jalur viaduk lanjutan yang menghubungkan Gubeng melalui Ngaglik dibatalkan bersama dengan rencana stasiun sentral Surabaya dikarenakan krisis malaise pada akhir 1920-an, menyisakan jalur viaduk Pasarturi–Sidotopo yang tidak terhubung langsung dengan jalur menuju Stasiun Surabaya Kota, serta membuat kereta api dari Pasarturi maupun pelabuhan harus langsir di Sidotopo untuk melanjutkan ke Gubeng.[7]

Pascakemerdekaan

Rentetan peristiwa pertempuran Surabaya

Pada 15 November 1945, surat kabar The Argus mengabarkan bahwa, pasukan Inggris dan India (Gurkha) berhasil menguasai salah satu stasiun dan beberapa gedung pemerintahan di pusat Kota Surabaya. Di sepanjang segmen Kalimas–Surabaya Kota–Benteng terutama pada lintas Kalimas–Surabaya Kota, pertempuran sengit antara pasukan Indonesia melawan pasukan Inggris dan India berlangsung.[11]

Rangkaian pengeboman dahsyat dan serangan strafing udara dari pesawat-pesawat Thunderbolt RAF, rentetan tembakan artileri dan mortir, serta tank-tank Stuart yang membantu mengambankan situasi berhasil membuat pasukan gurkha bergerak sejauh 500 yard dan melintasi railbed (tubuh jalan kereta api). Pasukan Indonesia yang diperkuat dengan artileri dan mortir memberikan perlawanan balasan dari bunker-bunker perlindungan udara yang dibangun sebelum kedatangan Jepang. Ketika pasukan gurkha mundur dan mengakses jembatan kereta api di atas Sungai Kalimas dekat Stasiun Surabaya Kota, pasukan Indonesia menyerbu dengan serangan bunuh diri. Sayangnya, mereka terjebak dalam tembakan dari senapan mesin hingga menewaskan 60 orang pejuang dan melukai beberapa diantaranya.[11]

Kini, jejak pertempuran tersebut masih dapat dilihat bekasnya pada jembatan kereta api di Sungai Kalimas di dekat stasiun ini. Jejak-jejak tersebut ialah adanya rangka jembatan yang penyok akibat hantaman Peluru Shrapnel.[11]

Pembangunan jalan pintas Pasarturi–Gubeng

Pembangunan jalur ini dimulai pada tahun 2007 dengan melihat analisis kegiatan langsiran di Stasiun Sidotopo yang melewati permukiman padat penduduk serta analisis dalam memudahkan pergerakan kereta api dari kedua stasiun utama di Surabaya tersebut.[12]

Uji coba terhadap jalur ini telah direncanakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada bulan April 2011, namun belum ada layanan reguler yang dijalankan di jalur ini.[13]

Saat ini kereta api penumpang yang dilayani di jalur ini adalah Jayabaya (per 18 Oktober 2014[14]), Commuter Line Arjonegoro (1 April 2015[15]), Commuter Line Sindro (kini digabung dengan Jenggala) (10 Februari 2021[16]), Blambangan Ekspres (2 Desember 2022), dan Pandalungan (1 Juni 2023). Meskipun demikian, jalur pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng masih diklasifikasikan sebagai jalur percabangan dari lintas utara Pulau Jawa karena prioritas terhadap layanan kereta api antarkota sangat sedikit dan memprioritaskan untuk layanan KA lokal dan komuter yang menghubungkan Sidoarjo dengan Jawa Timur bagian barat melalui pusat kota Surabaya.

Daftar segmen

  • Sidotopo–Surabaya–Kalimas
  • Benteng–Surabaya Gubeng
  • Penghubung Mesigit–Surabaya Pasarturi
  • Jalan pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng
  • Surabaya Kota–Kertomenanggal (tidak dianggap segmen)
  • Surabaya Pasar Turi–Benowo (tidak dianggap segmen)

Jalur terhubung

Lintas aktif

Lintas nonaktif

Trem Surabaya (hanya melayani pindah moda)

Layanan kereta api

Kereta-kereta api berikut ini yang melintas di jalur KA lintas Surabaya.

Penumpang

Antarkota

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Pandalungan GambirSurabaya PasarturiJember
Eksekutif-Ekonomi
Mutiara Timur Surabaya PasarturiKetapang
Jayabaya Pasar SenenSurabaya PasarturiMalang
Blambangan Ekspres Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Ketapang
Ekonomi
PB Probowangi Surabaya GubengKetapang

Lokal dan komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi
A Commuter Line Arjonegoro BojonegoroSidoarjo
BabatSurabaya Pasarturi/Sidoarjo
J Commuter Line Jenggala Babat/IndroSurabaya GubengMojokerto
Babat/Indro–Sidoarjo–Mojokerto

Barang

Nama kereta api Relasi perjalanan
Lintas utara Jawa
Angkutan peti kemas KalimasKlari
Kalimas–Tanjung Priuk
Kalimas–Semarang Tawang
Angkutan logistik Parcel ONS Utara Surabaya PasarturiKampung Bandan
Angkutan baja coil Krakatau Steel Kalimas–Krenceng
Lintas selatan Jawa
Angkutan BBM Pertamina BentengMadiun
BentengMalang Kotalama

Daftar stasiun

Sidotopo–Kalimas

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen Sidotopo–Mesigit
Diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1926
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
4505 Sidotopo SDT Jalan Sidotopo Wetan, Simokerto, Simokerto, Surabaya km 0+000 lintas SidotopoKalimas
km 0+000 lintas SidotopoBenteng
km 0+000 lintas SidotopoSurabaya Kota
km 3+454 lintas Surabaya GubengSidotopo
+2,5 m Beroperasi
Overpass jalur Surabaya–Wonokromo
Viaduk Surabaya Kota
Viaduk Pahlawan
Pos blok Segitiga Mesigit
4502 Mesigit MST Jepara, Bubutan, Surabaya km 4+454 lintas SidotopoKalimas
km 1+330 lintas Surabaya PasarturiMesigit
+4 m Beroperasi
Segmen Mesigit–Kalimas
Diresmikan pada tanggal 1 Januari 1886
4503 Kalimas KLM Tanjung Perak, Pabean Cantian, Surabaya km 7+016 lintas SidotopoKalimas +2 m Beroperasi

Benteng–Surabaya Gubeng

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen BentengSurabaya Gubeng
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1901
oleh Staatsspoorwegen
Depot Minyak Pertamina Bandaran
Bekas segitiga pembalik Pekulen–Benteng–Bandaran
4504 Benteng SBE Jalan Stasiun Benteng, Ujung, Semampir, Surabaya km 5+740 lintas Surabaya Gubeng-Sidotopo-Benteng +4 m Beroperasi
4505 Sidotopo SDT Jalan Sidotopo Wetan, Simokerto, Simokerto, Surabaya km 0+000 lintas {Surabaya Gubeng-SidotopoKalimas
km 0+000 lintas SidotopoSurabaya Kota
km 3+454 lintas Surabaya GubengSidotopoBenteng
+2,5 m Beroperasi
4520 Surabaya Gubeng SGU Jalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya km 3+475 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 0+000 lintas Surabaya GubengSidotopoBenteng
+5 m Beroperasi

Mesigit–Surabaya Pasarturi

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen MesigitSurabaya Pasarturi
Diresmikan pada tanggal 1 April 1900
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
4502 Mesigit MST Jepara, Bubutan, Surabaya km 4+454 lintas SidotopoKalimas
km 1+330 lintas Surabaya PasarturiMesigit
+4 m Beroperasi
4500 Surabaya Pasarturi SBI Jalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabaya km 229+573 lintas GundihGambringan
BojonegoroSurabaya Pasarturi
km 0+000 lintas –Surabaya PasarturiMesigit
km 0+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 m Beroperasi

Jalan pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen jalan pintas Pasarturi–Segitiga Mesigit–Gubeng
Diresmikan pada tanggal 1 April 2011 (rencana ujicoba), 18 Oktober 2014 (perjalanan reguler)
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
4500 Surabaya Pasarturi SBI Jalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabaya km 229+573 lintas GundihGambringan
BojonegoroSurabaya Pasarturi
km 0+000 lintas –Surabaya PasarturiMesigit
km 0+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 m Beroperasi
Pos blok Segitiga Mesigit
Viaduk Pahlawan
4520 Surabaya Gubeng SGU Jalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya km 3+475 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 0+000 lintas Surabaya GubengSidotopo
+5 m Beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][18]
  • Pengidentifikasi stasiun: [19]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 


Surabaya Kota–Kertomenanggal

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Surabaya–Bangil–Kalisat
Segmen Surabaya Kota–Kertomenanggal
Diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen termasuk Daerah Operasi VIII Surabaya
4510 Surabaya Kota SB Jalan Stasiun Kota 9, Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya km 00+299 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 2+046 lintas SidotopoSurabaya Kota
+4 m Beroperasi
Jalan Prof. Dr. Moestopo
4520 Surabaya Gubeng SGU Jalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya km 3+475 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 00+000 lintas Surabaya GubengSidotopoBenteng
+5 m Beroperasi
Viaduk Kertajaya
- Ngagel NGA Jalan Upa Jiwa III, Ngagel, Wonokromo, Surabaya km 6+060 - Tidak beroperasi
Jembatan KA Kali Jagir
4530 Wonokromo WO Jalan Stasiun Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabaya km 7+881 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 17+261 lintas TarikWonokromo
+7 m Beroperasi
- Margorejo MGR Jalan Frontage Ahmad Yani, Margorejo, Wonocolo, Surabaya km 9+430 - Tidak beroperasi
- Jemursari JMR Jalan Frontage Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya km 11+050 - Tidak beroperasi
- Kertomenanggal KTL Jalan Frontage Ahmad Yani, Menanggal, Gayungan, Surabaya km 12+320 - Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][20]
  • Pengidentifikasi stasiun: [21]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 


Surabaya Pasarturi–Benowo

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Gundih–Surabaya Pasarturi
Segmen Surabaya Pasarturi–Benowo
Diresmikan pada tanggal 1 April 1900
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4500 Surabaya Pasarturi SBI Jalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabaya km 229+573 lintas GundihGambringanBojonegoroSurabaya Pasarturi
km 00+000 lintas Surabaya PasarturiMesigit
km 00+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 m Beroperasi
4423 Tandes TES Tandes Lor, Tandes, Surabaya km 224+223 +2 m Beroperasi
4422 Kandangan KDA Banjarsugihan, Tandes, Surabaya km 220+940 lintas GundihGambringanBojonegoroSurabaya Pasarturi
km 00+000 lintas KandanganGresik
+2 m Beroperasi
4421 Semimi SMI Sememi, Benowo, Surabaya km 218+368 Tidak beroperasi
4419 Benowo BNW Benowo, Pakal, Surabaya km 215+801 +3 m Beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][22]
  • Pengidentifikasi stasiun: [23]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 


| colspan=8 | Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [24]
  • Pengidentifikasi stasiun: [25]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

|}


Catatan kaki

  1. ^ Semua stasiun terminus Surabaya: Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, dan Wonokromo
  2. ^ Stasiun Kalimas

Referensi

  1. ^ PUSDATIN. "PM 36 TAHUN 2022". jdih.kemenhub.go.id. Diakses tanggal 2025-01-28.
  2. ^ a b Reitsma, Steven Anne (1925). Gedenkboek der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Weltevreden (Batavia): Topografische Inrichting. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b c d e f g Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  4. ^ Setyaningrum, Puspasari (2022-02-05). "Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak dari Masa Hindia Belanda hingga Proyek Tol Laut". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-20.
  5. ^ "Aan de Madoera Stoomtram Maatschappij". Soerabaiasch Handelsblad, 2de Blad. 29 Juli 1901.
  6. ^ Jaen, Ermina (2023-10-15). "Satu Abad Depo Sidotopo, Depo Terbesar di Asia Pada Masanya". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-30.
  7. ^ a b c mugen.id (2024-12-19). "Viaduk Ngaglik dan Gagalnya Proyek Stasiun Soerabaia Hoog". Mugen ID. Diakses tanggal 2026-01-20.
  8. ^ a b Rahayu, Sri. "Cerita Viaduk Jalan Pahlawan: Dibangun Belanda, Dipakai Arek Suroboyo Bertahan". detikjatim. Diakses tanggal 2026-01-20.
  9. ^ "De S.S.-uitbreidingswerken". de Indische Courant. 29 April 1926.
  10. ^ "de Hooge Baan". De Indische courant. 28 Oktober 1926.
  11. ^ a b c Setyawan, Ady (2020). Kronik Pertempuran Surabaya: Media Asing dan Historiografi di Indonesia (Edisi Cet. 1). Matapadi Pressindo. hlm. 236-238.
  12. ^ "PT KAI Bangun Rel Baru Hubungkan Stasiun Gubeng-Pasarturi Surabaya | merdeka.com". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-01. Diakses tanggal 2018-12-01.
  13. ^ Surabayakita, Redaksi. "KA Gubeng-Pasar Turi Operasi April 2011". www.surabayakita.com. Diakses tanggal 2018-12-01.[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ Destiana Putri, Winda. "KA Jayabaya Pasar Senen-Surabaya-Malang Singgahi 14 Stasiun". Republika. Mahaka Media. Diakses tanggal 2018-12-01.
  15. ^ "KA Ekonomi Sidoarjo-Surabaya-Bojonegoro Mulai Beroperasi per 1 April – Info Kereta Api". kereta-api.info. Diakses tanggal 2018-12-01.
  16. ^ "Jadwal Kereta Api Sidoarjo Surabaya Indro - Gresik". Kereta Api Kita (dalam bahasa American English). 2021-02-06. Diakses tanggal 2021-03-17.
  17. ^ a b c Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  18. ^ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  19. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  20. ^ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  21. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  22. ^ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  23. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  24. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  25. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Pranala luar

Peta rute:

KML is not from Wikidata

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.