Kerajaan Lore
Kerajaan Lore | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1903 | |||||||||||||
|
Bendera | |||||||||||||
Wilayah zelfbestuur di Sulawesi Tengah, termasuk Lore, 1941. | |||||||||||||
| Ibu kota | Tidak diketahui | ||||||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Bada, Besoa, Napu, dan Sedoa | ||||||||||||
| Agama | Kepercayaan tradisional dan Kekristenan | ||||||||||||
| Pemerintahan | Kerajaan | ||||||||||||
| Raja (Magau) | |||||||||||||
• 1903–tidak diketahui | Ngkai S. Kabo | ||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||
• Pemerintahan Hindia Belanda berhasil memadamkan pemberontakan masyarakat To Lore, lembah-lembah di wilayah tersebut disatukan di bawah pimpinan seorang raja[1] | 1903 | ||||||||||||
| |||||||||||||
Kerajaan Lore adalah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Awalanya para penguasa di kerajaan ini menganut kepercayaan tradisional, tetapi kemudian secara bertahap beralih ke Kekristenan pada abad ke-19 hingga abad ke-20, di mana masuknya pemerintahan Hindia Belanda dan misionaris Eropa memainkan peran yang penting di wilayah tersebut.[2]
Sejarah
Sebelum berdirinya Kerajaan Lore di wilayah Kabupaten Poso saat ini, dipercayai telah berdiri terlebih dulu Kerajaan Raba. Nama Raba diartikan sebagai 'tanah yang turun ke bawah' atau secara harfiah dapat diartikan sebagai 'wilayah yang membentuk suatu lembah yang terdapat di wilayah Pekurehua'. Menurut cerita rakyat, pusat kerajaan Raba berada di Lamba. Raja pertama dari Kerajaan Raba bernama Raba dengan istrinya yang bernama Waba.
Kerajaan Raba berganti nama menjadi Kerajaan Pekurehua, hingga kemudian menjadi Kerajaan Lore. Pasca Raja Raba yang berkedudukan di Lamba, tidak diketahui bagaimana struktur kerajaan tersebut pada saat itu. Namun, menurut masyarakat Lore, pada akhir abad ke-19, terdapat beberapa bangsawan berpengaruh yang tersebar di beberapa desa, diantaranya Ngkai Abu (Umana Aso) di desa Habingka, Ngkai Sumpi di desa Watutau, dan Ngkai Rabeta (Umana Tosende). Cerita mengenai Raja Lore dimulai ketika putra Ngkai Abu yang bernama Pantula menikah dengan putri Ngkai Rabeta yang bernama Poindo, kemudian dari pasangan tersebut melahirkan lima orang anak, yakni:
- Tado (Umana Lolo), ditawan Belanda dan diasingkan ke Manado (laki-laki)
- Inana Ngela (perempuan)
- Inana Do'u (perempuan)
- Polite (perempuan)
- Makada, gugur dalam Perang Peore pada Juli 1907 (laki-laki)
Ketika Umana Lolo ditawan Belanda dan belum diketahui keberadaannya pada saat itu, dan ketika Makada, putra terakhir meninggal dalam Perang Peore, maka hanya terdapat tiga anak perempuan, salah satunya adalah Polite yang kemudian dikenal sebagai ibu dari Ngkai S. Kabo yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai Raja Lore.[3]
Tempat berdirinya Kerajaan Lore berada di daratan dengan ketinggian antara 700–1.700 mdpl, wilayahnya terbagi menjadi Lembah Napu, Lembah Behoa, dan Lembah Bada. Ketiga wilayah tersebut dikenal dengan nama kolektif sebagai "Tanah Lore". Di wilayah tersebut banyak terdapat situs megalit yang merupakan peninggalan purbakala bernilai sejarah. Penduduk wilayah tersebut dikenal dengan sebutan To Lore 'orang Lore', terkadang disebut juga sebagai Pekurehua di wilayah utara (Teluk Palu). Dari ketiga wilayah tersebut, terdapat empat kelompok etnis yang berbeda secara linguistik, diantaranya suku Tawailia di Sedoa (Lore Utara), suku Napu di Lembah Napu (Lore Utara), suku Behoa (Lore Tengah), dan suku Bada (Lore Selatan).
Setelah beberapa abad lamanya Tanah Lore berada di bawah pemerintahan Kerajaan Sigi yang berpusat di wilayah Teluk Palu. Namun sejak masa masuknya pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1903, untuk mempersatukan ketiga wilayah lembah yang sudah memiliki pemerintahan masing-masing tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengangkat seorang raja di bawah pengaruh Belanda.[1] Pada saat itu, ketiga wilayah lembah mulai memisahkan diri dengan membentuk Kerajaan Lore yang berpusat di Wanga, dipimpin oleh raja pertamanya, Ngkai S. Kabo, beserta istrinya yang bernama Mpolite. Sejak itu, secara adminstrasif, wilayah Kerajaan Lore dimasukkan dalam Onderafdeling Poso.[4]
Daftar penguasa

Berikut ini adalah daftar penguasa Kerajaan Lore yang bergelar sebagai Raja atau Magau.
- Ngkai S. Kabo (1903–tidak diketahui; diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai Raja Lore)[1]
- Don Radius Gerald Kabo (tidak diketahui)
Lihat pula
- Danau Lindu
- Kerajaan Kulawi
- Kerajaan Sigi
- Kabupaten Poso
- Masyarakat adat Ngata Toro
- Sejarah Nusantara pada era kerajaan Kristen
- Taman Nasional Lore Lindu
Referensi
- ^ a b c Masyhuda, Masyhuddin; Nainggolan, Nurhayati; Mahmud, Zohra; Laintagoa, Daeng Patiro (1982). Leiriasa, R.Z.; Soenjata, M.; Palada, Idham (ed.). Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Sulawesi Tengah (PDF). Jakarta, Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.
- ^ Pradewi A., Agung L., &, Kurniawan D. A. (2019). "Peran Zending Dalam Pendidikan Di Surakarta Tahun 1910-1942 dan Relevansinya Dengan Materi Sejarah Pendidikan". Jurnal Candi. 10 (2): 154–172. ISSN 2086-2717. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Kruyt, Albertus Christiaan (2008). Keluar dari Agama Suku Masuk ke Agama Kristen. ISBN 9796873370. Diakses tanggal 9 Desember 2016.
- ^ A.B., Jamrin (3 Juli 2023). Rifay (ed.). "Sepenggal Kisah Negeri Seribu Megalit". media.alkhairaat.id. Al-Khairaat. Diakses tanggal 19 Februari 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

